jQuery Mobile Framework

Navigation Search

Forums - Kompilasi Tanya Jawab

BELUM MELUNASI HUTANG DALAM WAKTU YANG SANGAT LAMA (Ustadz Muhammad Wasitho, MA)

Sabtu, 03 Agustus 2013 , 13:52:44
Oleh : Ummu Adam

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum Ustadz,
jika dahulu seseorang pernah berhutang kepada orang lain, kemudian hingga jangka waktu yang lama orang tsb blm melunasi hutangnya, apa yg harus dilakukannya?

Jawaban Oleh Ustadz Muhammad Wasitho, MA :
(Disusun Di BBG Majlis Hadits: Tanya Jawab Masalah 80)

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah. Jika seseorang pernah berhutang pada orang lain sedikit ataupun banyak, maka ia berkewajiban melunasi hutangnya meskipun telah lewat waktu sangat lama. Jika orang yg menghutanginya telah meninggal dunia, maka hendaknya ia melunasinya kpd ahli warisnya. Namun jika ia tidak mengetahui keberadaan orang yg menghutanginya dan juga keluarganya, dan sudah bersungguh-sungguh mencaritahu tempat tinggalnya, namun tidak mendapatkannya pula, maka hendaknya ia menshodaqohkan sejumlah uang yg ia pinjam darinya dengan mengatas-namakan orang tsb dan berniat pahala shodaqoh itu untuknya. Maka dengan demikian ia telah bebas tanggung jawab di hadapan Allah dan dari tuntutan kezhaliman pd hari kiamat kelak. Di dalam sebuah hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda (yg artinya):

"Barangsiapa yg pernah menzhalimi (mengambil hak) saudaranya, maka hendaknya ia segera menyelesaikannya sekarang juga (di dunia) seblm datang suatu hari yg mana uang Dinar dan Dirham tdk lagi bermanfaat (bagi pemiliknya)...".

Dan didlm hadits lain, Nabi bersabda:

مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللَّهُ عَنْهُ ، وَمَنْ أَخَذَ يُرِيدُ إِتْلاَفَهَا أَتْلَفَهُ اللَّهُ

"Barangsiapa mengambil (meminjam) harta orang lain dan dia berkeinginan kuat utk melunasinya, niscya Allah akan melunasinya baginya (yakni jika ia meninggal seblm mampu melunasinya, pent). Dan barangsiapa mengambil (meminjam) harta orang lain dan ia berniat utk tidak melunasinya, maka Allah akan menghancurkannya." (Hadits SHOHIH. Diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari II/841 no.2257, dan Ahmad II/361 no.8718).

Demikian jawaban yg dpt sy sampaikan. Smg dpt dipahami dan bermanfaat.
Wabillahi at-taufiq.