SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Kajian Buku Vaksinasi - Mubah dan Bermanfaat

3 years ago

Kajian Buku Vaksinasi - Mubah dan Bermanfaat

 Bismillah

Hadirilah Kajian Buku

VAKSINASI - MUBAH DAN BERMANFAAT

Pemateri 1 : Dr. Raehanul Bahraen (Penulis Buku dan PengkajianVaksin Yang Halal)

Pemateri 2 : Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi(Doktor Lulusan Universitas Al Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Saudi Arabia)

Hari : Sabtu, 21 November 2015 / 9 Safar 1437 H
Jam : 08.30-1130
Tempat : Masjid Raya Al Ittihaad, Kompleks Tebet Mas,Jakarta Selatan

CP (Ikhwan) : 0812 9579 9191 
(Akhwat) : 0811 968 330


yogi
2 years ago

tanya inti bukunya

Ustadz maaf mau tanya, saya belum tahu isi kajian buku ini, kira2 garis besarnya apa ya? terima kasih.

Sebab untuk vaksin. menurut pemahaman saya yang masih apa adanya ini. bahwa bayi/manusia ini adalah pabribkan dari Allah, jadi ga perlu di modif oleh vaksin, dan insya Allah saya yakin Allah telah memberikan petunjuknya ketika menyambut bayi manusia ini dengan tahnik kurma sebagai glukose energi pertama bagi bayi, selanjutnya ASI eksklusif sebagai nutrisi awal yang telah Allah sediakan untuk antibodi jangka panjang. setahu saya tapi wallahu alam bahwa ampedu bayi ketika baru terlahir masih belum sempurna untuk menyerap racun, walaupun racun kimiawi itu nol koma sekian persen disuntikkan masuk ke tubuh bayi dalam bentuk pengawet yang menyertai antigen bakteri terbusuk/kotor yang diambil dari darah manusia yang terjangkiti penyakit. maka saya tak habis pikir secara ilmiah dimana ampedu bayi belum sempurna menyerap dan membuang racun, maka saya membayangkan bahwa tidak semua bakteri akan hidup di tubuh, beberapa bakteri mati mengandung racun pengawet kimiawii bisa masuk terbawa aliran darah ada yang ke otak maka saya membayangkan sel-sel mudanya bisa mati, tumbuh dan mati lagi terkena racun kimiawi pengawet vaksin, sebab tiada vaksin tanpa pengawet ntah itu alumunium, streptomisin dll yang tergolong racun bagi tubuh, sehingga saya membayangkan menyebabkan tidak seimbangnya otak kiri dan kanan bayi secara permanen terkena racun kimiawi pengawet vaksin dan kehilangan keseimbangan berpikir bayi terganggu pada perilakunya dll. yang saya tidak habis pikir anak yang masih bersih suci mau sehat kok malah diberi antigen bakteri terbusuk yang diambil dari darah orang sakit yang dioplos dengan pengawet racun kimiawi, seharusnya kan bayi mau sehat secara ikhtiar kepada Allah diberi nutrisi alami dari asi dan makanan bernutrisi sesuai usianya. anak mau sehat kok malah diberi bakteri kotr+racun, bukannya diberi nutrisi baik yang sesuai usianya. bakteri yang diambil dari darah si sakit apakah tidak mengandung ikatan DNA, lalu DNA nya dimasukkan ke anak bayi yang masih suci itu? ya kalau bakteri diambil dari darah si sakit berkarekter sholih sih mungkin mendingan, tapi kalau sebaliknya? dan telah banyak bukti kawan-kawan saya malah disarankan oleh seorang dokter dalam hubungan pertemanan pribadi bukan hubungan kedinasan (yg nantinya terkait dgn sumpah jabatan) di kota saya memberitahukan bahwa anaknya ga usah di vaksin. Ternyata hasilnya hingga kini anaknya kelas 3 SMA sehat bugar dan punya adik lagi 3 tidak di vaksin sehat dan montok-montok sehat dengan hanya memanfaatkan fasilitas yang telah Allah sediakan saat hamil banyak mengkonsumi madu & kurma atau yang bernutrisi lainnya, ke empat anaknya tidak divaksin alhamdulillah tidak terkena campak,polio, diphteri dll malah tetangganya yang divaksin terkena penyakit, sehingga yang awalnya orang puskes mendatangi rutin rumahnya untuk ajakan vaksin selalu tidak mau dgn penjelesan yang baik, sekarang malah terbalik orang puskesnya konsul ke teman karena anak-anaknya jadi percontohan anak sehat tidak terkena penyakit dalm daftar vaksin. saya berpikir pula bahwa penemu vaksin : EDWARD JENNER hanya menyuntikkan vaksin ke anak si James pipps yang terkena cacar sapi justru dalam keadaan sakit, bukan sehat, dan sifatnya sebagai penawar penyakit. lah sekarang anak-anak sehat malah di jejelin bakteri kotor+racun kimiawi pengawet, ya malah hasilnya positif terserang bakteri itu sendiri. dan sekarang telah banyak bukti dari temen-temen bahwa tanpa di vaksin pun sehat sebagai pilihan yang tidak ber resiko, maka serharusnya hukum darurat dlm islam tak berlaku thdp vaksin ini, sebab ada pilihan "tidak di vaksin pun sehat" hanya saja penanaman sugesti oleh kalangan tertentu sudah sangat tertanam, namun sebagian juga telah luntuk lantaran sudah di vaksin angger saja terkena campak dll sehingga tidak ada hasil. memang vaksin memiliki resiko dan kegagalannya dalam berspekulasi terhadap makhluk kecil yang lemah ini bernama bakteri yg saya juga kurang meyakini kinerja bakteri ini terhadap manusia yang seharusnya lebih kuat. ber resiko karena bisa jadi racun pengawetnya akan merusak sel-sel tumbub muda bayi secara permanen dan kegagalan karena tak mampu melawan penyakit dengan bukti telah di vaksin tetap saja terkena semisal cacar, karena ketahanan bakterinya hanya mampu bertahan beberapa waktu saja. kasihanilah anak-anak bayi suci kita usah dikotori oleh bakteri busuk dan racun pengawet kimiawi kotor ini. wastaghfirullah, 'afwan wallahu alam bishowab. maaf bila ada kata-kata yang salah dan kurang berkenan

Silakan login untuk menulis komentar.
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com