SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Antara mentaati suami dan larangan keluarga serta guru agama


Akhwat (Cilacap)
8 years ago

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bismillaahirrahmaanirrahim,


Begini ustadz wa ustadzah, ana punya sahabat telah menikah, namun suami dari sahabat ana ternyata masuk jamaah khuruj, keluarga serta guru agama sahabat ana melarang.

Pertanyaan ana, Manakah yang harus sahabat ana ikuti?

Di satu sisi adalah keluarga pribada dan guru agama di sisi lain adalah suami dan juga keluarganya.
Mohon penjelasan dan pendapatnya ya ustadz wa ustadzah

Atas jawabannya ana ucapkan terimakasih

Barakallahu wa jazakumullahu khoiron katsiran
Redaksi salamdakwah.com
8 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Seorang yang telah mengikrarkan keimanan kepada Allah ta'ala dan Rasulnya berarti telah siap menjadikan perintah keduanya diatas semua perintah makhluq. Allah ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا (النساء:٥٩)
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Keta'atan mutlaq hanyalah diberikan dalam hal-hal yang disyariatkan oleh Islam.
Semua yang disyariatkan dalam Islam adalah sesuatu yang baik. Kalau ada perintah makhluq yang menyelisihi Syari'at Islam maka sudah bisa dipastikan itu adalah keburukan, dan kita dilarang melaksanakan perintah tersebut meski orang yang memerintahkan hal itu adalah orang yang sangat dekat dengan kita.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لَا طَاعَةَ لِمَخْلُوقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ.أخرجه أبو بكر الخلال في السنة رقم 58. صححه الألباني في صحيح الجامع الصغير 2/1250

Tidak boleh ada keta'atan untuk satu makhluq dalam bermaksiat kepada Allah

Dalam Islam seorang manusia memiliki kewajiban untuk berbakti dan mentaati orang tertentu. Seorang laki-laki harus menta'ati orang tua dan Waliyyul Amr, di sisi lain seorang wanita pun sama, akan tetapi dia memiliki kewajiban tambahan, yaitu mentaati suaminya, tapi itu semua memiliki batasan, yaitu ketaatan dalam kebaikan (yang sesuai syariat), adapun jika keluar dari itu maka tidak boleh diikuti.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
إنما الطاعة في المعروف.أخرجه البخاري رقم7145 و مسلم رقم 1840
Sesungguhnya ketaatan hanya pada perkara yang baik

Dalam kasus yang anda bawakan diketahui, bahwa ada pertentangan antara dua pihak yang tidak bisa dikompromikan, yaitu pihak suami dan pihak keluarga serta guru.
Untuk memutuskan pihak mana yang diikuti maka harus dilihat pihak manakah yang jalannya sesuai dengan syari'at Islam.

Yang kami fahami dari pertanyaan anda, persoalan yang dihadapi sahabat anda berporos di status Jama'ah Khuruj. Oleh karena itu jama'ah ini perlu ditimbang dengan timbangan syari'ah, dan ini mengharuskan kita untuk meruju' kepada keterangan ulama' yang terpercaya.

Ulama' kontemporer (yang keilmuannya tidak diragukan lagi) berbeda pendapat dalam menghukumi jama'ah ini secara umum, tetapi mereka semua sepakat bahwa ada lubang besar dalam jama'ah ini yang harus segera ditambal, yaitu kurangnya ilmu syar'i. Kurangnya ilmu syar'i ini berefek pada salahnya apa yang mereka sampaikan kepada ummat di lapangan dan pengamalan Islam yang tidak tepat.

Oleh karena itu kami pribadi tidak menganjurkan seseorang untuk masuk dan menjadi anggota jama'ah ini. Kami mengapresiasi semangat dari kelompok ini dalam berdakwah dan kami berharap kepada orang-orang yang keluarganya ikut dalam jama'ah ini supaya menggandeng tangan mereka dan mengajak mereka menuntut ilmu syar'i lebih dalam sehingga semangat dakwah yang tinggi bisa diarahkan kepada hal-hal yang tepat.
Janganlah kita buru-buru memboikot kenalan kita yang ikut dalam jam'ah ini sebelum kita dakwahi mereka dengan hikmah, Mau'idhoh Hasanah dan perdebatan yang paling baik.

Kembali kepada kasus yang ditanyakan, Jika ada pelanggaran syar'i dari suami karena mengikuti pemimpin jama'ahnya, dan dia mengajak istri ikut serta dalam pelanggaran ini maka istri tidak boleh mengikutinya dan harus terus menasehatinya, baik secara langsung atau melalui orang lain yang dikenal baik oleh suami tersebut.

Seandainya suami tersebut melakukan penyelisihan yang berat terhadap syariat (seperti melakukan kesyirikan) dan mengajak serta istri serta keluarganya terus menerus, padahal istri sudah menolak dan menasehati berkali-kali maka seharusnya ketika itu istri berusaha berlepas diri dari suami tersebut untuk menyelamatkan agamanya, karena agama adalah modal utama seorang hamba bertemu Allah ta'ala di akhirat kelak.

Semoga Allah ta'ala memperbaiki keadaan keluarga tersebut dan meluruskan jalan mereka (secara khusus) dan kaum muslimin secara umum. Hanya kepadaNya lah kita menyandarkan semua perkara kita.
إنه ولي ذلك والقادر عليه

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com