SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Tata Cara Shalat Yang Berbeda Dengan Keluarga


Akhwat
1 week ago on Ibadah

Bismillah.. ana seringkali dimarahi oleh keluarga baik ayah, ibu atau kakak perempuan. Karena ana ketika sujud akan melebarkan bukaan tangan sebagimana laki-laki begitu pula saat ruku’. Bisa dikatakan hampir seluruh shalat ana dimarahi katanya ana bikin ajaran baru dan lain-lain. ibu ana menyuruh ana shalat sebagaimana yg diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Padahal ana berusaha mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yg dimana tidak ana perbedaan antara shalat laki-laki dan perempuan tapi mereka malah semakin mengatakan ana Sesat. Jadi bolehkah ana ketika sujud merapatkan sedikit tangan ana tanpa terlalu melebarkan begitu pula ketika ruku’ agar keluarga tidak memarahi ana? Apakah ini akan menyebabkan shalat ana batal ?Juga ana sering dibilang sama ibu kalau ana tetap shalatnya spt ini, nanti mukena Shalat anabakal dibuka oleh beliau.
Redaksi salamdakwah.com
1 week ago

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

 

Semoga Allah ta'ala mudahkan anda untuk terus mendalami ajaran Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan mempraktekannya. Saran kami adalah anda melaksanakan shalat di tempat pribadi dan tempat terdalam di rumah anda yang tidak bisa disaksikan oleh keluarga anda sehingga anda bisa mempraktekkan apa yang anda yakini sesuai dengan sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam.  Dari Ummu Salamah radhiallahu anha, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,


خَيْرُ مَسَاجِدِ النِّسَاءِ قَعْرُ بُيُوتِهِنَّ


"Sebaik-baik masjid (tempat shalat) bagi wanita adalah di bagian dalam rumahnya." (HR. Ahmad, no. 26543, dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Shahih Targhib, no. 341)

Dalam riwayat lain disebutkan:


عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ سُوَيْدٍ الْأَنْصَارِيِّ، عَنْ عَمَّتِهِ أُمِّ حُمَيْدٍ امْرَأَةِ أَبِي حُمَيْدٍ السَّاعِدِيِّ، أَنَّهَا جَاءَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي أُحِبُّ الصَّلَاةَ مَعَكَ، قَالَ: " قَدْ عَلِمْتُ أَنَّكِ تُحِبِّينَ الصَّلَاةَ مَعِي، وَصَلَاتُكِ فِي بَيْتِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلَاتِكِ فِي حُجْرَتِكِ، وَصَلَاتُكِ فِي حُجْرَتِكِ خَيْرٌ مِنْ صَلَاتِكِ فِي دَارِكِ، وَصَلَاتُكِ فِي دَارِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلَاتِكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ، وَصَلَاتُكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلَاتِكِ فِي مَسْجِدِي "، قَالَ: فَأَمَرَتْ فَبُنِيَ لَهَا مَسْجِدٌ فِي أَقْصَى شَيْءٍ مِنْ بَيْتِهَا وَأَظْلَمِهِ، فَكَانَتْ تُصَلِّي فِيهِ حَتَّى لَقِيَتِ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ


Dari Abdullahbin Suwaid al-Anshari, dari tantenya Ummu Humaid, isteri Abu Humaid As-Sa'idi radhiallahu anhuma, dia mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, lalu berkata, "Wahai Rasulullah, aku senang jika shalat bersama engkau,' Beliau berkata, 'Aku telah mengetahui bahwa engkau suka shalat bersamaku, (akan tetapi) shalatmu di rumahmu (bagian dalam) lebih baik daripada shalatmu di rumahmua bagian depan, dan shalatmu di rumahmu bagian depan, lebih baik dari shalatmu di perkampunganmu, shalatmu di perkampunganmu lebih baik dari shalatmu di masjidku." Lalu beliau minta dibuatkan masjid (tempat shalat) dia bagian terdalam di rumahnya dan dijadikan gelap. Maka seterusnya dia shalat di sana hingga berjumpa dengan Allah Azza wa Jalla." (HR. Ahmad, no. 27090 dinyatakan hasan oleh Al-Albany)

Anda bisa menyampaikan kepada keluarga bahwa masalah semacam ini adalah masalah yang diperselisihkan dalam masalah fikih dengan didasari dalil yang layak untuk diperhitungkan sehingga tidak tepat bila dikatakan anda sesat hanya dikarenakan hal ini. Pendapat yang kuat adalah gerakan laki-laki dan perempuan sama. Berikut ini Fatwa syaikh Ibnu Baz yang kami terjemahkan:
Pendapat yang benar: tidak ada beda antara shalat laki-laki dan shalat perempuan. perbedaan yang disebutkan beberapa Ahli Fiqih tidak didasari dalil. Hadits yang Anda sebutkan dalam pertanyaan adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wa salam:


وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي


Dan shalatlah Kalian sebagaimana Kalian melihatku melaksanakan shalat. HR. Bukhari no.631

Ini adalah dalil yang mencakup semuanya (Laki-Laki dan Perempuan.pent) . Dan pensyariatan (asalnya.pent) meliputi Laki-Laki dan Perempuan, kecuali ada dalil yang mengkhususkan (untuk salah satu jenis). Majmu' Fatawa Ibnu Baz 11/80


Apabila setelah deiberi informasi dan dinukilkan fatwa keluarga memberikan tekanan yang tidak kuat untuk dipikul maka silahkan melaksanakan shalat dengan tidak melebarkan tangan saat sujud 


وبالله التوفيق

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com