SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

seorang mualaf ingin menikah tapi tidak mendapat restu orang tua pihak laki laki


Akhwat (Jambi)
1 week ago on Keluarga

Perkenalkan sya sebelum nya beragama non muslim ( kristiani) tapi sudah beberapa bulan ini saya sdah menjadi mualaf, Saya mempunyai seorang pasngan muslim, sya bersma pasngn sdah menjalin hub sekitar ±1 tahun lebih.saya sdh mngenlkan kepda orng tua saya dan Sya selama ini jga sdah d kenalin ke orang tua pasangan saya. Di baru baru ini menjabat sebagai ASN tahun ini dan baru baru ini jga saya baru mngetahui jika orng tua psngn saya tidak merestui hub saya bersma pasngn jika berlanjut ke pelaminan , dia tdak pernh bercerita sma skli jika slma ini orng tuanya tdk menyukai saya di karenakan sya seorang mualaf, orang tua pasngan saya menginginkan anaknya mndpat pasngan yang sejati dari lhir seorng muslim karena menurut mereka takut jika cucu cucunya tidak mndpatkan pelajaran tantng kaidah islam sedari kecil krna slah satu orng tua nya seorng mualaf.. sya pun sekarng menjadi mualaf lgi proses beljr sya lgi beljar ngaji dan ikut pngajian . Krna semkin bnyk permslahn di antara kmi , pasngan saya berniat mengajak menikah siri Yang ingin sya tnyakan 1.Apakah hukumnya jika saya wanita mualaf menikah dgn seorng pria muslim menikah tnpa restu kedua orng tua psngn sya? 2. Apa saja yang harus sya lakukan ( wanita mualaf) untuk menyakinkan orang tua pasngan saya? 3. Doa apa saja yg harus sya bacakan untk meluluhkan hati orang tua pasngan saya? 4. Apakah seorng wanita mualaf tidk pantas menikah dengan seorng pria muslim? Mohon bantuannya ustad Walaikumsalam
Redaksi salamdakwah.com
1 week ago

Apabila fokus pertanyaan nya adalah pada boleh dan tidaknya seorang muslim menikah dengan wanita yang baru masuk Islam maka jawabannya adalah boleh bila memang dia terbukti  masuk Islam sungguh-sungguh dan didasari keikhlasan. Silahkan menyimak pertanyaan yang ditujukan kepada Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi berikut untuk lebih jelasnya: Apakah saya boleh menikah dengan lelaki yang sebelumnya bukan Muslim, akan tetapi dia telah memeluk Islam dan sayalah penyebabnya. Namun Allahlah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, sedangkan saya tidak memberi petunjuk kepada siapapun. Dia juga menegaskan bahwa seandainya dia tidak menjadi suami saya, maka dia tetap akan menjadi seorang Muslim dan tidak akan menjadi Kristen kembali. Apakah saya boleh menikah dengannya? Dan apa yang harus saya lakukan sebelum menjalin ikatan dengannya jika hal ini dibolehkan?

Mereka menjawab:

Pertama: Kami panjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala karena telah memberi taufik kepada Anda untuk berpegang teguh kepada agama-Nya, menjaga rasa malu dan menjaga kehormatan Anda.

Kedua: Tidak apa-apa menikah dengan lelaki yang Anda sebutkan, jika terbukti dia masuk Islam karena rasa senang dan murni keinginannya, dan kejujurannya dalam hal itu benar-benar diketahui karena tidak adanya faktor yang menghalanginya untuk tidak jujur. Dan hendaknya pernikahan Anda dengannya melalui wali Anda yang diakui syariat dan Muslim, atau orang-orang setelahnya yang terdekat dan demikian seterusnya. Semoga Allah memudahkan urusan Anda dan urusan setiap Muslim.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Bakr Abu Zaid selaku Anggota    
Abdul Aziz Alu asy-Syaikh selaku Anggota    
Shalih al-Fawzan selaku Anggota    
Abdullah bin Ghadyan selaku Anggota    
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku Ketua
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 18/289 Fatwa Nomor:17908               

Apabila yang dikhawatirkan adalah keilmuan penanya terhadap masalah agama Islam maka penanya bisa menunjukkan kepada mereka semangat penanya dalam mempelajari Islam dan menerapkannya secara kaafah (utuh) dalam kehidupan sehari-hari. Penanya perlu menyampaikan kepada orang tua laki laki itu tekad kuatnya untuk mendidik anaknya di masa mendatang dengan pendidikan Islam yang baik. Penyampaian ini bisa secara langsung atau melalui laki laki itu.

Penanya perlu menjaga jarak antara dia dengan laki laki itu mengingat Islam melarang hubungan pacaran. Penanya boleh berkomunikasi dengan laki laki itu untuk hal yang penting. Apabila orangtuanya sudah setuju maka segeralah menikah. Apabila orang tuanya terus menolak meskipun penanya sudah berubah dan belajar Islam dengan sungguh sungguh maka boleh bagi laki-laki itu untuk menikah dengan penanya meski orang tua nya belum menyepakati. Setelah menikah tetaplah menjaga hubungan baik dengan orang tua laki laki itu dan hendaknya terus bersabar bila memang ada ucapan atau tindakan yang kurang berkenan dari pihak orang tua itu. Semoga Allah ta'ala mudahkan urusan penanya dan urusan kita semua

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com