SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Pacar Ingin Mengumbar Aib Sebagai Ancaman


Akhwat (Medan)
3 weeks ago on Aqidah

Assalammualaikum wr.wb Pak ustad saya ingin bertanya?? Saya berpacaran dengan pacar saya sudah hampir setahun lebih,Awal2 kami berpacaran aman2 saja.. Hingga suatu hari saya tanpa sadar menyerahkan segala kehormatan saya dengannya... Setelah kejadian itu dia pun langsung berubah kepada saya?? Dia menjadi lebih kasar dan ingin mengancam2 saya jika saya ingin berpisah dengannyaa... Dan yg lebih parahnya lagi?? Setiap dia ingin berhungan saya nolak dia tetap memaksa dan mengeluarkan kata2 yg menyakiti hati saya... Jika saya tidak mau dia tidak membiyarkan saya pulang.. Begitu lah hari2 yg saya rasakan.. Sebenarnya saya sudah tidak tahan dengan semua ini pak ustad,Saya sudah mencoba untuk berubah dan mengajak dia untuk berubah.. Tapi dia lakukan cuman sehari dua hari saja pak ustad selebihnya di ulngin kembali Dia selalu mengumbar kata syg jika sya ingin berpisah dengannya... Jadi apa yg harus saya lakukan pak ustad,Saya sudah tidak sanggup dengan semua ini pak..
Redaksi salamdakwah.com
3 weeks ago

 

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Penanya harus memutuskan hubungan spesial dengan laki-laki tersebut. Karena hubungan khusus dengan lawan henis non mahram di luar pernikahan hukumnya haram karena menyelisihi syariat, diantara dalilnya adalah:

1. Khalwat, yaitu berduaan tanpa ada mahram yang menemani, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ


“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.”HR. Bukhari no.5233 dan Muslim no.1341

2. Melihat kepada lawan jenis yang bukan mahram dengan sengaja tanpa alasan yang syar'i, Allah ta'ala berfirman dalam surat An-Nur ayat 30-31:


قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ.....


“Katakanlah kepada laki – laki yang beriman :”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya


وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ.


“Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya”

3. Bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram, Rasulullah shallallahu alihi wa sallam bersabda:


كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ


“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagiannya untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” HR. Muslim no.2657

Meski zina Tangan tidak seperti zina Farj tapi itu tetaplah dosa sebagaimana yang disebutkan dalam hadits, karena julukan untuk perbuatan tertentu dengan julukan yang sama dengan julukan perbuatan yang haram, maka yang pertama dihukumi dengan hukum kedua (haram)

4. Secara umum pacaran mengantarkan dua sejoli ke arah perzinahan, dan semua yang mengantarkan kepada zina dilarang oleh Allah ta'ala dalam surat Al-Isra' ayat 32:


وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا


“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”

Kalau dikatakan: jika point-point diatas bisa dihindari maka pacaran tersebut boleh. Kami katakan bahwa itu tidak mungkin karena kalaupun amalan anggota badan dhohir bisa dijaga tapi syahwat yang ada dalam batin tidak bisa dihindari ketika dua sejoli sedang dimabuk asmara, dan jika demikian maka perbuatan itu bisa dikategorikan zina hati sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.

Kalau memang dua sejoli sudah benar-benar saling mencintai maka tidak ada jalan keluar yang benar untuk menyatukan keduanya kecuali pernikahan dan bukannya berhubungan di luar pernikahan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ


“Kami tidak pernah mengetahui sesuatu yang terbaik untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.”HR. Ibnu Majah no.1847 Dishahihkan oleh Al-Albani

Apabila laki-laki itu memaksa penanya untuk terus menjalin hubungan pacaran ini maka silahkan laporkan kepada keluarga penanya terkait buruknya laki-laki ini dan pemaksaannya. Apabila dia mengancam dengan mengumbar aib semcam foto dan lainnya  maka bisa dilaporkan ke polisi. Saran kami bawalah keluarga untuk memperingatkan laki-laki jahat tersebut dari tindakan yang dia ancamkan.

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com