SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Nasehat Para Ulama (Syaikh Abdurrozzaq Al Abbad Al Badr)


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
3 years ago

Oleh : Ustadz Abu Fadh Ega

Nasihat Para Ulama

Syaikh Abdurrozzaq Al Abbad Al Badr -Hafidzohullah ta'ala-

Syaikh Abdurrozzaq Al Badr -semoga Allah senantiasa menjaga beliau- pernah bercerita, ketika suatu hari beliau sedang melaksanakan shalat berjamaah di masjid Nabawi dan di penghujung sholat ketika imam sudah bertakbir untuk masuk dalam posisi tahiyat akhir, beliau dapati orang yang sholat di sebelahnya masih dalam kondisi sujudnya berdoa dan bermunajat, dan orang tersebut baru mengangkat kepalanya ketika jamaah sudah mau mendekati salam.

Lalu setelah selesai sholat Syaikh memberi salam kepadanya kemudian menegurnya bahwa dia telah memperpanjang sujudnya, lalu sontak orang itu pun kaget dan terlihat di wajahnya tanda-tanda kemarahan dan seakan akan mempertanyakan mengapa Syaikh melarangnya berdoa, kemudian Syaikh katakan kepadanya semoga Allah menerima semua doa yang dia panjatkan ketika sujudnya, maka seketika kemarahannya pun mereda dan dia menjadi tenang, kemudian Syaikh memberi nasihat kepadanya bahwasanya memperpanjang sujud itu hukumnya sunnah sedangkan mengikuti Imam hukumnya wajib, orang itu pun terlihat senang mendengarnya dan kemudian mendoakan agar Allah membalas syaikh dengan kebaikan.

Jika kita perhatikan pada cerita yang singkat ini terkandung faidah-faidah yang luar biasa, diantaranya :

1. Sikap mendahulukan berbaik sangka kepada sesama muslim.

Syaikh -hafidzohullah- tidak tahu apa yang orang itu lakukan di sujudnya tapi beliau menceritakan bahwa orang tersebut sedang melakukan doa dan bermunajat, padahal bisa jadi orang itu sedang memikirkan hal-hal yang lain atau sedang tertidur !

2. Lembut dalam berdakwah.

Syaikh memberi teladan kepada kita dalam cara berdakwah dengan mengawalinya dengan memberi salam, kemudian beliau dahulukan kelembutan dalam berdakwah dengan mendoakan orang tersebut agar semua doanya diterima oleh Allah Ta'ala. Kemudian dengan kelembutan tersebut dengan izin Allah orang tersebut menerima dakwah Syaikh.

Maka hendaknya sikap kita dalam berdakwah adalah dengan selalu berusaha mendahulukan sikap lembut dan niatkanlah dalam hati kita mendaratnya dakwah kita ke hati orang yang didakwahi; dengan itu maka kita akan selalu mencari jalan yang terbaik untuk mendakwahi seseorang menuju kebenaran.

Betapa banyak orang yang kasar dalam dakwahnya, seakan-akan dakwahnya hanya berniat untuk menegakkan hujjah bukan untuk masuknya hidayah ke hati orang tersebut, padahal Allah Ta'ala berfirman yang artinya :

((Maka berkat rahmat Allah, engkau (Muhammad) berlaku lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu...))

Dan Allah juga menjelaskan tentang cara berdakwah yang baik dan benar, Dia berfirman yang artinya :

"Berdakwahlah ke jalan Rabbmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik". (QS: AnNahl 125)

Semoga Allah Ta'ala selalu mengasihi kita di dunia dan di akhirat dan menjadikan kita pribadi yang bisa mencontoh akhlaq dari RasulNya shallallahu 'alaihi wa sallam dan mengkaruniai kita dengan istiqomah dan mewafatkan kita dalam keadaan husnul khotimah. Aamiiin

أخوكم في الله

Abu Fahd Ega Arya ir. Jakarta, 19 DzulQo'dah 1437 H / 22 Agustus 2016

Silakan Login untuk menulis komentar.

FORUM TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com