SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apakah Termasuk Dalam Suatu Golongan?


Akhwat (Yogykarta)
5 months ago on Ibadah

Assalamu'alaikum Ustadz. Saya mau bertanya terkait dengan hadits tentang perceraian berikut. "Wanita manapun yang meminta talaq tanpa ada sebab (yang syar'i.pent) maka diharamkan atasnya bau Surga." Sebelumnya saya pernah mengatakan kepada suami soal ini tetapi dengan bahasa yang berbeda dan hati saya sebenernya tidak menginginkannya. Waktu itu Saya berkata "Sepertinya benar apa yang dikatakan oleh adekmu.." Karna adek perempuannya pernah mengancam saya dengan bilang jika tidak mau kembali ke rumah maka akan menyuruh kakaknya untuk mencari wanita lain. Jadi apakah saya termasuk tergolong wanita yang tersebut didalam hadits ustadz? Saya kawatir jika demikian. Karna pada waktu itu saya diposisi yang bingung dipaksa untuk balik, tetapi saya merasa tidak ingin kembali. Disisi lain mertua sangat posesif selalu ingin bersama suami, waktu saya dengan suami merasa terganggu. Saya juga tidak bisa memaksa suami untuk bersama saya terus, karna memang mertua saya ini masih sangat bergantung dengan suami. Dan saya rasa mertua masih mampu untuk melakukannya sendiri. Pernah ketika pergi berdua, mertua selalu berpesan supaya tidak usah lama lama jam segini pulang ya. Hal demikian membuat saya tidak nyaman. Dan ada hal lain ketika saya tidur siang, mertua membangunkan saya itu berlangsung setiap hari untuk bergantian menjaga warung padahal hal demikian membuat saya merasa tertekan. Seakan akan saya harus menuruti kemauanya terus. Jazakallaahu khayrn.
Redaksi salamdakwah.com
5 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Hukum asalnya seorang wanita tidak boleh meminta cerai kepada suaminya bila permintaan itu tidak didasari oleh alasan yang syar'i. Rasullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا طَلَاقًا فِي غَيْرِ مَا بَأْسٍ، فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّة.أخرجه أبو داود رقم 2226 وابن ماجه رقم 2055 .صححه الألباني


wanita manapun yang meminta talaq tanpa ada sebab (yang syar'i.pent) maka diharamkan atasnya bau Surga.

Namun kalau ada alasan syar'i yang mendasari permintaan talak itu maka itu dibolehkan. Ada hadits shahih yang menunjukkan demikian, ada kejadian di mana istri Tsaabit bin Qais mendatangi Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan berkata :


 يَا رَسُولَ اللَّهِ، ثَابِتُ بْنُ قَيْسٍ، مَا أَعْتِبُ عَلَيْهِ فِي خُلُقٍ وَلاَ دِينٍ، وَلَكِنِّي أَكْرَهُ الكُفْرَ فِي الإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَتَرُدِّينَ عَلَيْهِ حَدِيقَتَهُ؟» قَالَتْ: نَعَمْ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اقْبَلِ الحَدِيقَةَ وَطَلِّقْهَا تَطْلِيقَةً» .أخرجه البخاري رقم 5273

 

"Wahai Rasulullah, tidaklah aku mencela Tsaabit bin Qais atas agama atau pun akhlaknya. tapi aku khawatir kekufuran dalam Islam". Maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Apakah kamu mau mengembalikan kebun miliknya itu?". Ia menjawab : "Ya". Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda (kepada Tsaabit) : "Terimalah kebun itu, dan ceraikanlah ia dengan talak satu".

Khawatir kekufuran bukan berarti suaminya (Tsabit bin Qais) mengajaknya kepada kekafiran atau Nifaq, akan tetapi maksudnya dia takut jika dia tetap hidup besama Qais dia akan terjatuh ke dalam hal-hal yang bisa mengantar kepada kekufuran, lebih jelasnya, dia takut perasaan bencinya yang kuat terhadap Qais akan menyebabkan dia menampakkan kekufuran supaya terjadi perceraian. Dan dia tahu bahwa hal tersebut haram, akan tetapi dia takut perasaan bencinya menjatuhkannya ke dalam perbuatan itu.

Ada penafsiran lain “khawatir kekufuran”: kekufuran dalam bermuamalah dengan suami, maksudnya lalainya seorang wanita dalam memberikan hak suaminya. Lihat Fath Al-Baari oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani 9/400

Dalam kasus penanya, apabila suami tetap  tidak mau memberi nasehat keluarganya (supaya mereka berubah dari akhlak yang buruk) atau suami tidak mau memberi istri haknya untuk tinggal terpisah dengan orang tua suami karena muamalah orang tua suami dan adiknya yang membuat istri tidak tenang serta merasa tersiksa maka tidak apa-apa bagi istri untuk meminta talak dan insya Allah tidak masuk dalam hadits yang ditanyakan.

Syaikh Ibnu Baz rahimahullah menerangkan,"

ولكن لو تضررت المرأة ببقائها مع الزوج لبغضها له أو سوء عشرته أو أسباب أخرى فقد جعل الله لها فرجا بالمخالعة

Namun bila seorang wanita terkena mudhorot ketika dia bersama suami disebabkan karena bencinya wanita itu kepada suami atau karena perlakuan yang buruk dari suami atau sebab lain maka Allah telah memberikan jalan keluar berupa khulu'. Majmu' Fatawa Ibnu Baz  21/292

Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rahimahullah menerangkan,"

امرأة كرهت عشرة زوجها، إما لسوء منظره، أو لكونه سيئ الخلق، أو لكونه ضعيف الدين، أو لكونه فاتراً دائماً، المهم أنه لسبب تنقص به العشرة، فلها أن تطلب الخلع

Seorang wanita benci perlakuan suami terhadapnya bisa jadi karena dhohirnya yang buruk atau karena suaminya buruk akhlaqnya atau karena agamanya lemah atau karena suaminya selalu lemah, yang penting dikarenakan sebab yang mengurangi kualitas pergaulan, maka kala itu istri boleh meminta khulu'. Majmu' Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 12/451 

Wallahu ta'ala a'lam

© 2022 - Www.SalamDakwah.Com