SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

jodoh bukan takdir, menunda pernikahan karena masalah harta


Ikhwan (Jakarta)
8 years ago

Assalamualaikum
1. Ustad saya pernah mendengar pada khutbah jumat, ada yang mengatakan jodoh itu bukan takdir, tetapi jodoh itu usaha dan doa
2. Apakah khitbah itu ada batas berapa laman waktunya
3. apakah hukumnya seorang muslim menunda untuk berumah tangga, karna disebakan
materi yang belum cukup menghidupi rumah tangga nya nanti.
Redaksi salamdakwah.com
8 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Kami ingin membahas dua hal yang berhubungan dengan pertanyaan.

Pembahasan pertama:
Cepat atau lambatnya pernikahan seseorang merupakan Takdir yang sudah Allah ta'ala gariskan untuknya, begitu pula pasangan hidup yang Allah berikan. Akan tetapi tugas seorang hamba hanyalah berusaha dan berdo'a sebaik mungkin untuk segera menikah dan mendapatkan pasangan yang baik untuk kehidupan dunia dan akhiratnya.
Oleh karena itu, ungkapan bahwa jodoh atau pasangan bukanlah Takdir Allah adalah salah. Allah ta'ala berfirman:
إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ (القمر:٤٩)
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (taqdir).

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda
كُلُّ شَيْءٍ بِقَدَرٍ، حَتَّى الْعَجْزِ وَالْكَيْسِ. أخرجه مسلم 2655

“Segala sesuatu terjadi atas takdir, bahkan kelemahan dan kecerdasan

Pembahasan kedua:
Pemuda yang menunda pernikahan karena harta ada dua macam: ada yang udzurnya bisa diterima dan ada yang tidak bisa diterima:

Pertama:
udzur yang bisa diterima seperti pemuda yang belum memiliki penghasilan sama sekali dan belum ada gambaran pintu rezeki, di sisi lain tidak ada keluarganya yang siap membantu kalau dia menikah dan belum ada calon istri yang mapan. Tapi seandainya dalam keadaan ini dia tetap menikah karena ingin menjaga dirinya dari hal-hal yang diharamkan dan bertekad kuat akan berusaha mencari rizki maka ini baik dan insyaAllah rizki Allah akan datang karena Allah telah bersabda:
وَأَنْكِحُوا الأيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (النور:٣٢)
Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian[tidak punya pasangan] diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui.

Seorang pemuda, dalam keadaan seperti ini (terhalang menikah karena udzur seperti ini) seharusnya tidak tinggal diam, akan tetapi giat dalam bekerja dan mencari peluang usaha serta pintu Rezeki. Dan saat Allah ta'ala sudah mendapati seorang hamba sungguh-sungguh dalam berusaha demi melaksanakan syariat-Nya niscaya Dia akan membuka jalan baginya atau bahkan dia menjadi berlimpah Rezeki sebagai karunia Allah terhadapnya.

Kedua:
Udzur yang tidak bisa diterima contohnya:
1. Belum menikah karena belum punya rumah sendiri
2. Belum menikah karena adatnya dia hanya menikah dengan orang yang sesuku dengan dia
3. Belum menikah karena tidak ingin berpisah dengan keluarga besar
4. Belum menikah karena belum selesai study
5. Belum menikah karena belum mencapai posisi tertentu dalam pekerjaan
6. Belum menikah karena belum mencapai gaji yang tinggi
lih. http://islamqa.info/ar/ref/146150

wallahu a'lam
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com