SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Membayar Hutang Puasa setelah pertengahan Sya\'ban


Ikhwan (depok)
7 years ago

apakah boleh membayar hutang puasa seminggu sebelum Puasa ramadhon tiba ? terimakasih
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago

Ada hadits yang melarang berpuasa setelah Sya’ban mencapai pertengahan, khususnya pada 1 atau dua hari sebelum Ramadhan, berikut hadits tersebut:
Pertama:
إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ، فَلَا تَصُومُوا.أخرجه أبو داود 2337,و النسائي رقم 2923 صححه الألباني
Jika Sya’ban telah mencapai pertengahan maka jangan kalian berpuasa.

Kedua:
لَا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلَا يَوْمَيْنِ إِلَّا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا، فَلْيَصُمْهُ.أخرجه البخاري رقم 1914 ومسلم رقم 1082. واللفظ لمسلم
Janganlah mendahului Ramadhan dengan sehari atau dua hari berpuasa kecuali jika seseorang memiliki kebiasaan berpuasa, maka berpuasalah

Tapi larangan itu tidak secara mutlak karena ada dalil-dalil lain yang menunjukkan ada pengecualian.
Diantaranya adalah orang yang sudah terbiasa berpuasa pada bulan-bulan sebelumnya, seperti orang-orang yang berpuasa Senin-dan Kamis pada bulan-bulan sebelum Ramadhan maka dia boleh berpuasa setelah pertengahan Sya’ban, bahkan pada hari syak (yang diragukan) berdasarkan hadits diatas.

Imam Nawawi pernah menulis: jika boleh berpuasa sunnah pada hari syak maka berpuasa wajib lebih utama untuk dibolehkan. Al-Majmu’ syarhul Muhadzdzab oleh imam Nawawi 6/400

Termasuk puasa yang wajib adalah puasa qadha’ (mengganti), apalagi jika jumlah puasa yang harus diqadha’ sesuai dengan sisa jumlah hari sebelum masuk Ramadhan, maka kewajiban puasa qadha’ yang sebelumnya muwassa’(ada kesempatan untuk menunda) jadi sempit, analoginya adalah jika seseorang belum shalat dhuhur sedangkan waktu dhuhur tinggal sedikit dan hanya cukup untuk melaksanakan shalat dhuhur, ketika itu dia harus melaksanakan shalat dhuhur.

Ringkasnya, boleh melaksanakan puasa Qadha’ setelah pertengahan Sya’ban. Tapi yang lebih utama adalah seseorang bersegera membayar puasa wajib yang ditinggalkannya dan tidak menunda-nundanya sampai pertengahan Sya’ban tanpa udzur yang syar’i supaya bisa terhindar dari dhahir larangan Rasul shallallahu alaihi wa sallam dan karena umur manusia tidak ada yang tahu, jangan sampai seseorang meninggal sedangkan dia masih belum menyelesaikan kewajibannya.
Wallahu a’lam
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com