SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Pic Dakwah: Halal Bi Halal


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
4 years ago

IMG-20160709-WA0000.jpg

👉 Instagram (IG) : @pic_dakwah_ustadz_salafi

 

IDUL FITHRI DAN HALAL BI HALAL

 

Idul Fithri adalah salah satu di antara dua hari raya besar yang ada dalam Islam. Biasanya dalam Idul Fithri, di negeri tercinta ini, selalu identik dengan acara halal bihalal. Entah bagaimana asal muasalnya, tetapi tradisi itu telah berlangsung sejak lama.

 

Yang jelas, hari Idul Fithri adalah hari dimana kaum muslimin merayakan kegembiraannya pasca Ramadhan. Bahkan hari itu kaum muslimin diperbolehkan bersukaria sebagai ungkapan syukur kepada Allah dengan melakukan kegaiatan apa saja yang menyenangkan hati sepanjang hal itu tidak bertentangan dengan syariat Islam.

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

(Artinya) Wahai Abu Bakar, sesungguhnya setiap golongan umat memiliki hari raya. Dan (hari) ini adalah hari raya (id) kita. [3]

 

Kemudian, dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “hari ini adalah ‘Id (hari raya) kita”, dapat dimaklumi bahwa menampakkan kegembiraan pada dua hari raya Islam merupakan syiar agama. Hari itu bukanlah sebagaimana hari-hari lain.[4]

 

Demikian, maka halal bihalal atau apapun istilahnya, adalah kegiatan yg menjadi mubah, jika hanya dimaksudkan untuk mengungkapkan rasa gembira pada hari raya, baik Idul Fithri maupun Idul Adha ; misalnya untuk makan-makan bersama, bertemu keluarga dan handai taulan. Sebab memang diperbolehkan kaum musilmin mengungkapkan kegembiraan hatinya pada saat-saat hari raya, sepanjang kegembiraan itu tidak menyimpang dari ketentuan syar’i.

 

Masalahnya, memang terdapat banyak hal yang kemudian menyimpang dari ketentuan syariat, seperti ikhtilath (bercampur antara laki-laki dan perempuan bukan mahram), jabat tangan antara lawan jenis, hura-hura, pamer aurat, pamer kecantikan, nyanyian-nyanyian maksiat, main petasan dan lain sebagainya.

 

Kegiatan-kegiatan maksiat semacam itulah yg semestinya dihindari. Di samping itu, tidak usahlah kegiatan saling maaf memaafkan menjadi menu utama dalam acara berhari raya atau berhalal bihalal. Saling memaafkan tidak perlu menunggu acara halal bihalal....👉 Selengkapnya: https://almanhaj.or.id/3157-idul-fithri-dan-halal-bi-halal.html

 

(Copy & Paste link di browser Anda)

 

Pic copas Ummu Nisa

Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com