SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Shalat Subuh Bolong-Bolong


Ikhwan (makassar)
1 month ago on Ibadah

bismillah .,,.jadi bgini pk ustd,soalat subuh sy bolong2 pk ustad bgimana hukumx?.,.dan solusix agar supaya mudah bngn subuh pk utad?.,,makasih sblmx pk ustad
Redaksi salamdakwah.com
1 month ago

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

 

 

Meninggalkan shalat dan tidak melaksanakannya meskipun cuma sekali merupakan dosa besar. Imam Adz Dzahabi rahimahullahu ta'ala mengatakan, 

“Orang yang mengakhirkan shalat hingga keluar waktunya termasuk pelaku dosa besar. Dan yang meninggalkan shalat secara keseluruhan -yaitu 1 shalat saja- dianggap seperti orang yang berzina dan mencuri. Karena meninggalkan shalat atau luput darinya termasuk dosa besar. Oleh karena itu, orang yang meninggalkannya sampai berkali-kali termasuk pelaku dosa besar sampai dia bertaubat. Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat termasuk orang yang merugi, celaka dan termasuk orang mujrim (yang berbuat dosa).” (Al Kaba’ir, hal. 26-27)

 Meninggalkan shalat dengan sengaja adalah perbuatan dosa besar, bahkan sebagian ulama' mengatakan bahwa pelakunya kafir, oleh karena itu pelaku dosa ini harus segera bertaubat, mengerjakan shalat, berazam untuk tidak melaksanakan dosa tersebut lagi dan menyesali perbuatannya. Orang yang meninggalkan shalatnya bertahun-tahun pada masa lampau kemudian bertaubat tidak wajib untuk mengqadha' shalat yang ia tinggalkan.

Ada seorang pemuda yang berumur 23 tahun, ia berkata: Dahulu saya menyepelekan pelaksanaan shalat, bahkan puasa. Berlalu bulan-bulan Ramadhan, sedangkan saya berbuka tanpa udzur syar'i (menyepelekan), apabila saya lapar atau haus maka saya berbuka. Setelah Allah ta'ala memberi saya kesempatan bertaubat dan memberi saya hidayah, serta saya yakin tentang bahayanya masalah ini saya membiasakan diri melaksanakan shalat, akan tetapi wahai syaikh, yang membuat saya sakit adalah Shalat dan puasa yang saya tinggalkan pada umur saya yang telah berlalu. Bagaimana saya melepaskan beban saya? Jazakumullah khoir:

Syaikh Ibnu Baz menjawab:
Wahai saudaraku Anda wajib bertaubat kepada Allah ta'ala (dan Alhamdulillah). Selama Anda telah bertaubat kepada Allah, melepaskan dosa dan memperbaiki (kesalahan) maka itu sudah cukup ,Alhamdulillah. Anda tidak wajib untuk mengqadha' shalat dan puasa karena meninggalkan shalat hukumnya kafir. Taubat sudah mencukupi, ia memotong yang telah lalu... Fatawa Nur Ala Ad-Darbi 6/164

Apabila Anda telah baligh maka Anda telah melakukan suatu kesalahan besar, Anda seharusnya menempuh berbagai cara (yang diperbolehkan) supaya bisa melaksanakan shalat shubuh berjamaah di masjid pada waktunya. Syaikh Ibnu Baz pernah ditanya:
Alhamdulillah saya melaksanakan seluruh shalat di masjid kecuali shalat shubuh. Saya selalu melaksanakan shalat shubuh setelah matahari terbit sebab saya selalu ketiduran. Apakah saya berdosa? Berilah kami fatwa. Semoga Anda diberi pahala oleh Allah ta'ala.

Beliau menjawab:
Wahai hamba Allah engkau wajib melaksanakan shalat shubuh berjamaah di masjid sebagaimana engkau melaksanakan shalat lain. Engkau tidak boleh menundanya hingga terbit matahari. Bahkan ini (perbuatan penanya.pent) termasuk kemungkaran yang besar. Bahkan termasuk kekufuran yang besar bagi sekumpulan ulama'. Kita meminta kepada Allah...

Kewajiban Anda adalah bertakwa kepada Allah dan melaksanakan shalat berjamaah pada waktunya, baik itu shalat fajar atau yang lainnya. Anda harus bertakwa kepada Allah dengan tidak begadang sehingga Anda bisa melaksanakan shalat fajar pada waktunya. Anda harus memanfaatkan jam untuk membantu Anda melaksanakan shalat shubuh pada waktunya. Atau meminta bantuan sebagian keluarga untuk membangunkan Anda....

Kewajiban Anda adalah menggunakan semua cara yang bisa membantu Anda supaya bisa melaksanakan shalat shubuh dan yang lainnya secara berjamaah. Anda tidak boleh bermudah-mudahan dalam masalah ini. Bahkan sikap ini adalah termasuk sifat orang munafiq, perbuatan ini termasuk sifat orang munafiq. Allah ta'ala berfirman(an-Nisa':142):


إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلا قَلِيلا


Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali...

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


أَثْقَلُ الصَّلَاةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ، وَصَلَاةُ الْفَجْرِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا


Shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Subuh. Andaikan mereka mengetahui keutamaan dalam kedua shalat tersebut, pasti mereka akan melaksanakannya walaupun dengan merangkak'. Fatawa Nur ala ad-Darbi 7/115-117

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com