SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Sholat tahajud


Ikhwan
9 years ago

Assalamualaikum
1. Bolehkah sholat tahajud 2 rakaat saja dan dilanjutkan sholat witir 3 rakaat.
2. Adakah dzikir khusus setelah sholat tahajud? Atau sama dzikir setelah sholat fardhu. Lebih utama mana waktu berdoanya? Setelah sholat tahajud atau setelah witir?
3. Di masjid dekat saya seminggu sekali sholat tahajud berjamaah, bagaimana hukumnya? Lebih utama mana sholat tahajud sendirian di rumah atau berjamaah sama istri?
4. Ada pendapat kl sholat dhuha di kantor tidak disarankan karena kerja di kantor itu ibadah wajib sementara sholat dhuha itu sunnah, bagaimana hukumnya?
5. Ada pendapat kalau sudah sholat tahajud dan witir di malam hari, maka tidak perlu sholat dhuha keesokan harinya, bagaimana hukumnya?
Mohon penjelasan dan dalilnya.
Terimakasih
Wassalamualaikum
Redaksi SalamDakwah
9 years ago

و عليكم السلام ورحمة الله و بركاته
1. Boleh tahajjud dengan 2 raka’at saja
2. Saya tidak mengetahui ada dzikir khusus setelah shalat tahajjud, kalau melakukan tahajjud dan witir di 1/3 malam terakhir maka berdo’a saat selesai tahajjud atau witir sangat dianjurkan karena itu waktu mustajab, adapun mana yang lebih utama antara setelah tahajjud atau witir maka saya tidak tahu masalah keutamaan masalah ini.

3. Kalau menjadikan itu(shalat tahajjud jama’ah sekali seminggu) kebiasaan dan menganggap ada kekhususan waktu tersebut maka ini tidak boleh.
shalat-shalat selain shalat Fardhu sebaiknya dilaksanakan di rumah berdasarkan hadits Rasul shallallahu alaihi wa sallam:
فإن أفضل الصلاة صلاة المرء في بيته إلا المكتوبة. رواه البخاري رقم 731
“Sesungguhnya sebaik-baik shalat adalah shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat Fardhu.”

Boleh melaksanakan shalat tahajjud berjama’ah dengan istri sekali-kali dan tidak terus menerus karena Rasulullah tidak melakukan shalat malam berjama’ah terus menerus dengan istri-istri beliau.
Ibnu qudamah menulis dalam kitabnya Al-Mughni (terjemahnya): boleh melaksanakan shalat (selain Fardhu) secara berjama’ah atau sendiri karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam melaksanakan dengan dua cara tersebut, akan tetapi seringnya beliau melaksanakan shalat itu sendirian. (Al-Mughi oleh Ibnu Qudamah juz.2 hal.104)

Syaikh Utsaimin juga berpendapat sama, berikut terjenamahan perkataan beliau: shalat-shalat sunnah yang tidak disunnahkan untuk dilaksanakan secara berjama’ah adalah shalat sunnah Rawatib, shalat malam selain bulan Ramadhan. Akan tetapi boleh melaksanakannya secara berjama’ah jika tidak terus-menerus (kadang-kadang). (http://www.ibnothaimeen.com/all/books/article_18059.shtml)

4. Berikut terjemahan dari Fatwa lajnah Daimah: …tidak selayaknya seorang pegawai melalaikan pekerjaan yang merupakan kewajibannya demi melaksanakan perkara yang sunnah, karena shalat Dhuha sunnah, jadi hal yang wajib tidak boleh ditinggalkan untuk perkara yang sunnah….
(http://www.alifta.net/Search/ResultDetails.aspx?lang=ar&view=result&fatwaNum=true&FatwaNumID=19285&ID=9172&searchScope=3&SearchScopeLevels1=&SearchScopeLevels2=&highLight=1&SearchType=EXACT&SearchMoesar=false&bookID=&LeftVal=0&RightVal=0&simple=&SearchCriteria=AnyWord&PagePath=&siteSection=1&searchkeyword=#firstKeyWordFound) no. fatwa 19285

5. Sepengetahuan saya shalat dhuha tetap perlu dilaksanakan saat itu, mohon dicantumkan siapa yang berpendapat seperti itu dan dalilnya.

Saya akan sangat senang sekali jika ada ikhwah yang mempunyai jawaban dan dalil untuk pertanyaan-pertanyaan yang tidak saya jawab. Saya akan sangat senang bisa tahu hal-hal baru dan ruju’ dari kesalahan jika ada dalil yang menguatkan.

Wallahu ‘a’lam bishawab
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com