SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Membenci suami


Akhwat (Tegal)
2 weeks ago on Keluarga

Assalamu'alaykum ustadz. Saya seorang ibu rumah tangga (25) anak 1 (2th). Belakangan ini saya merasa sangat membenci suami saya, sehingga rasa ingin bercerai semakin kuat. Suami saya seorang pecandu game online. Saya baru mengetahuinya setelah menikah, perangainya secara umum baik, tp beliau sangat cuek dan attitudenya kurang (misal: menyerahkan barang dgn cara dilempar, mengacuhkan lawan bicara). Bahasanya pun kasar & mudah emosi untuk hal² kecil, setiap hari entah berapa kali saya dibentak untuk kesalahan sepele (misal: lupa mematikan lampu, salah menaruh barang dll), beliau jg sering mencela fisik saya yg berubah setelah melahirkan. Tapi beliau ramah pada org lain kantornya. Untuk urusan ibadah suami saya malas²an dlm mengerjakan sholat, meskipun tdk pernah ditinggalkan. Namun dari segi tanggung jawab terhadap nafkah lahir beliau sangat royal. Orgtua sayapun diberi jatah setiap bulannya. Apabila saya mengajukan gugatan cerai, saya bedosa?
Redaksi salamdakwah.com
2 weeks ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Kalau boleh usul,  Apabila seorang istri melihat bahwa suami salah maka telitilah dengan sungguh-sungguh lillahi ta'ala (bukan kepentingan pribadi) apakah memang benar suami salah. Apabila memang salah salah maka sampaikan nasehat dengan bahasa, moment dan waktu yang tepat. Semoga saja Allah ta'ala membuka hatinya untuk menerima nasehat. Jangan lupa untuk mendoakan diri dan suami supaya mudah menerima kebaikan. Cobalah untuk memfokuskan diri kepada akhlak dan sisi positif dari suami. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia mengatakan: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً، إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ.

‘Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah. Jika ia tidak menyukai satu akhlak darinya, maka ia menyukai yang lainnya.’HR. Muslim no. 1469 an yang lainnya

Cobalah dipikir matang-matang sebelum meminta cerai mengingat belum bisa dipastikan bahwa suami mendatang akan lebih baik. Apabila setelah dinasehati oleh anda ternyata suami masih tidak ada perubahan maka khulu' bisa dipertimbangkan bila memang tidak bisa dipertahankan lagi pernikahan ini menurut anda. Silahkan melihat pembehasan sebelumnya di link berikut: http://www.salamdakwah.com/pertanyaan/9506-bila-suami-kasar

 

Wallahu ta'ala a'lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com