SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Dirias Waria Saat Akad Nikah


Akhwat (Gorontalo)
5 months ago on Ibadah

Assalamualaikum,, Saya mau bertanya ustadz,, Saat acara akad nikah saya dulu,saya di rias oleh waria,, Apa hukumnya ustadz,, Apakah pernikahan saya itu tidak sah,,? Bagaimana cara bertobat untuk hal tersebut ustadz,,mohon pencerahannya๐Ÿ™๐Ÿ™
Redaksi salamdakwah.com
5 months ago

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

 

 

Perlu difahami bahwa dalam istilah keilmuan ada yang namanya khuntsa dan ada yang namanya mukhonnats.

1.Yang dimaksud khuntsa menurut bahasa adalah; Seseorang yang tidak jelas kelaminnya, apakah laki-laki atau perempuan. Atau orang yang memiliki alat vital laki-laki dan wanita sekaligus. Diambil dari kata-kata 'Al-khanstu' artinya adalah 'lembut dan pecah'. Sedangkan menurut istilah adalah orang yang memiliki dua alat vital, laki-laki dan wanita. Atau orang yang tidak memiliki kedua-duanya sama sekali, yang dimiliki hanyalah lubang tempat keluar kencing.

2.Adapun yang dimaksud 'al-mukhannats' adalah orang yang menyerupai wanita dalam kelembutan dan perkataannya, serta pandangan dan gerak geriknya, atau semacamnya. Golongan ini ada dua macam; Pertama, tabiatnya sudah seperti itu, maka tidak ada dosa baginya. Kedua, tabiat asalnya tidak seperti itu, tapi dia sengaja menyerupai wanita dalam gerak dan ucapannya. Inilah yang disebutkan dalam beberapa hadits termasuk orang yang dilaknat.

Maka 'mukhannats' tidak diragukan kelelakiannya. Berbeda dengan khuntsa.islamqa.info

Apabila yang dimaksud oleh penanya adalah mukhonnats maka kita perlu membaca hadits berikut:

ุนู† ุนุงุฆุดุฉ. ู‚ุงู„ุช: ูƒุงู† ูŠุฏุฎู„ ุนู„ู‰ ุฃุฒูˆุงุฌ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู…ุฎู†ุซ. ููƒุงู†ูˆุง ูŠุนุฏูˆู†ู‡ ู…ู† ุบูŠุฑ ุฃูˆู„ู‰ ุงู„ุฅุฑุจุฉ. ู‚ุงู„ ูุฏุฎู„ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠูˆู…ุง ูˆู‡ูˆ ุนู†ุฏ ุจุนุถ ู†ุณุงุฆู‡. ูˆู‡ูˆ ูŠู†ุนุช ุงู…ุฑุฃุฉ. ู‚ุงู„: ุฅุฐุง ุฃู‚ุจู„ุช ุฃู‚ุจู„ุช ุจุฃุฑุจุน. ูˆุฅุฐุง ุฃุฏุจุฑุช ุฃุฏุจุฑุช ุจุซู…ุงู†. ูู‚ุงู„ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… "ุฃู„ุง ุฃุฑู‰ ู‡ุฐุง ูŠุนุฑู ู…ุง ู‡ู‡ู†ุง. ู„ุง ูŠุฏุฎู„ู† ุนู„ูŠูƒู†" ู‚ุงู„ุช ูุญุฌุจูˆู‡

Dari ‘Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata : Pernah ada seorang mukhonnats (banci) yang diperbolehkan masuk ke rumah istri-istri Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, mereka  menganggap dia  tidak punya nafsu syahwat (terhadap wanita). Pada suatu hari, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam masuk rumah dimana ia (banci tersebut) berada di antara istri-istri beliau, banci itu sedang menceritakan fisik seorang wanita. Ia berkata : “Jika ia menghadap, maka ia menghadap dengan empat (lipatan perut). Dan jika membelakangi, maka ia membelakangi dengan delapan (lipatan). Maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Bukankah aku lihat bahwa ia mengetahui tentang apa yang di sini. Jangan biarkan ia masuk ke rumah kalian”. Setelah itu, para istri beliau berhijab dari mereka (para banci)” [Diriwayatkan oleh Muslim dan yang lainnya]

Al-Imam An-Nawawiy rahimahullah berkata :

 

ูููŠู‡ ู…ู†ุน ุงู„ู…ุฎู†ุซ ู…ู† ุงู„ุฏุฎูˆู„ ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุณุงุก ูˆู…ู†ุนู‡ู† ู…ู† ุงู„ุธู‡ูˆุฑ ุนู„ูŠู‡

 

“Dalam hadits ini ada larangan masuknya para banci ke majelis para wanita dan juga larangan untuk para wanita menampakkan diri di hadapan para banci”.

Setelah itu beliau melanjutkan penjelasan tentang jenis banci:

ู‚ุงู„ ุงู„ุนู„ู…ุงุก: ุงู„ู…ุฎู†ุซ ุถุฑุจุงู† ุฃุญุฏู‡ู…ุง ู…ู† ุฎู„ู‚ ูƒุฐู„ูƒ ูˆู„ู… ูŠุชูƒู„ู ุงู„ุชุฎู„ู‚ ุจุฃุฎู„ุงู‚ ุงู„ู†ุณุงุก ูˆุฒูŠู‡ู† ูˆูƒู„ุงู…ู‡ู† ูˆุญุฑูƒุงุชู‡ู† ุจู„ ู‡ูˆ ุฎู„ู‚ุฉ ุฎู„ู‚ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ุง ู‡ุฐุง ู„ุง ุฐู… ุนู„ูŠู‡ ูˆู„ุง ุนุชุจ ูˆู„ุง ุฅุซู… ูˆู„ุง ุนู‚ูˆุจุฉ ู„ุฃู†ู‡ ู…ุนุฐูˆุฑ ู„ุง ุตู†ุน ู„ู‡ ููŠ ุฐู„ูƒ ูˆู„ู‡ุฐุง ู„ู… ูŠู†ูƒุฑ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฃูˆู„ุงู‹ ุฏุฎูˆู„ู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุณุงุก ูˆู„ุง ุฎู„ู‚ู‡ ุงู„ุฐูŠ ู‡ูˆ ุนู„ูŠู‡ ุญูŠู† ูƒุงู† ู…ู† ุฃุตู„ ุฎู„ู‚ุชู‡ ูˆุฅู†ู…ุง ุฃู†ูƒุฑ ุนู„ูŠู‡ ุจุนุฏ ุฐู„ูƒ ู…ุนุฑูุชู‡ ู„ุฃูˆุตุงู ุงู„ู†ุณุงุก ูˆู„ู… ูŠู†ูƒุฑ ุตูุชู‡ ูˆูƒูˆู†ู‡ ู…ุฎู†ุซุงู‹. ุงู„ุถุฑุจ ุงู„ุซุงู†ูŠ ู…ู† ุงู„ู…ุฎู†ุซ ู‡ูˆ ู…ู† ู„ู… ูŠูƒู† ู„ู‡ ุฐู„ูƒ ุฎู„ู‚ุฉ ุจู„ ูŠุชูƒู„ู ุฃุฎู„ุงู‚ ุงู„ู†ุณุงุก ูˆุญุฑูƒุงุชู‡ู† ูˆู‡ูŠุขุชู‡ู† ูˆูƒู„ุงู…ู‡ู† ูˆูŠุชุฒูŠุง ุจุฒูŠู‡ู†ุŒ ูู‡ุฐุง ู‡ูˆ ุงู„ู…ุฐู…ูˆู… ุงู„ุฐูŠ ุฌุงุก ููŠ ุงู„ุฃุญุงุฏูŠุซ ุงู„ุตุญูŠุญุฉ ู„ุนู†ู‡ ูˆู‡ูˆ ุจู…ุนู†ู‰ ุงู„ุญุฏูŠุซ ุงู„ุงูŽุฎุฑ: (ู„ุนู† ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู…ุชุดุจู‡ุงุช ู…ู† ุงู„ู†ุณุงุก ุจุงู„ุฑุฌุงู„ ูˆุงู„ู…ุชุดุจู‡ูŠู† ุจุงู„ู†ุณุงุก ู…ู† ุงู„ุฑุฌุงู„) ......

“Para ulama berkata : banci ada dua macam: 

Pertama, sikap dia memang bawaan lahir seperti itu, dia tidak membebani diri meniru-niru wanita (dalam sikap, cara bicara atau gerakan), dia juga tidak juga membebani diri untuk berhias seperti wanita. Yang ada pada dirinya adalah satu pembawaan yang Allah ciptakan padanya. Jenis seperti ini tidak dicela dan tidak berdosa, karena ia diberi udzur dan ia tidak membuat-buat hal itu pada dirinya. Oleh karena itu, pada awalnya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkari masuknya mereka di majelis para wanita (sebagaimana hadits di atas) dan Nabi tidak pula mengingkari tingkah laku yang ada pada mereka sejak lahir. Beliau hanya mengingkari keberadaan mereka setelah mengetahui bahwa mereka memberikan gambaran sifat fisik para wanita. Nabi tidak mengingkari sifat dan keadaan diri mereka yang banci. 

 

Kedua, banci yang dibuat-buat (bukan bawaan lahir) yang mereka itu memaksakan diri bertingkah laku meniru wanita dalam akhlak, gerakan, bentuk, ucapan, dan gerakan serta busananya. Jenis inilah yang tercela sebagaimana terdapat dalam beberapa hadits shahih yang melaknatnya, seperti hadits : ‘Allah telah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki’….. [Syarah Shahih Muslim].

Walaupun banci tersebut merupakan jenis pertama, mereka tetap tidak diperbolehkan masuk ke kalangan wanita karena mereka dihukumi seperti laki-laki karena itu apa yang dilakukan oleh penanya merupakan kesalahan. Meski begitu pernikahan penanya tetap sah bila rukun dan syarat sah pernikahan tetap dipenuhi, kemudian penghalang sahnya pernikahan juga dihindari.

Wallaahu ta'ala a’lam

 

© 2022 - Www.SalamDakwah.Com