SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Shalawat Antara Adzan dan Iqamah


Akhwat
5 months ago on Ibadah

Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh. Saya mau tanya, apakah ada dalil tentang bershalawat di antara adzan dan iqamah? Di dekat rumah saya, ada masjid yang selalu melakukannya, ustadz, tapi kadang shalawatnya itu lama bisa sampai dapat dua rakaat lebih. Sementara di masjid lain sudah pada iqamah semua, di situ masih shalawat. Kadang saya (bukan terganggu, ya) jadi nggak khusyuk shalatnya karena shalawat itu tadi. Bagaimana menyikapinya, ustadz?
Redaksi salamdakwah.com
5 months ago

 

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

 

Dari Ubay bin Ka’ab –radhiyallahu ‘anhu- berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُكْثِرُ الصَّلَاةَ عَلَيْكَ فَكَمْ أَجْعَلُ لَكَ مِنْ صَلَاتِي ؟ فَقَالَ : مَا شِئْتَ . قَالَ قُلْتُ الرُبُعَ ؟ قَالَ : مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ . قُلْتُ النِّصْفَ ؟ قَالَ : مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ . قَالَ قُلْتُ فَالثُّلُثَيْنِ ؟ قَالَ : مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ . قُلْتُ أَجْعَلُ لَكَ صَلَاتِي كُلَّهَا ؟ قَالَ : إِذًا تُكْفَى هَمَّكَ وَيُغْفَرُ لَكَ ذَنْبُكَ

“Saya berkata: “Wahai Rasulullah, sungguh saya telah memperbanyak bershalawat kepadamu, lalu seberapa banyak saya jadikan shalawat saya kepadamu di dalam doa saya ?, beliau menjawab: “Silahkan saja”, ia berkata: “seperempat ?”, beliau menjawab: “Silahkan saja, dan jika kamu tambah maka akan lebih baik”. Saya berkata: “setengahnya ?”, beliau menjawab: “Silahkan saja, dan jika kamu tambah maka akan lebih baik bagimu”. Saya berkata: “Dua pertiga ?”. beliau menjawab: “Silahkan saja, dan jika kamu tambah maka akan lebih baik”. Saya  berkata: “Akan saya tujukan shalawatku kepadamu pada semua waktu”. Beliau menjawab: “Kalau begitu, maka akan dipenuhi semua keinginanmu, dan dosamu akan diampuni”.

Imam Tirmidzi berkata: “Hadits hasan shahih”, Dihasankan oleh Al Mundziri di dalam At Targhib wa Tarhib, dihasankan juga oleh Al Hafidz di dalam Fathul Baari (11/168), Al Baihaqi memberikan isyarat di dalam Asy Syu’ab (2/215) dengan menguatkannya, dishahihkan oleh Albani di dalam Shahih At Targhib (1670).islamqa.info 

Dengan begitu bisa difahami bahwa boleh saja seseorang bershalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam antara adzan dan iqamat namun itu seharusnya tidak dibaca di pengeras suara sehingga mengganggu orang sekitar (termasuk mengganggu orang yang sedang melaksanakan shalat). Syeikhul islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,

 

"ليس لأحد أن يجهر بالقراءة بحيث يؤذي غيره كالمصلين"

 

“Tidak diperkenankan seorang pun mengerasakan bacaan yang dapat mengganggu jamaah shalat lainnya.” (Majmu Fatawa Ibnu Taimiyyah , 23/61).

Bacaan shalawat yang boleh juga shalawat yang isinya tidak melanggar syariat, dan bacaan shalawat tersebut tidak dibaca dalam bentuk dan waktu khusus namun tanpa didasari dalil. Wallahu ta'ala a'lam 

© 2022 - Www.SalamDakwah.Com