SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Niat Membatalkan Ibadah


Akhwat
1 week ago on Ibadah

Bismillah.. Pertanyaan 1 Seorang yg berniat ingin membatalkan wudhu' ketika sedang berwudhu’, apakah wudhu'nya batal? Misalnya ketika dia sedang mengusap kepala, dia berniat untuk gak mau berwudhu’ atau dia ingin makan atau dia ingin main hape, apakah yg semacam ini menyebabkan wudhu' seseorang batal dan harus dimulai dari awal?
Redaksi salamdakwah.com
1 week ago

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

 

Apabila yang dimaksud dengan niat di sini adalah bertekad untuk memotong niat berwudhu saat wudhu itu sedang dilaksanakan maka wudhu itu batal. As-Sa’dy dalam fatwa sa’diyah hal. 228 berkata, ‘Memutuskan niatan dalam ibadah ada dua macam. Macam pertama, tidak merusak sedikitpun. Hal itu setelah sempurnanya ibadah. Macam kedua, memutuskan niat ibadah ketika dalam pelaksanaan ibadah. Hal ini tidak sah ibadahnya

Dalam kitab ‘Al-Mugni, 1/278 dikatakan, ‘

وإن تلبس بها –أي بالصلاة- بنية صحيحة , ثم نوى قطعها , والخروج منها , بطلت . وبهذا قال الشافعي

Kalau dia melakukannya –yakni shalat- dengan niatan sah, kemudian berniat memutuskannya serta keluar darinya, maka (shalatnya) batal. Ini adalah pendapat Syafi’i.’ 

Siapa yang telah berniat kuat untuk memutuskan ibadah, maka ibadah tersebut batal. Akan tetapi kalau sekedar lintasan pikiran, hal itu tidak membatalkan ibadah. Dari sini, maka kalau sekedar lintasan pikiran untuk memutuskan ibadah maka ibadahnya tidak batal sampai ada niatan kuat untuk membatalkannya. Kalau ragu-ragu disela wudu apakah keluar air seni misalnya. Kemudian ia berhenti sebentar untuk melihat tanpa ada niatan memutuskannya maka seperti ini ada yang mengatakan batal dan yang lain ada yang mengatakan tidak batal. Dalam kitab Zad al-Mustaqni' disebutkan:

فإن قطعها في أثناء الصلاة أو تردد بطلت

Apabila seseorang berniat memutus niat saat di tengah-tengah shalat atau ragu-ragu (antara melanjutkan atau memutus niat shalat) maka shalatnya batal.

Ada Ulama' lain yang berpandangan bahwa ragu-ragu dalam niat tidak membatalkan  shalat. Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rahimahullah menerangkan:

مثاله: سمع قارعاً يقرع الباب فتردَّد؛ أأقطعُ الصلاةَ أو أستمرُّ؟ يقول المؤلِّف: إن الصلاة تبطل، وإن لم يعزم على القطع.
وقال بعض أهل العلم: إنها لا تبطل بالتردُّد  ؛ وذلك لأن الأصل بقاء النيَّة، والتردُّد هذا لا يبطلها، وهذا القول هو الصَّحيح 

Misalnya seseorang mendengar orang yang mengetuk pintu, ia pun ragu, apakah membatalkan shalatnya ataukah meneruskannya? Penulis (Zad al-Mustaqni') berpandangan bahwa shalatnya batal  meski dia belum bertekad membatalkan...

Sebagian Ulama'  berpandangan bahwa  keraguan tidak membatalkan shalat karena hukum asalnya adalah tetapnya niat dan keraguan ini tidak membatalkannya, inilah pendapat yang benar... Syarh al-Mumti'  2/297

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com