SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Calon Suami Dikabarkan Pernah Berzina


Akhwat (Mojokerto)
1 week ago on Keluarga

Assalamualaikum ustadz, saya seorang akhwat yang akan dilamar oleh seseorang tahun ini. Suatu hari, mantan calon suami saya menghubungi saya. ia mengatakan bahwa calon suami saya sudah pernah berzina dengannya dan perempuan lainnya. Hati saya hancur ustadz, saya merasa Allah tidak adil kepada saya. Saya tidak pernah pacaran, saya menjaga diri saya. Tpi kenapa saya mendapatkan jodoh seperti dia? saya ingin meninggalkannya saat itu. Tetapi mengingat saya begitu mencintainya, akhirnya saya menerima dia dengan ikhlas. tetapi sekarang, perlahan sifat aslinya mulai muncul, dia sesekali juga menyakiti saya dengan sifatnya yang egois, bhkan dia juga pernah mnghubungi wanita lain. tetapi, lagi2 saya memaafkannya. Saya sangat khawatir dengan hubungan saya ustadz. Apa yang harus saya lakukan? dan apakah nnti pernikahan saya akan tetap sah jika mengacu pada Qs. An-nur ayat 26? mohon bantuannya ustadz. terima kasih, wassalamu'alaikum.
Redaksi salamdakwah.com
6 days ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apabila informasi itu valid maka mintalah kepada calon suami itu untuk menjaga pergaulannya dan bertaubat dari pergaulan yang buruk. Apabila dia tidak mau bertaubat maka saran kami menikahlah dengan laki-laki lain yang alhamdulillah di dunia ini masih ada laki-laki yang baik yang lebih baik dari yang bersangkutan.

Allah –ta’ala- berfirman:

( الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إلَّا زَانِيَةً )

“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina…”. (QS. An Nuur: 3)

Maksud dari ayat di atas adalah diharamkannya laki-laki pezina atau wanita pezina menikah dengan laki-laki atau wanita yang suci (tidak pernah berzina), sebelum keduanya bertaubat kepada Allah. Ibnu Katsir –rahimahullah- berkata:


ذهب الإمام أحمد بن حنبل رحمه الله : إلى أنه لا يصح العقد من الرجل العفيف على المرأة البغي ما دامت كذلك حتى تستتاب ، فإن تابت صح العقد عليها ، وإلا فلا ، وكذلك لا يصح تزويج المرأة الحرة العفيفة بالرجل الفاجر المسافح ، حتى يتوب توبة صحيحة ؛ لقوله تعالى وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ " انتهى من " تفسير ابن كثير 

“Imam Ahmad –rahimahullah- berpendapat bahwa tidak sah akad nikahnya seorang laki-laki yang terjaga (belum pernah berzina) dengan wanita yang berzina selama ia terus melakukannya sampai ia diminta bertaubat, jika ia mau bertaubat maka akad nikahnya sah, dan jika ia tidak mau maka nikahnya tidak sah. Demikian juga tidak sah menikahkan wanita yang terjaga (tidak berzina) dan merdeka dengan laki-laki yang berzina sampai ia bertaubat dengan taubat yang sebenarnya, berdasarkan firman Allah –ta’ala-:

( وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ )

“…dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mu'min”. (QS. An Nuur: 3) (Tafsir Ibnu Katsir: 6/9)

Syeikh Abdur Rahman as Sa’di –rahimahullah- berkata:

ومعنى الآية : أن من اتصف بالزنا ، من رجل أو امرأة ، ولم يتب من ذلك ، أن المقدم على نكاحه ، مع تحريم الله لذلك ، لا يخلو 
إما أن لا يكون ملتزما لحكم الله ورسوله ، فذاك لا يكون إلا مشركا
وإما أن يكون ملتزما لحكم الله ورسوله ، فأقدم على نكاحه مع علمه بزناه ، فإن هذا النكاح زنا ، والناكح زان مسافح ، فلو كان مؤمنا بالله حقا ، لم يقدم على ذلك .
وهذا دليل صريح على تحريم نكاح الزانية حتى تتوب ، وكذلك إنكاح الزاني حتى يتوب 

“Dan makna dari ayat tersebut adalah bahwa orang yang dikenal sebagai pezina, baik dari kalangan laki-laki ataupun perempuan dan belum bertaubat dari perbuatan tersebut, maka orang yang akan menikah dengannya padahal Allah telah mengharamkannya, tidak lepas dari beberapa hal berikut ini:

-Bisa jadi ia adalah seorang yang tidak berkomitmen pada hukum Allah dan Rasul-Nya, maka dia tidak lain adalah seorang yang kafir

-Bisa jadi ia adalah seorang yang berkomitmen pada hukum Allah dan Rasul-Nya namun tetap melanjutkan pernikahannya meskipun ia mengetahui bahwa laki-laki tersebut telah berzina, maka pernikahan tersebut adalah zina, ia pun akan berzina selama masa pernikahannya. Kalau saja ia beriman kepada Allah dengan benar maka ia tidak akan melanjutkan keimanannya.

Ini adalah dalil yang jelas tentang haramnya menikahi wanita pezina sampai ia bertaubat, demikian juga menikahkan laki-laki yang berzina sampai ia bertaubat”. (Taisir Karim Rahman fi Tafsir Kalamil Mannan: 561)

Semoga Allah ta'ala mudahkan penanya mendapatkan jodoh yang baik baginya dalam pandangan Allah ta'ala. Wallahu ta'ala a'lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com