SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

kenapa disyariatkan memakan daging qurban


Ikhwan (Medan)
8 years ago

Asslamu'alaikum
Kenapa ketika ktk bekurban kita boleh mengambil sbgian daging yang telah kita qurban kn, dan bukankan dlm shadaqah, itu tdk dibenarkn?. mohon penjelasan dengan dalil nya ustadz.
Redaksi salamdakwah.com
8 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
Berikut ini kami bawakan Hadits yang berkaitan dengan masalah yang ditanyakan

تَقُولُ: دَفَّ أَهْلُ أَبْيَاتٍ مِنْ أَهْلِ الْبَادِيَةِ حَضْرَةَ الْأَضْحَى زَمَنَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «ادَّخِرُوا ثَلَاثًا، ثُمَّ تَصَدَّقُوا بِمَا بَقِيَ» ، فَلَمَّا كَانَ بَعْدَ ذَلِكَ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّ النَّاسَ يَتَّخِذُونَ الْأَسْقِيَةَ مِنْ ضَحَايَاهُمْ، وَيَجْمُلُونَ مِنْهَا الْوَدَكَ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَمَا ذَاكَ؟» قَالُوا: نَهَيْتَ أَنْ تُؤْكَلَ لُحُومُ الضَّحَايَا بَعْدَ ثَلَاثٍ، فَقَالَ: «إِنَّمَا نَهَيْتُكُمْ مِنْ أَجْلِ الدَّافَّةِ الَّتِي دَفَّتْ، فَكُلُوا وَادَّخِرُوا وَتَصَدَّقُوا».أخرجه مسلم رقم 1971

‘Aisyah radhiyallahu anha berkata: Pada zaman Rasulullah shallallahu aalaihi wa sallam, ada beberapa keluarga dari penduduk pedalaman berdatangan ketika Idul Adha . (karena musibah yang menimpa mereka) Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata: ‘Simpanlah selama tiga hari, kemudian shadaqahkanlah sisanya’. Namun setelah itu, kemudian mereka mengatakan: ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang membuat tempat air dari (kulit) hewan qurban, lalu mereka mencairkan darinya lemak (gajih)’. Rasulullah saw bertanya: ‘Apa maksudnya?’ Mereka menjawab: ‘Anda telah melarang makan daging qurban lewat dari tiga hari’. Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: ‘ saya melarang kalian karena rombongan yang membutuhkan, maka makanlah, simpanlah, dan sedekahkanlah’.

Dikarenakan sudah ada dalil yang tegas dan shahih mengenai dalil amalan ini (memakan sebagian daging qurban) maka tidak selayaknya seseorang menolak amalan tersebut hanya karena tidak masuk akal baginya atau menganalogikan dengan amalan lain (jika pemahamannya tepat terhadap hukum sumber, lebih parah lagi jika pemahamannya terhadap nash sumber salah)

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com