SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Sahkah Shalat Seseorang yang Mengeraskan Takbir Intiqal Tanpa Sengaja?


Ikhwan (Tangerang)
5 months ago on Ibadah

Assalamu'alaikum, semoga Allah senantiasa menjaga anda. 1. Apa hukumnya jika imam, makmum, atau orang yang shalat sendirian mengeraskan bacaan takbir intiqal dan tasmi' tanpa sengaja, sahkah shalatnya? 2. Perlukah imam mengeraskan takbir intiqal dan tasmi' jika ia mengetahui tidak memiliki makmum lagi sekarang, karena makmumnya telah berhadas?
Redaksi salamdakwah.com
5 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Jawaban pertama:

Wallahu ta'ala a'lam, mengeraskan suara (saat shalat) di momen seseorang perlu mengeraskan suara dan melirihkan suara (saat shalat) di momen seseorang perlu melirihkan suara itu hukumnya sunnah (dianjurkan) menurut Jumhur Ulama'. Oleh karena itu bila memang penanya sudah melewati shalat tersebut maka semoga saja shalatnya tetap sah.

 

Ibnu Quddamah rahimahullahu ta'ala menerangkan: Ringkasnya, mengeraskan suara dan melirihkan suara - di posisi masing-masing - adalah termasuk sunnah-sunnah shalat, meninggalkan hal itu dengan sengaja tidak membuat shalat menjadi batal. Jika seseorang meninggalkan hal itu karena lupa, apakah dia disyariatkan untuk melaksanakan sujud sahwi? Ada dua riwayat dari imam Ahmad dalam masalah ini:

 

Salah satunya: Tidak diwajibkan. ini merupakan pendapat Al-Hasan, Atho', Salem, Mujahid, Al-Qasim, Al-Sha'bi. dan Al-Hakim berkata: Tidak ada sujud sahwi kala itu.

 

Pendapat yang kedua: hukumnya disyariatkan...Jika kita mengatakan ini, maka sujud itu dianjurkan dan tidak wajib, ini yang ada nashnya dari imam Ahmad. Al-Athram berkata: Saya mendengar Abu Abdillah (imam Ahmad) ditanya tentang seorang pria yang lupa kemudian ia mengeraskan bacaan  di momen yang seharusnya dia melirihkan bacaan. Apakah ia wajib melaksanakan dua sujud sahwi. Imam Ahmad menjawab: Aku tidak berpendapat bahwa dia wajib melakukan itu (sujud sahwi). Namun kalau ia mau melakukan sujud sahwi maka itu dipersilahkan.

 

Jawaban kedua:

Apabila imam shalat sudah tahu bahwa ia shalat sendirian maka statusnya dia adalah munfarid, dan munfarid disunnahkan untuk melirihkan bacaan takbir.

Imam an-Nawawi menerangkan dalam kitab al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab 3/295


" أما غير الإمام فالسنة الإسرار بالتكبير سواء المأموم والمنفرد "

Adapun selain imam (baik itu makmum atau orang yang shalat sendirian) maka sunnahnya adalah melirihkan bacaan takbir

© 2022 - Www.SalamDakwah.Com