SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

ngomongin orang lain di batin


Ikhwan (bekasi)
5 months ago on Fiqih

Assalamualaikum Ustadz apa hukumnya ngomongin orang lain di hati/ batin?
Redaksi salamdakwah.com
5 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Hukum asalnya itu tidak berefek dosa karena belum diucapkan. Nabi shallallahu alaihi wa sallam, bersabda,

إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ لأُمَّتِي مَا حَدَّثَتْ بِهِ أَنفُسَهَا مَا لَمْ يَتَكَلَّمُوا أَوْ يَعمَلُوا بِهِ 

"Sesungguhnya Allah mengampuni umatku terkait dengan apa yang menjadi lintasan hatinya (yang buruk) selama mereka tidak membicarakannya atau mengerjakannya." (HR. Bukhari, no. 2528, Muslim, no. 127)

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata dalam menjelaskan hadits ini, "Lintasan hati (yang buruk), jika tidak bersemayam dan terus menerus ada pada orangnya, dia dimaafkan berdasarkan kesepakatan ulama. Karena dia tidak dapat menghindar dari kejadiannya dan tidak ada jalan untuk menghindarinya." (Al-Azkar, hal. 345)

Namun perlu dijelaskan apa sebab celaan terhadap orang tersebut, apakah itu disebabkan kedholiman orang itu, maksiatnya atau yang lainnya. Apabila memang sebab celaan dalam hati tersebut karena orang yang diomongkan berlaku dholim namun penanya tidak mampu menghilangkan kedholiman itu maka celaan itu tidak berfek dosa namun seharusnya penanya terus berusaha supaya kedholiman itu tidak terjadi lagi sehingga tidak ngomongin orang tersebut lagid dalam hati. Apabila sebab celaan itu karena orang itu melakukan maksiat secara terang-terangan dan penanya tidak bisa menghilangkan kemaksiatan itu maka penanya juga tidak terkena dosa karena mencela orang itu namun penanya perlu berusaha supaya kemaksiatan itu hilang atau paling tidak kemaksiatan itu tidak dilakukan terang-terangan supaya tidak mempengaruhi yang lain. Kalau mencela orang lain dalam hati karena iseng saja maka ini bisa berbahaya karena ada kemungkinan itu akan terucap di masa mendatang dan menjadi dosa bila itu bentuknya ghibah.

Dalam surat al-Hujurot ayat 12 Allah ta'ala berfirman:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ


Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kalian yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?! Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Dalam riwayat Abu Hurairah disebutkan:


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ؟» قَالُوا: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: «ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ» قِيلَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ؟ قَالَ: «إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ، فَقَدِ اغْتَبْتَهُ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّه


Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Tahukah kalian apa itu ghibah?”
Mereka (para sahabat) menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.”
Selanjutnya Beliau bersabda, “Engkau menyebut-nyebut saudaramu dalam hal yang ia benci.”

Kemudian ada yang bertanya, “Bagaimana menurut Anda jika sesuatu yang aku sebutkan tersebut memang ada pada diri saudaraku?”

Beliau menjawab, “Jika memang apa yang engkau ceritakan tersebut ada pada dirinya itulah yang namanya ghibah, namun jika tidak berarti engkau telah berdusta atas namanya.” (HR Muslim no.2589 Bab: Tahrim al-Ghibah)

Kalau mencela itu dilakukan dihadapannya maka ini juga berdosa. Dalam salah satu riwayat shahih disebutkan:

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ شَقِيقٍ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ  

Telah menceritakan kepada kami Hisyam bin 'Ammar telah menceritakan kepada kami Isa bin Yunus telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Syaqiq dari Ibnu Mas'ud dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Mencela orang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran."HR. IBNUMAJAH NO 3929

Wallahu ta'ala a'lam 

 

© 2022 - Www.SalamDakwah.Com