SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Renungan Di Bulan Ramadhan (Oleh Ustadz Najmi Umar Bakkar)


Aktualita
Aktualita
4 years ago

13381256_999497473479184_743167549_n.jpg

Oleh : Ustadz Najmi Umar Bakkar 


Renungan Di Bulan Ramadhan  


✅ Wahai Saudariku...


🌸 Jika amalan tidak menemukan jalan penghubung menuju hati, maka amalan itu tidak akan sampai pada hati, sehingga jiwalah yang akan menguasainya...


🌸 Meskipun ia terlihat beramal shalih, akan tetapi amalannya tidak sampai pada hatinya...


🔹Terlihat pemilik jiwa itu menjadi orang yang paling zuhud, paling rajin beribadah, paling serius atau bersungguh-sungguh, namun pada hakikatnya ia menjadi orang yang paling jauh dari Allah 'Azza wa Jalla...


🔹Malamnya shalat tahajjud, bahkan pada bulan Ramadhan tapi tetap saja ia membuka auratnya dan aurat orang lain di pagi hari...


🔹Siang harinya berpuasa, bahkan di bulan Ramadhan tapi tetap saja ia mengghibah di malam hari...


🔹Dia membaca al-Qur'an, bahkan bisa khatam di bulan Ramadhan namun tetap saja ia tidak bisa meninggalkan perbuatan buruknya dengan riya dan ujub...


🔹Dia selalu berdzikir kepada Allah, namun tetap saja bermaksiat kepada-Nya...


🔹Dia shalat tapi tetap saja tidak dapat mencegah dirinya dari perbuatan keji dan mungkar...


🔹Dia berdzikir tapi tetap saja tidak ada pengaruh dzikir yang seharusnya bisa mengusir syaithan...


🔹Dia mendengarkan nasihat di majelis-mejelis ilmu atau membaca nasihat melalui hp dengan WA dan matanya hampir meneteskan air mata, tapi ketika keluar dari rumah dan masjid, maka pertama kali yang dia lakukan adalah memandang para wanita yang memamerkan auratnya...


❗Kenapa ini bisa terjadi...!!!

❗Lalu apa penyebabnya...!!!


✅ Jawabannya adalah :


⚠ Sesungguhnya pada saat dia mengamalkan suatu amalan, maka amalannya tidak sampai menembus pada hatinya...


⚠ Perkataan yang dia dengar dan yang dia baca hanya berlalu di bagian luar hatinya saja...


⚠ Sehingga ketika hawa nafsu menyerangnya, kembalilah dia kepada maksiatnya. Saat itulah dia lupa akan segala sesuatu yang telah diketahuinya...


🌸 Inilah zaman ketika seseorang lebih sibuk dengan hawa nafsunya tetapi dibungkus dengan "bungkusan ilmu" seakan-akan membela ilmu padahal sebenarnya ia sedang membela hawa nafsunya...


❗Ketahuilah...


🔸Jika amalan telah merasuk ke dalam hati niscaya dia akan menetap di dalamnya, lalu akan sampai kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala...


🔸Maka Allah ridho terhadapnya, lalu Dia pun mengambil ubun-ubun dan hatinya kepada-Nya...


🔸Sehingga dengan itu ia pun akhirnya 


🔺mampu untuk bertaqwa...

🔺mampu untuk istiqomah...

🔺mampu untuk bersabar...

🔺mampu senantiasa ikhlas...

🔺mampu mengikuti sunnah...

🔺mampu untuk bersungguh-sungguh...

🔺mampu menjauhi dosa dan maksiat...

🔺mampu menjadikan akhirat selalu berada di hatinya dan dunia selalu berada di tangannya...


✅ Selalu mendahulukan Allah dan Rasul-Nya...

✅ Selalu mengikuti al-Qur'an dan as-Sunnah...


❗Wahai Saudariku...


Derajat yang tinggi di sisi Allah tidak akan diraih kecuali setelah bersungguh-sungguh...


Sungguh-sungguh tidak akan ada kecuali setelah adanya rasa takut...


Rasa takut tidak akan ada kecuali setelah adanya keyakinan...


Keyakinan tidak akan ada kecuali setelah adanya ilmu...


Ilmu tidak akan ada kecuali setelah belajar...


Belajar sulit dilakukan jika tanpa adanya niat yang lurus,  tekad yang kuat dan semangat yang tinggi...


Sungguh mengherankan sekali...


Bulan Ramadhan sedang dilewati...

tapi tetap saja tidak terbukanya hati untuk kembali takut dan harap serta bertaubat kepada Allah 'Azza wa Jalla.......!


❗Wahai Saudariku...


Janganlah engkau yakin, bahwa diri-diri ini sudah menjadi shalih...


Adakah engkau tahu bahwa shalat, puasa, shadaqah, dll amal ibadah itu sudah diterima...?


Adakah engkau tahu bahwa maksiat yang pernah engkau lakukan itu sudah mendapatkan ampunan dari Allah...?


Adakah engkau tahu bahwa taubat yang engkau laksanakan sudah diterima oleh Allah...?


❗Oleh karena itu...


Sungguh mengherankan sekali...


Orang-orang menangisi seseorang yang tubuhnya mati, tetapi tidak menangisi orang yang hatinya telah mati. Padahal kematian hati sejatinya lebih berat dan musibah yang lebih dahsyat...


Tetapi memang, tidaklah luka menyakiti orang yang sudah mati...


Allah Ta'ala berfirman :


"...Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada" 

▶ (QS. Al-Hajj [22]: 46)


"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk patuh hatinya mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan kepada mereka.......?" 

▶ (QS. Al-Hadid [57]: 16)


"Dan nasihatku tidak akan bermanfaat bagimu meskipun aku ingin memberi nasihat kepadamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Rabb kamu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan" 

▶ (QS. Hud [11]: 34)


"...Aku hanya bermaksud (mendatangkan) perbaikan selama aku masih sanggup. Dan petunjuk yang aku ikuti hanya dari Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya (pula) aku kembali" (QS. Hud [11]: 88)


"(yaitu) surga-surga 'Adn, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah balasan bagi orang yang MENYUCIKAN DIRI" (QS. Thaha [20]: 74-76)


⚠ Ya Allah, ambillah hati dan ubun-ubun kami kepada-Mu dengan pengambilan yang mulia sehingga kami mendapatkan cinta-Mu..


Silakan Login untuk menulis komentar.

FORUM TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com