SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Orangtua Melarang Keluar Dari Pekerjaan Riba


Akhwat (Tasikmalaya)
1 week ago on Riba

Assalamualaikum ustad, saya wanita muslim 24 th. Saat ini saya bekerja di koperasi simpan pinjam, saya merasa ketidak nyamanan selama bekerja disana karena berbagai alasan yang mana salah satunya riba. Batin saya bergejolak ketika berada di lingkungan mereka. Saya ijin kepada orangtua untuk keluar dari pekerjaan tersebut, namun beliau menentangnya dengan alasan mencari pekerjaan lain dengan umur saya 24 th lebih akan sangat susah dan orangtua tidak ingin anaknya sengsara ketika nanti tua. Mereka bilang menyesal itu tidak akn datang dari awal, kalau sekarang saya keluar kerja apa mungkin akan cepat/ bahkan akan mendapatkan pekerjaan kembali? intinya orangtua saya khawatir akan masa depan anaknya nanti ketika mereka sudah tiada. Tapi ustad, saya sudah tidak tahan jika harus tetap bekerja disana. Mohon bimbingannya
Redaksi salamdakwah.com
1 week ago

 

وعيلكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apabila memang sudah dipastikan bahwa koperasi itu model usahanya dengan didasari sitem riba maka bekerja di tempat itu hukumnya bermasalah. Orang yang bekerja di dalamnya bisa jadi terlaknat karena posisinya di bank tersebut. Dalam dalah satu hadits shahih disebutkan:


عَنْ جَابِرٍ، قَالَ: «لَعَنَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا، وَمُؤْكِلَهُ، وَكَاتِبَهُ، وَشَاهِدَيْهِ»، وَقَالَ: «هُمْ سَوَاءٌ 


Dari Jabir radhiyallahu anhu; dia berkata, 'Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, nasabah riba, juru catat, dan dua saksi transaksi riba. Rasulullah bersabda, 'Mereka semua itu sama.'' HR. Muslim no.1598

Jika memang bidang kerja pegawai bank tidak terlibat dengan kegiatan yang disebutkan dalam hadits maka ia tetap terkena larangan yang disebutkan dalam al-Qur'an surat al-Maidah ayat 2:


وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ 


Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.

Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah menerangkan terkait bekerja di lembaga keuangan riba," Seorang muslim tidak boleh bekerja di bank yang bermuamalah dengan riba meskipun pekerjaan muslim tadi bukanlah pekerjaan ribawi (yang langsung berhubungan dengan riba). Mengingat pegawai itu memenuhi kebutuhan para pegawai yang bersentuhan langsung dengan riba dan mengingat para pegawai itu juga meminta tolong kepadanya dalam pekerjaan ribawi mereka. Allah ta'ala telah berfirman (Al-Maidah ayat 2)

 وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ 

Dan janganlah kalian tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran

   
Allahlah yang memberi petunjuk. Wa shallallahu ala Nabiyyina Muhammad Wa Aalihi wa Sahbihi wa sallam.
Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wa al-Ifta
Fatwa ini ditandatangani oleh
Abdullah bin Qu'ud selaku Anggota
Abdullah bin Ghadyan selaku anggota
Abdurrazzaq Afifi selaku anggota
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku ketua
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 15/41 pertanyaan kedua dari fatwa no.2608

Terkait arahan orang tua yang meminta terus bekerja di koperasi tersebut maka ini adalah termasuk arahan yang menyelisihi syariat sehingga tidak wajib untuk ditaati. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi menerangkan:"Taat kepada kedua orang tua hukumnya wajib dalam hal yang ma'ruf (baik), adapun bila kedua orang tua memerintahkan untuk bermaksiat maka tidak boleh mentaatinya, ini berdasarkan perkataan Nabi shallallahu alaihi wa sallam


إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي المَعْرُوْفِ


"Sesungguhnya kepatuhan itu hanya pada kebajikan.''

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Qu'ud (Anggota) 
Abdullah bin Ghadyan (Anggota)

Abdurrazzaq `Afifi (Wakil Ketua) 
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua Komite)

Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 1/541. Pertanyaan Pertama dari Fatwa Nomor: 5994

Sikap anda tidaklah termasuk dalam sikap durhaka kepada orang tua dalam pandangan syariat mengingat arahan orang tua lah yang menyelisihi syariat. Perlu kita fahami bersama bahwa ketaatan kepada Allah ta'ala dan Rasulnya lebih didahulukan dari pada ketaatan kepada orang tua bila tidak bisa mengkompromikan antar perintah dan arahan. Saran kami adalah jangan mengambil hati atas cercaan dan ancaman orang tua, bersabarlah menghadapi orang tua tersebut. Anda perlu meyakini bahwa Allah ta'ala akan mengganti yang lebih baik bila anda meninggalkan pekerjaan ini. Sampaikan juga hal yang demikian ke orang tua anda. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ


Tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah Azza Wa Jalla melainkan Allah akan mengganti dengan sesuatu yang lebih baik darinya untukmu. HR. Ahmad no.23074

Meskipun kadang-kadang Allah ta'ala tidak langsung menggantinya, kadang kala Allah ta'ala menguji pertaubatan kita, apakah kita sungguh-sungguh bertaubat ataukah tidak. Kami sarankan kepada anda untuk bersabar dan tidak mengambil hati atas apa yang dilakukan oleh orang tua. Anda bisa memberi nasehat ke orang tua anda dengan cara yang tepat dan menyesuaikan dengan posisi beliau sebagai orang tua. Silahkan anda menyampaikan juga kepada mereka bahwa anda begitu mencintai mereka dan ingin mereka berbahagia di dunia dan akhirat. 

Faktanya apa yang menimpa anda bukanlah hal yang paling menyakitkan di dunia, apabila kita melihat cerita orang-orang terdahulu (yang tetap komitmen berbakti meski perlakuan orang tua tidak layak) maka kita akan kaget dan tahu betapa nikmat Allah amatlah besar dan amatlah banyak telah kita terima. Kita selayaknya melihat orang yang berada dibawah kita saat kita merasa berat dalam menghadapi cobaan seperti ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:



انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللهِ  عَلَيْكُمْ

”Lihatlah orang yang lebih rendah (kenikmatannya) dari kalian dan janganlah melihat kepada yang lebih banyak (kenikmatannya) dari kalian agar kalian tidak mencela nikmat yang Allah anugerahkan kepada kalian.”HR. Muslim no.2963 dan yang lainnya 

Terkait oang tua yang memiliki kecendrungan buruk, layak kiranya anda memperhatikan bahwa tidak sedikit orang yang juga ditekan oleh orang tuanya. Nabi Ibrahim alaihissalam dalam rangka menegakkan kebaikan pernah diancam oleh ayah beliau sendiri Azar yang mengingkari dan bahkan mengancam Nabi Ibrahim as dengan rajam dan pengusiran. Dalam surat Maryam ayat 46 disebutkan


قَالَ أَرَاغِبٌ أَنْتَ عَنْ آلِهَتِي يَا إِبْرَاهِيمُ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ لأرْجُمَنَّكَ وَاهْجُرْنِي مَلِيًّا (٤٦)قَالَ سَلامٌ عَلَيْكَ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّي إِنَّهُ كَانَ بِي حَفِيًّا


46. berkata bapaknya: "Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, Hai Ibrahim? jika kamu tidak berhenti, Maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama".

47. berkata Ibrahim: "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di menafsirkan ayat yang menunjukkan respon Nabi Ibrohim terhadap sikap keras kepala ayahnya padahal sudah didakwahi:

Maka alkholil (Ibrahim.pen) menjawab dengan jawaban hamba Allah ketika berbicara dengan orang yang tidak mengetahui. Beliau tidak mencelanya dan tidak meresponnya dengan sesuatu yang tidak disukai, akan tetapi beliau bersabar. Beliau mengatakan:


سَلاَمٌ عَلَيْكَ


Anda akan selamat dari celaanku yang tidak Anda sukai.


سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّي إِنَّهُ كَانَ بِي حَفِيًّا


Aku tetap mendoakan Anda supaya mendapat hidayah untuk memeluk Islam dan supaya Anda mendapat maghfiroh sehingga Anda mendapat ampunan. Taisir Al-Karim Ar-Rahman Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di hal.494

Oleh karena itu semua ambillah sisi positif dari apa yang menimpa anda sekarang dengan menjadikan cobaan ini sebagai sumber pahala dengan terus bersabar. Semoga Allah ta'ala memberikan kemudahan bagi anda dan keluarga untuk istiqomah di jalan-Nya dan semoga Allah ta'ala memberikah hidayah kepada mertua anda.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

   

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com