SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bernazar Untuk Tidak Melakukan Onani


Ikhwan (Jawa Barat )
3 weeks ago on Fiqih

Assalamualaikum wr wb, Pak Ustad, mohon maaf sebelumnya nya. Saya seorang Remaja laki-laki berumur 17 tahun, Saya pernah bernazar untuk tidak melakukan onani dan jika saya melakukan nya maka uang jajan saya selama satu bulan akan saya sedekah kan. Tetapi Saya tidak bisa menahan hawa nafsu dan melanggar nazar saya, jadi apakah saya harus melaksanakan nazar tersebut dan apakah nazar tersebut sah Pak Ustad? Terima kasih.
Redaksi salamdakwah.com
3 weeks ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Ada yang berpandangan bahwa orang seperti penanya punya opsi untuk melaksanakan nadzarnya atau opsi untuk memenuhi penebusan sumpah yang tidak terlaksana. Ada pula yang berpandangan bahwa orang seperti penanya wajib untuk memenuhi nadzarnya. Ibnu Quddamah rahimahullahu ta'ala  menerangkan:

 إذا أخرج النذر مخرج اليمين , بأن يمنع نفسه أو غيره به شيئا , أو يحث به على شيء , مثل أن يقول : إن كلمت زيدا , فلله علي الحج , أو صدقة مالي , أو صوم سنة فهذا يمين , حكمه أنه مخير بين الوفاء بما حلف عليه , فلا يلزمه شيء , وبين أن يحنث , فيتخير بين فعل المنذور , وبين كفارة يمين , ويسمى نذر اللجاج والغضب , ولا يتعين عليه الوفاء به , وإنما يلزم نذر التبرر , وسنذكره في بابه . وهذا قول عمر , وابن عباس , وابن عمر , وعائشة , وحفصة , وزينب بنت أبي سلمة 
وقال أبو حنيفة , ومالك : يلزمه الوفاء بنذره ; لأنه نذر فيلزمه الوفاء به ,

 
Jika nadzar dikondisikan seperti sumpah misalnya seseorang melarang dirinya atau orang lain dari suatu hal, atau menganjurkan sesuatu seperti ungkapannya: apabila aku berbicara dengan Zaid maka aku wajib berhaji untuk Allah, atau mensedekahkan harta, puasa setahun maka ini dihukumi seperti sumpah. Konsekwensi hukumnya adalah ia dibei pilihan untuk memenuhi sumpahnya (kemudian tidak ada konsekwensi lain) atau ia melanggar kemudian ia punya beberpa opsi yaitu: melaksanakan perbuatan yang dinadzarkan atau menebus kaffarah sumpah dan ini dinamakan nadzar sengketa atau marah...Ini adalah pendapat Umar, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Aisyah, Hafshoh, Zainab bintu Abi Salamah...

Sedangkan Abu Hanifah dan Malik berpendapat bahwa ia wajib untuk memenuhi nadzarnya karena ini termasuk nadzar maka ia wajib untuk memenuhi nadzarnya...al-Mughni 9/505

Apabila penanya memenuhi nadzarnya maka ia telah keluar dari perbedaan pendapat para Ulama'. Intinya penanya terkena konsekwensi atas apa yang ia ucapkan. Wallahu ta'ala a'lam

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com