SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

bermuamalah denga orang yang mengambil riba


Akhwat
8 years ago

Bismillaah.

Assalamu'alaykum Warrahmatullaah Wabarakaatuh.

Jika ada salah seorang keluarga kita membeli barang dengan cara kredit (ambil contoh barang itu motor), saat itu, kita tidak tahu hukum kredit motor itu adalah riba, setelah ia membelinya, kita baru tahu bahwa kredit motor itu adalah riba (disini si fulanah sufah didakwhkan bahwa kredit itu riba).

lalu, bolehkah kita pakai barangnya untuk mengantar anak sekolah dan lain-lain? apa jika kita memakainya, kita mendapatkan dosa riba?

syukron..
Redaksi salamdakwah.com
8 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Boleh membeli barang tersebut, kecuali jika ada maslahat kita menjauhinya dan tidak bermuamalah dengannya dan dengan tidak memanfaatkan barang hasil Riba tersebut, seperti dia sadar bahwa Riba adalah perbuatan dosa besar.

Berikut ini kami terjemahkan potongan muhadharah syaikh Utsaimin yang telah ditulis:
Oleh karena itu kami memiliki kaidah: bahwa apa yang diharamkan karena cara mendapatkannya (yang salah.pent) maka itu diharamkan hanya untuk orang yang mendapatkannya saja tanpa orang yang mengambil dari dia dengan cara yang halal.

Dengan demikian boleh menerima hadiah dari orang yang bermuamalah dengan riba, begitu pula jual beli dengannya, kecuali jika ada Maslahat kala memboikotnya, maksudnya dalam bermuamalah dengannya dan ketika tidak menerima hadiahnya ada maslahat.....adapun apa yang diharamkan karena dzatnya maka ini haram bagi orang yang mendapatkannya atau selainnya, misalnya jika seseorang yang berpendapat bahwa khamr itu halal seperti orang Yahudi dan Nasrani menghadiahkan khamr kepadaku, apakah aku boleh menerimanya?
Tidak boleh (jawabannya.pent) karena Khamr diharamkan dzatnya bagiku.

http://audio.islamweb.net/audio/index.php?page=FullContent&audioid=111089

Perlu kami tambahkan bahwa kasus Riba beda dengan pencurian atau mengambil hak orang lain dengan batil dan tanpa kerelaan darinya, karena barang hasil curian adalah haram, baik bagi si pencuri atau orang yang mendapatkannya dari pencuri dengan cara yang halal. Lihat Fatwa syaikh Utsaimin di Fatawa Islamiah 3/178-179
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com