SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Membiarkan Bulu Ketiak Dan Bulu Kemaluan


Akhwat
1 month ago on Fiqih

Bismillah Apakah hukum seseorang yg mandi junub sementara dia tidak memcukur bulu kemaluan dan ketiak, atau salah satunya lebih dari 40 hari? Apakah mandinya menjadi tidak sah?
Redaksi salamdakwah.com
1 month ago

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

 

Sesungguhnya orang yang tidak memotong atau mencukur atau menghilangkan bulu kemaluan dan bulu ketiak lebih dari 40 hari maka ia telah menyelisihi arahan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam 

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : " خمس من الفطرة الاستحداد والختان وقص الشارب ونتف الإبط وتقليم الأظفار

 

Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda"Lima perkara termasuk fitrah; istihdad (mencukur bulu kemaluan), khitan, menggunting kumis, mencabut bulu ketiak dan menggunting kuku."

وثبت عن أنس رضي الله عنه أنه قال : " وقت لنا في قص الشارب وتقليم الأظفار ونتف الابط وحلق العانة ألا نترك أكثر من أربعين ليلة 

Ada riwayat dari Anas radhiyallahu anhu bahwasanya beliau berkata: "Kami diberi batas waktu untuk menggunting kumis, menggunting kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan, yaitu tidak membiarkannya lebih dari empat puluh hari." (H.R Muslim, Ibnu Majah, Ahmad, At-Tirmidzi , An-Nasa'i dan Abu Dawud)

Namun pelanggaran ini tidak mempengaruhi keabsahan mandi junubnya bila ia mengalirkan air ke kulit yang ditumbuhi oleh bulu kemaluan dan bulu ketiak. Wallahu ta'ala a'lam

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com