SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

cara hitung zakat perdagangan


Ikhwan (tangerang)
8 years ago

Assalamualaykum,

Ustd mohon penjelasanya mengenai jakat tijarah/perdagangan, cara penentuan beserta persentasinya apakah benar 2.5% dari modal pembelian.dalam hal ini untuk tijarah penjualan pakaian.
Syukron. Jazakumullah khoir.
Redaksi salamdakwah.com
8 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Untuk lebih mudahnya pertama-tama anda total barang dagangan anda pertama kali didatangkan, apakah nilainya sudah mencapai Nishab emas (85 gram) atau perak (595 gram). Lihat masalah penggunaan salah satu Nishab di http://www.salamdakwah.com/baca-pertanyaan/patokan-nishob-zakat-maal.html

Ketika sudah yakin bahwa nilai barang dagangan telah mencapai Nishab maka anda mencatat tanggal (dalam hijriah) tersebut, karena saat itulah perhitungan haul dimulai, dan pada tanggal yang sama pada tahun depannya anda harus mengeluarkan zakat barang dagangan tersebut jika nilainya tidak kurang dari Nishab selama setahun (yang dianggap adalah nilai barang dagangan saat dikeluarkannya zakat, dan bukan saat belanja barang tersebut),.

Perlu diketahui bahwa uang yang tersedia waktu pengeluaran zakat, nantinya akan dijumlahkan ke total hutang-hutang konsumen kepada anda yang masih bisa diharapkan. Dengan catatan, itu setelah dipotong biaya operasional dan utang anda yang telah jatuh temponya pada tahun keluarnya zakat.
Berikutnya 2,5 % dari nilai akhir itulah nilai zakat yang dikeluarkan.

Berikut ini gambaran ringkasnya:
Zakat = nilai total barang dagangan (ketika tiba saat berzakat) + uang dari hasil berdagang yang tersimpan/tersedia+utang konsumen yang masih bisa diharapkan kembali - (biaya operasional +utang pedagang kepada orang lain) :40

Untuk lebih jelasnya kami akan memberikan contoh:

Barang dagangan pertama kali didatangkan (tanggal 25 Ramadhan 1432 H) senilai: Rp. 9.800.000 (ini sudah mencapai nishab perak maka dimulailah hitungan haul, itu berdasarkan harga perak murni saat tulisan ini dibuat) Dan ketika sudah lewat setahun nilai barang dagangan yang dimiliki Rp. 10.000.000.

Pada tanggal 25 Ramadhan 1433 H uang hasil dagang yang terkumpul selama setahun sekitar: Rp. 20.000.000

biaya operasional selama setahun seperti telpon, listrik dll sekitar Rp. 5.000.000

Pada tanggal 25 Ramadhan 1433 H utang pelanggan yang masih diharapkan bisa kembali sekitar Rp. 2.000.000

utang pedagang kepada orang lain yang jatuh tempo pada 1433 H Rp. 3.000.000

10.000.000 + 20.000.000 + 2.000.000 – (5.000.000 + 3.000.000) :40
32.000.000 – 8.000.000 :40
24.000.000 :40 = 600.000
zakat yang wajib dikeluarkan: 600.000
tulisan ini di dari beberapa sumber diantaranya:
http://www.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=68493
http://islamqa.info/ar/ref/178904

wallahu a'lam
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com