SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Dilarang Silaturahim dan hukum menerima hadiah


Akhwat
8 years ago

Assalamualaikum...
Saya seorang akhwat yg belum lama mengenal manhaj salaf,as-sunnah.mohon bimbingannya.
Darii kecil saya memiliki sahabat seorang ikhwan yg masi ada hub.kerabat jauh.ibunda ikhwan pernah memberikan pengikat berupa cincin kepada ibu saya.namun dianggap biasa2 saja oleh ibu saya.kmdian berpisah belasan tahun bertemu kembali.lalu kami berencana menikah.ibundanya sudah membicarakan perihal ini sama ibu saya tp baru omongan2 biasa.namun ibu saya tidak setuju karna mengira saya di guna2 oleh ibunya.sampe saya dilarang berkomunikasi dgn mereka.sampai akhirnya ikhwan tsb meninggal kecelakaan motor.saya dilarang takziah dan komunikasi dgn ibu ikhwan tsbt.pdahal dahulu keluarga kami sangat dekat.
1.Apakah berdosa dan durhaka kepada ibu saya karna tetap menjalin silaturahim dengan ibunda ikhwan tersebut walaupun hanya melalui sms atau sesekali bertemu diam2??mengingat ibundanya sudah janda dan ikhwan tsb cuma anak angkat.dr kecil saya sudah dianggap anaknya juga.
2.Bolehkan saya menerima pemberian ibunda ikhwan tsb,karena ibundanya ingin menyerahkan kenang2an berupa Blackberry milik ikhwan rahimahullah untuk dijadikan penghubung silaturahim dan ibadah?tapi saya belum mau menerima mengingat ikhwan masi memiliki kembaran dan seorang adik.bagaimana hukumnya?jazakaullahu khair
Redaksi salamdakwah.com
8 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Jawaban pertama:
Ketaatan kepada orang tua hanya dalam hal-hal yang sesuai syariat:
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
إنما الطاعة في المعروف.أخرجه البخاري رقم7145 و مسلم رقم 1840
Sesungguhnya ketaatan hanya pada perkara yang baik

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda:

لَا طَاعَةَ لِمَخْلُوقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ.أخرجه أبو بكر الخلال في السنة رقم 58. صححه الألباني في صحيح الجامع الصغير 2/1250
Tidak boleh ada keta'atan untuk satu makhluq dalam bermaksiat kepada Allah.

Oleh karena itu jika ibu Anda melarang karena alasan yang syar'i seperti menghindarkan anda dari pengaruh buruk atau anda mendapatkan maslahat maka anda harus menurutinya, akan tetapi jika alasan yang dipakai untuk melarang dibuat-buat dan tidak sesuai dengan kenyataan maka tidak perlu menurutinya.

Jawaban kedua:
Hadiah dibolehkan dengan beberapa syarat:
1. Adanya Ijab Qabul Hadiah, atau serah-terima
2. Hadiah tersebut diketahui dan bukan sesuatu yang Majhul
3. Hadiah tersebut adalah sesuatu yang bisa diserahkan
4. Hadiah tersebut tidak dalam barang dagangan sebelum dikuasai pihak konsumen
5. Hadiah tersebut tidak dikaitkan dengan syarat di masa yang akan datang.
6. Adanya keadilan dalam memberi Hadiah, dalam masalah yang diwajibkan adil, seperti hadiah kepada anak-anak
7. Hadiah tersebut tidak ditujukan untuk menyuap.
Point-point diatas diambil dari Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 16/170

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحابته الكرام
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com