SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Khilafiyah kah ???


Ikhwan
9 years ago

Assalamu 'alaikum warohmatullah ,, ustadz.
benarkah masalah bid'ah adalah masalah Khilafiyah ??
seringkali mereka yg gemar mengada-ada mengatakan ini masalah khilafiyah, bahkan mereka mencap orang yg berbicara masalah bid'ah di jaman skg norak.

dan bgm tindakan kita terhadap orang awam, yg ketika kita ingin mendakwahkn tauhid maupun sunnah akan tetapi mereka telah terkena syubhat masalah imam dan ulama yg tidak bisa lagi di ambil perkataannya.
sperti syaikh bin baaz, Al Albani rahimahullah, bahkan sampai kepada Imam syafi'i.

jazakallahu khairan
Redaksi SalamDakwah
9 years ago

و عليكم السلام ورحمة الله و بركاته

Jawaban terperinci untuk soal ini sebenarnya panjang karena membahas tiga perkara besar sekaligus
1. Bid’ah
2. Khilaf atau perbedaan pendapat
3. sikap menghadapinya
tapi saya akan memberi jawaban pendek sesuai pertanyaan, saya akan membagi jawaban menjadi beberapa point

point pertama:
ada perkara bid’ah yang bersumber dari masalah khilafiyah seperti selalu melaksanakan qunut subuh,
-ada yang mengatakan itu bid’ah karena dalil yang jadi sandaran amalan itu tidak bisa dijadikan hujjah,
-ada yang mengatakan itu sunnah karena ada dalil yang menguatkan amalan itu
Ada perkara bid’ah yang tidak bersumber dari masalah khilafiyah, bahkan perkara itu menyelisihi ijma’ (kesepakatan ulama’) seperti: sebagian orang sufi berkeyakinan tidak boleh berdo’a kepada Allah dalam masalah duniawi
(lih. http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=4059)

Point kedua:
Yang saya fahami dari pertanyaan anda bahwa orang yang anda ajak bicara kelihatannya berdalih dengan ikhtilaf untuk pembolehan bid’ah (karena ini masalah ikhtilaf jadi tidak usah diingkari). Dan pemahaman seperti ini tidak benar
Berkata Ibnu Abdil Bar: sepengetahuanku tidak ada seorang ahli fikih pun yang berpendapat bahwa perbedaan pendapat adalah hujjah kecuali bagi orang yang tidak punya ilmu pengetahuan, dan perkataan orang seperti ini bukanlah dalil
(lih. Kitab Jami’ bayanil ilmi wa fadhlihi juz 2 hal. 922)
Perlu diketahui bahwa ketika ada perbedaan pendapat ulama’-ulama’ yang bertolakbelakang, dan tidak bisa disatukan maka kebenaran saat itu hanya satu dari beberapa pendapat tersebut, dan seorang muslim wajib menjalankan apa yang diyakininya sebagai pendapat yang benar.
Untuk mengetahui dalil-dalil dari qur’an, Sunnah, Ijma’ yang menyatakan bahwa kebenaran itu hanya satu lihat kitab Raudhatunnadhir oleh Ibnu Qudamah Juz 2 hal 357
Jadi meskipun bid’ah itu bersumber dari masalah khilafiyah maka kita tetap memilih pendapat yang benar, yang dalilnya kuat

Point ke tiga:
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda
" وإياكم والأمور المحدثات, فإن كل بدعة ضلالة." رواه ابن ماجه رقم 42, صححه الألباني
Berhati-hatilah kalian dari perkara-perkara yang baru, sesungguhnya setiap bid’ah itu sesat.
Karena bid’ah itu kesesatan, dan kesesatan adalah perkara yang mungkar maka kita harus menghilangkan kemungkaran itu dengan cara yang bijak dan tidak mendiamkannya

Point ke empat:
Adapun masalah orang awam yang tidak mau menerima pandangan ulama’ sunnah seperti syaikh Bin Baz dan Albani maka anda bisa cukup membawakan dalil dari Qur’an atau Sunnah dalam masalah tersebut, kalau misalnya tidak ada dalil dari kitab atau sunnah dalam masalah tersebut maka anda bisa menghadirkan ulama’ sunnah yang dianggap di hamper semua kalangan orang Islam seperti imam empat madzhab, Ibnu Abdil Bar, shon’ani, Syaukani dll

Wallahu a’lam bis showab
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com