SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:
Akhwat (Kotabumi)
3 days ago on Mu'ammalah

PO Celengan

Assalamualaikum ustadz, beberapa minggu lalu saya chat via WA dengan salah satu olshop di daerah saya untuk membeli celengan, ternyata celengan tsb tidak ready di tempat melainkan PO, dan dia tidak bisa memastikan kapan barangnya datang, akhirnya saya tetap keep pesanan tsb dan dia tidak bertanya/membahas soal pembayaran, saya berpikir berarti bisa dibayar setelah barangnya sampai, namun karena saya tidak sabar ingin menabung dan berpikir bahwa olshop tsb tidak bisa memberi kepastian kapan barangnya sampai, beberapa hari kemudian akhirnya saya membeli celengan di toko lain yg barangnya ready/ada di tempat, dan ternyata barusan sore ini, ternyata olshop tsb meng-update status di WA bahwa celengannya sudah ready di tempat dan sudah bisa diambil, pertanyaan saya adalah: apakah tidak apa-apa apabila saya tidak jadi mengambil celengan tersebut tanpa mengabari olshopnya? Karena sepertinya dia juga lupa bahwa saya pernah memesan celengan tsb dikarenakan waktu yg sudah cukup lama.
Akhwat (Lampung)
5 days ago on Ibadah

Seorang Gadis Belum Diizinkan Menikah Karena Belum Bekerja

Assalamualaikum ustadz Ingin bercerita masalah yg saya alami, belum di izinkan menikah kalau belum mendapatkan pekerjaan yg mapan ustadz. Memang benar saat ini saya belum bekerja tapi calon saya sudah bekerja walaupun bukan kerjaan tetap. Sudah hampir 1 tahun ini dari orang tua belum memberikan izin padahal kami sudah lamaran ustadz. Bantu saran dan solusi nya ustadz terimakasih. Wassalamualaikum ustadz
Akhwat (Jakarta)
1 week ago on Keluarga

Bolehkah Marah Kepada Ayah Yang Tidak Menafkahi Istri dan Anaknya?

Assalamualaikum. Saya seorang anak perempuan memiliki Ayah yg sehat dalam artian tidak memiliki penyakit, tidak cacat, dengan umur menginjak usia 59 tahun. Beliau pensiun di usia 55 tahun, ketika pensiun memeperoleh tunjangan yang alangkah sangat disayangakan tidak dikelola kedua orang tua saya dgn baik sehingga habis tanpa hasil. Saat ini beliau masih memiliki penghasilan dr kantor namun sebagai seorang pensiun dan jika untuk menghidupi keluarganya jauh dari kata cukup. Kakak saya telah menikah, artinya tanggungan untuknya telah lepas dari Ayah dan beralih ke suami. Saya telah bekerja. Namun 2 adik saya, perempuan dan laki-laki, belum selesai bersekolah. Saya ikhlas membantu memenuhi kebutuhan keluarga saya tsb. Listrik, air PAM, sekolah adik, kebutuhan bulanan ibu, saya bantu. Baru bulan ini, Ayah saya sama sekali tidak memberikan gajinya ke Ibu saya lagi. Ibu saya sangat sedih. Saya jg terpukul dan sakit hati mendengarnya. Adik perempuan saya berusaha mencari tau apa yg dilakukan Ayah saya dengan handphonenya sepanjang hari. Saat Ayah saya sedang keluar rumah, Adik saya memergoki foto-foto wanita (bule) di handphonenya. Adapula yg dicetak. Dan Ayah saya ternyata selalu membayar sebuah media sosial untuk chat dengan wanita-wanita yg tdk diketahui keberadaanya tsb. Katakanlah gaji Ayah saya Rp 1,3juta. Sebelumnya Ayah saya selalu memberikan seluruhnya kepada Ibu saya. Awal tahun, Ayah saya mengurangi menjadi Rp 700rb. Lau bulan ini, Ayah saya tidak memberikan sama sekali. Ketika Ibu saya bertanya, “Ayah, saya sudah ditagih tukang sayur” (karena Ibu terpaksa berhutang scr bulanan krn bru bisa bayar awal bulan) lalu Ayah saya menjawab “Tidak ada. Habis.” Lantas Ibu kebingungan dan menjawab “Bagaimana membayar hutang tsb?” Ayah dgn enteng menjawab “Tidak ada. Habis.” Astagfirullahaladzim, mohon bantuan kpd saya. Bagaimana saya hrs bersikap. Bagaimana agar saya tdk membenci Ayah saya sendiri. Ayah saya adalah org yg sangat keras. Mendidik kami sedari kecil dgn kekerasan. Namun saya sadar beliau lah yg membesarkan dan menanggung saya hingga saya lulus kuliah. Anehnya, Ayah saya tidak berusaha mencari pekerjaan. Sudah hampir 5 tahun, Ayah di rumah dan tidak bekerja. Sempat mencari pekerjaan di tahun pertama, namun sehabis itu tdk berusaha lagi dgn alasan “tidak ada yg menerima pekerja dgn usia sekian tahun” (alasan usia). Wallahu, menurut saya apabila berusaha pasti ada jalan. Hampir 5 tahun tidak mungkin Allah tdk berikan jika tdk berdoa dan bersungguh-sungguh mencari. Ibu selalu menegur Ayah namun Ayah malah memarahi dan murka hingga sempat terjadi pertengkaran (lempar barang, bertengkar dgn anak, dsb). Ayah di rumah saja namun jika adzan solat tidak ke masjid. Mengulur waktu solat shg tdk tepat waktu. Ayah seringkali meremehkan anak tetangga yg belum pegawai tetap. Ayah menyombongkan besan yg merupakan pejabat di depan teman-temannya. Ayah bahkan pernah berkata kepada teman laki-lakinya, di depan Ibu, “istrimu takut ga sama kamu?” Betapa sakit hati saya. Ayah tidak bisa ditegur. Jika ditegur bisa menyebabkan pertengkaran karena beliau pasti langsung emosi dan main tangan. Kami sekeluarga sdh pernah semua dipukuli, ditendang. Menurut saya, Ibu saya sangat hebat dan memiliki kesabaran yg luar biasa. Beliau tetap setia di rumah tidak pernah memarahi Ayah karena Ayah kami memang terlalu mudah tersulut api emosi.. Saya selalu berdoa agar Allah memberikan hidayah untuknya. Dan semoga Allah bahagiakan dan angkat derajat Ibu. Semoga Allah lancarkan rejeki saya, kakak, dan adik-adik. Mohon arahan dan bimbingan. Kami (Saya, Ibu, adik-adik, dan Kakak) sangat bingung.
Akhwat (Bekasi)
1 week ago on Fiqih

Apakah paman tiri mahram?

Assalamualaikum Ustadz, ana ingin bertanya apakah paman tiri mahram bagi ana (perempuan) ?
Akhwat (Yogyakarta )
1 week ago on Ibadah

masih mempunyai hutang puasa, apakah masih bisa untuk menggantinya

Bismillah Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh Mohon izin bertanya ustadz, ana masih memiliki hutang puasa yang belum ana ganti. Mohon izin bertanya apakah masih bisa untuk menggantinya? Jazakumullahu khayran
Ikhwan (Jakarta)
1 week ago on Fiqih

apakah minyak ditangan menghalangi wudhu

Assalaamu’alaikum saya ingin bertanya apakah minyak ditangan setelah makan itu mengubah sifat air ketika berwudhu
Akhwat (Panyabungan )
1 week ago on Ibadah

Suami Khawatir Terhadap Bayi Yang Menyusu Sedangkan Istri Merasa Tidak Masalah Berpuasa

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarokatuh ustadz Saya menyusui anak usia 20 bulan InsyaaAllah ramadhan ini. Saya rasa mampu puasa ramadhan tanpa mempengaruhi penyusuan anak karena anak sudah hampir 2 tahun . menyusu di siang hari hanya 2 kali sisanya lebih banyak di malam hari. tapi suami melarang karena katanya kasihan dengan anak karena takut asinya kurang Bagaimana hukumnya ustad ? dan apa yang harus saya lakukan? jazakumullah Khairan Semoga Allah memberikan Ustad kesehatan rahmat dan hidayah Nya Juga kepada seluruh tim salam dakwah dan keluarganya. Aamiin ya rabbal'alamin
Ikhwan (bekasi)
1 week ago on Fiqih

olahraga pernapasan

Assalamualaikum Ustadz apakah hukum olahraga pernapasan yaitu tarik nafas dan hembuskan untuk kesehatan?
Ikhwan (Jakarta)
2 weeks ago on Keluarga

Seorang Laki-Laki Dipaksa Menikah Dengan Wanita Pilihan Orang Tua

بسم الله الرحمن الرحيم السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة Ustadz, mohon izinkan saya untuk bertanya sesuatu, Saya adalah lelaki umur 32 tahun. Saya dari keturunan Nabi Muhamad SAW (Atau disebut dengan istilah Habib di Indonesia). Saya telah menyukai seorang wanita selama 3 tahun yang kebetulan kuliah di satu perguruan tinggi dengan saya. Wanita ini Alhamdulillah muslimah, rajin ibadah, berakhlak baik, dan selalu beropini dan berpendapat sama dengan saya. Saya ingin sekali menikah dengan dia dengan Syariah Allah dan Sunnah Rasulnya. Tetapi Ayah saya tidak menyetujui saya untuk menikah dengannya. Alasannya bukan dari Agama, Akhlak, atau Kecantikan wanita itu tetapi karena dia bukan dari keturunan nabi (Syarifah) seperti saya. Ayah saya bilang bahwa dia akan merasa malu dengan orang-orang Arab yang tinggal di sekitarnya jika saya menikah dengan yang keturunan bukan dari keturunan Nabi. Apalagi di daerah tersebut sering ada acara Maulid Nabi dan semua orang-orang yang keturunan Habib sering berkumpul di situ. Saya Alhamdulillah baru saja menyelesaikan kuliah saya dan sekarang sedang mencari kerja. Pada akhir-akhir ini Ayah saya mencoba untuk memaksa untuk menjodohkan dan menikahkan saya dengan wanita keturunan Nabi yang dia kenali, saya dipaksa untuk bertemu dengan wanita-wanita tersebut, dan saat saya bertemu mereka saya sama sekali tidak merasa senang dan hati saya tetap cinta pada wanita yang saya sukai dan tidak bisa membuka hati saya kepada wanita lain. Pada saat saya berumur 25 tahun saya pernah mengikuti kemauan orang tua saya dan saya dijodohkan dan dinikahkan secara taaruf dengan wanita keturunan Arab. Tetapi setelah nikah wanita itu langsung meminta cerai pada malam pertama karena dia dipaksa oleh orang tuanya dan kami sama sekali tidak melakukan hubungan suami istri atau tinggal bersama. Dan surat cerai secara resmi keluar 2 tahun setelah pernikahan saya gagal. Kegagalan dalam pernikahan ini sangat berefek significant terhadap hidup saya dimana saya tidak menemukan kebahagiaan dan kondisi fisik saya memburuk. Tapi Alhamdulillah saya telah melupakan masa lalu saya yang itu setelah mencintai wanita yang saya sukai sekarang. Saya ingin bertanya kepada ustadz apa yang saya harus lakukan sekarang. Saya sudah mencoba selama 3 tahun untuk berdoa dan meyakinkan Ayah saya tetapi beliau keras kepala dan tidak ingin merubah pikirannya. Saya bimbang apa saya harus lakukan. Apa saya melanjutkan menikah dengan wanita yang saya inginkan tanpa restu dari Ayah saya. Apakah itu dalam islam termasuk durhaka kepada orang tua saya. Dan kalau saya menurut dengan keinginan dan paksaan ayah untuk menikah dengan wanita keturunan nabi yang saya tidak menginginkannya maka saya takut mengzalimi wanita itu dan takut kejadian yang sebelumnya terjadi lagi. Mohon bantuannya untuk menjawab pertanyaan saya ustadz. Terima kasih banyak Ustadz.
Ikhwan (Malang)
2 weeks ago on Mu'ammalah

Lotre Berhadiah?

Assalamualaikum ustad Saya saat ini bekerja membuat jualan lotre berhadiah, ada yg dengan hadiah uang dan ada yang hadiah mainan untuk anak anak harga 500 an. Contoh penjualan. 1. Setiap anak yg membeli yg kosong saya kasih permen 1 2. Setiap anak yg membeli yg kosong, bisa ditukar dengan jajan sesuai uang yg dia keluarkan. Bagaimana hukumnya, dan apakah halal dan diperbolehkan ? Terima kasih.
Ikhwan (Jakarta)
2 weeks ago on Fiqih

Tidak Wajib Qadha Shalat?

Assalaamu'alaikum saya ingin bertanya saya pernah membaca kurang lebih kalau sholat yang pernah ditinggalkan bukan karena udzur syar'i itu tidak boleh karena tidak dijelaskan di dalam agama (kurang lebih seperti itu)
Ikhwan (Jakarta)
2 weeks ago on Fiqih

Bagaimana Kalau Saya Ragu Tentang Kehalalan Makanan

Assalaamu'alaikum saya ingin bertanya saya diberi makanan tetapi saya ragu halal atau haram karena saya baru mengetahui info kalau angciu atau arak merah bisa dibilang banyak digunakan untuk bahan masak mohon penejelasannya, dan apakah saya boleh membuangnya dengan alasan hati hati
Ikhwan (Jakarta)
2 weeks ago on Fiqih

Jika dulu pernah menipu sebelum baligh

Assalaamu’alaikum saya ingin bertanya jika ada orang semasa belum baligh pernah berjualan dan mendapatkan pendapatannya hasil menipu apa yg dia harus lakukan? Terimakasih
Ikhwan (Jakarta)
2 weeks ago on Fiqih

Apakah saya wajib qadha

Assalaamu’alaikum saya ingin bertanya suatu ketika saya wudhu dan sholat zhuhur lalu setelah beberapa saat adzan ashar saya melihat kaki saya terdapat darah,pertanyaan saya apakah wudhu dan sholat saya sah?
Ikhwan (Jakarta)
3 weeks ago on Fiqih

apakah pewangi dan semacamnya pada pakaian dan semisalnya dapat merubah sifat air wudhu

Assalaamu'alaikum saya ingin bertanya apakah ketika saya mengelap muka saya dengan handuk yang wangi pewangi pakaian dan semislanya seperti bekas sambal dimulu dan kemudia pewangi itu menempel di muka saya membuat wudhu saya tidak sah karena merubah sifat air? terimaksih

PANDUAN MEMBUAT PERTANYAAN

  1. Ini adalah halaman untuk input pertanyaan seputar Islam.
  2. Jangan mem-posting pertanyaan di halaman forum.
  3. Sebelum posting pertanyaan gunakan fasilitas pencarian (search) di halaman berikut terlebih dahulu untuk memastikan pertanyaan Anda belum pernah diposting sebelumnya oleh user lain:
  4. Pilih kategori pertanyaan sesuai dengan tema pertanyaan.
  5. Gunakan kalimat yang jelas agar team redaksi SalamDakwah mudah memahami pertanyaan dan dapat memberikan jawaban sesuai yang diinginkan.
  6. Pertanyaan yang telah dijawab akan ditampilkan di halaman Tanya Ustadz.
  7. Semua pertanyaan Anda baik yang telah atau belum dijawab bisa dilihat di halaman Pertanyaan Saya (Klik nama Anda setelah login di menu paling kanan di menu bar)
  8. Pertanyaan akan dijawab oleh team redaksi SalamDakwah sekitar 1 - 7 hari.
  9. Demi alasan kehati-hatian tidak semua pertanyaan akan dijawab. Hanya pertanyaan yang telah ada fatwa dari ulama' yang akan dijawab.
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com