SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

menyapu kepala saat wudhu bagi yang berambut panjang dan tebal


Akhwat
2 weeks ago on Ibadah

Bismillah.. Ana seorang wanita yang panjang rambutnya melebihi di bawah pundak. Kemudian rambut ana juga keriting dan tebal. Setiap kali berwudhu’ ana akan ambil air di tgn lalu airnya dibuang kemudian jari tangan dimasukkan ke sela-sela kepala. Ana gosokkan air tsb disela-sela kepala dari atas sampai ke bawah kemudian ketika sampai di tengkuk, ana narik ke atas sambil disela-sela dan digosok dikarenakan rambut ana yg tebal. Namun hal ini sungguh sulit dikarenakan rambut ana yg sgt tebal dan keriting tersebut. Pertanyaannya, bolehkah saya mengusap kepala sy yang berambut panjang melebihi pundak dan tebal tanpa menyela-nyela bagian dalam kepala. Cukup mengusap air dari depan ke belakang kemudian dibalikkan kedepan tanpa perlu disela-sela. Ana menyela karena rambut ana tebal. Apakah mengusap kepala sah hanya dengan bagian permukaan kepala diusap saja atau memang wajib disela-sela bagi yg memiliki rambut tebal dan panjang.
Redaksi salamdakwah.com
1 week ago

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

 

Diantara cara mengusap kepala kala berwudhu, baik itu bagi laki-laki ataupun perempuan adalah:

1. Mengusap rambut kepala dari depan sampai tengkuk kemudian mengmebalikan lagi tangannya ke depan. Diriwayatkan oleh Bukhari, (185) dan Muslim, (235) dari Abdullah bin Zaid radhiallahu anhu, beliau menjelaskan tata cara wudu Nabi sallallahu alaihi wa sallam,

ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ بِيَدَيْهِ فَأَقْبَلَ بِهِمَا وَأَدْبَرَ ، بَدَأَ بِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ حَتَّى ذَهَبَ بِهِمَا إِلَى قَفَاهُ ، ثُمَّ رَدَّهُمَا إِلَى الْمَكَانِ الَّذِي بَدَأَ مِنْه

“…. Kemudian mengusap kepalanya dengan kedua tangannya. Maju mundur dengan keduanya. Dimulai dari depan kepalanya lalu diusapkan dengan keduanya sampai ke tengkuknya. Kemudian dikembalikan ke tempat semula.”

 

2. Mengusap semua kepalanya akan tetapi searah dengan rambut. Dimana tidak merubah posisi rambutnya. Tatacara ini bisa digunakan oleh orang  yang mempunyai rambut panjang –baik lelaki maupun perempuan-, ini bila mereka khawatir rambutnya akan berantakan jika kedua tangannya dikembalikan dari belakang ke depan

Diriwayatkan oleh Ahmad (26484) dan Abu Daud (128) dari Robi’ binti Muawid bin ‘Afra’ radhiallahu anha

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ عِنْدَهَا ، فَمَسَحَ الرَّأْسَ كُلَّهُ مِنْ قَرْنِ الشَّعْرِ ، كُلَّ نَاحِيَةٍ لِمُنْصَبِّ الشَّعْرِ ، لا يُحَرِّكُ الشَّعْرَ عَنْ هَيْئَتِهِ . حسنه الألباني في صحيح أبي داود

“Sesungguhnya Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam berwudu di sisinya. Kemudian mengusap seluruh kepalanya dari  atas kepala, terus ke arah rambutnya menjuntai.  Tidak menggeser rambut dari posisinya semula.” (Dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Shahih Abi Daud)

Kata ‘مِنْ قَرْن الشَّعْر’ maksudnya qorni sya’ri disini adalah di atas kepala. Memulai mengusap dari atas ke bawah.

Kata ‘كُلّ نَاحِيَة’ maksudnya setiap sisi, yaitu usapan menyeluruh, melebar dan memanjang.

Kata ‘لِمُنْصَبِّ الشَّعْر’ adalah tempat menjuntainya rambut, yaitu ke arab bawah.

Al-Iroqi mengatakan, “Maknanya bahwa memulai mengusap dari atas kepala terus sampai ke bawah. Hal itu dilakukan untuk setiap sisinya.”

Ibnu Ruslan mengatakan, “Tata cara ini khusus bagi orang yang mempunyai rambut panjang. Karena jika tangannya dikembalikan agar air sampai di akar rambut, maka rambut akan berantakan dan pemiliknya akan kesulitan kondisi rambut yang berantakan.”

Diriwayatkan dari Imam Ahmad beliau ditanya bagaimana seorang wanita yang mempunyai rambut panjang mengusap rambutnya? Beliau menjawab, “Kalau dia mau, dapat mengusap seperti yang diriwayatkan oleh Robi. Lau dia menyebut hadits tersebut seraya berkata: “Begini, lalu dia meletakkan tangannya di tengah kepalanya kemudian diusap sampai ke depannya. Kemudian tangannya diangkat kemudian di letakkan lagi di tempat semula mengusap (maksudnya diletakkan lagi di tengah kepala), kemudian diusapkan ke belakang.”

Ada kemungkinan maksud dari ‘qorn’ disini adalah depan kepala. Maksudnya mulai mengusap dari depan kepala mencakup semua sisinya sampai ke bawah rambut, yaitu ke belakang kepalanya. Yakni mengusap kepalanya satu kali dari depan ke belakang dan tidak mengembalikan lagi kedua tangannya. Karena hal itu tidak menggerakkan rambut dari posisinya. Robi’ radhiallahu anha mengatakan, “Tidak mengerakkan rambut dari posisinya.”

Silahkan lihat ‘Aunul Ma’bud, Syekh Sunan Abi Daud. ‘Nailul Author, (1/189) . Al-Mugni, (1/178).

Disebutkan dalam pertanyaan bahwa ada usaha penanya untuk menyela-nyelai rambut saat berwudhu. Wallahu ta'ala a'lam yang diwajibkan adalah melewatkan air di rambutnya dan bukan menyenyela rambut dengan air dengan tujuan sampai ke akar rambut. Syaikh Ibnu Baz rahimahullahu ta'ala pernah ditanya

 : هل يجب على المرأة أن تخلل شعرها أثناء الوضوء ؟

Apakah perempuan harus meyela-nyelai rambutnya saat ia berwudhu?


فأجاب : " ليس عليها أن تخلل الشعر ، بل تمر الماء على شعرها ويكفي "

Beliau menjawab: Dia tidak wajib untuk menyela-nyelai rambutnya. Dia hanya perlu melewatkan air pada rambutnya dan itu sudah cukup.

Wallahu ta'ala a'lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com