SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Tanya Jawab ttg Zakat Perdagangan, Zakat Mal, Zakat Emas, Mushaf Bagi Penghafal Al-Quran, Niat Puasa Ramadhan (Oleh Ustadz Najmi Umar Bakkar)


Aktualita
Aktualita
4 years ago

💠 KUMPULAN PERTANYAAN
DI JAWAB OLEH:
USTADZ NAJMI UMAR BAKKAR

🍀 1. Untuk zakat perdagangan, bagaimana cara menghitung brg yg blm laku, kita hitung harga beli atau harga jual, krn harga jual kdg msh berubah tergantung org beli partai ?

Zakat perdagangan adalah zakat pada barang yang dibeli, yang mana memang sejak awal diniatkan untuk dijual atau diperdagangkan.

Perhitungan zakat barang dagangan yaitu :

nilai seluruh barang dagangan* + uang dagang yang ada + piutang yang diharapkan – hutang yang jatuh tempo**

* dengan harga modal saat akan bayar zakat (jatuh haul), bukan harga saat beli.

** hutang yang dimaksud adalah hutang yang jatuh tempo pada tahun tersebut (tahun pengeluaran zakat). Jadi bukan dimaksud seluruh hutang pedagang yang ada. Karena jika seluruhnya, bisa jadi tidak ada zakat bagi dirinya. Jika mencapai nishob, maka dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5% atau 1/40.

Contoh :

Bpk.Hasan mulai membuka toko dengan modal 100 juta pada bulan Muharram 1436 H, maka pada bulan Muharram 1437 H, perincian zakat barang dagangan Bpk.Hasan adalah :

– nilai barang dagangan        = Rp.40.000.000
– uang yang ada                     = Rp.10.000.000
– piutang                                  = Rp.10.000.000
– hutang                                   = Rp.20.000.000 (yang jatuh tempo tahun 1437 H)

Maka perhitungan zakatnya :

= (Rp.40.000.000 + Rp.10.000.000 + Rp.10.000.000 – Rp.20.000.000) x 2,5%
= Rp.40.000.000 x 2,5%
= Rp.1.000.000

🍀 2. Apakah seorang penghafal Al-Qur'an ketika sdg ingin mmbaca Al-Qur'an tdk perlu memegang mushaf Al Qur'an krn sdh hafal ataukah tetap memegang mushaf?

Jika sudah hafal, maka boleh dipegang dan boleh juga tidak.

🍀 3. Zakat mal jika sdh mencapai nisab walaupun blm satu tahun apakah tetap hrs dikeluarkan?

Tidak, tapi hendaknya menunggu setahun. Jika dikeluarkan juga maka namanya infaq atau sedekah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

"Tidak ada zakat dalam harta hingga berlalu padanya satu tahun".
(HR. Ibnu Majah no. 1792, hadits dari Aisyah dan HR. Abu Dawud no. 1573, hadits dari Ali, lihat Shahih Sunan Abu Dawud 1/346 dan Irwaa'ul Ghaliil III/254-258)

Syarat ini hanya berlaku sebagai syarat wajib zakat pada tiga jenis harta saja, yaitu hewan ternak yang digembalakan, emas dan perak serta zakat barang perdagangan.

🍀 4. Bagaimana tata cara zakat emas? Brp gr. mulai kena zakat? Bgmn cara menghitungnya? jika zakatnya kita beri untuk satu orang atau blh kita bagi utk bebrp org ? Dan apa ada tata caranya ? Kpd org yg kita beri zakat apa hrs kita beri tahu itu uang zakat kita ?

Tujuan zakat adalah untuk mensejahterakan atau diharapkan tahun depannya orang yang telah menerima zakat tahun ini tidak lagi termasuk orang yang berhak menerima zakat.

Zakat boleh diberikan untuk satu orang atau untuk beberapa orang, yang penting tujuan zakat seperti di atas tercapai. Adapun kepada orang yang diberi zakat tidak perlu diberi tahu bahwa itu adalah uang zakat.

Emas dikeluarkan zakatnya jika memiliki nilai minimal 85 gram dan sudah bertahan selama setahun, lalu dikeluarkan 2,5%.

Contoh perhitungan zakat emas :

Perhiasan ada 100 gram emas dan telah dimiliki selama setahun. Berarti dikenai wajib zakat karena telah melebihi nishab 85 gram.

Zakat yang dikeluarkan (kalau dengan emas) :
2,5 % x 100 gram emas = 2,5 gram emas

Zakat yang dikeluarkan (kalau dengan uang) :
2,5 gram emas x Rp.550.000,-/gram = Rp.1.375.000,-

* jika harga emas per gram Rp.550.000,- (harga sewaktu-waktu dapat saja berubah)

🍀 5. Apakah ada bacaan niat puasa yg syar'i di bln Ramadhan ?

Niat itu artinya tujuan atau keinginan dan harus ada dalam setiap ibadah. Jika tidak ada niat, maka puasa dianggap tidak sah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

من لم يجمع الصيام قبل الفجر فلا صيام له

"Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum terbitnya fajar (shubuh), maka tidak ada puasa baginya".
(HR. Abu Dawud no. 2454, Ibnu Majah no. 1933 dan al-Baihaqi IV/202, hadits dari Hafshah binti Umar, lihat Shahih Sunan Abu Dawud no. 2118 dan Shahiihul Jaami' ash-Shaghiir no. 6538)

Tetapi niat itu bukan dilafazhkan dengan ucapan "nawaitu shouma ghodin...dst". Karena ucapan itu termasuk bid'ah (tidak ada tuntunannya).

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata :

لَا يَصِحُّ الصَّوْمَ إِلَّا بِالنِّيَّةِ وَمَحَلُّهَا القَلْبُ وَلَا يُشْتَرَطُ النُّطْقُ بِلاَ خِلَافٍ

"Tidak sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Dan letaknya niat itu adalah di dalam hati serta tidaklah disyaratkan untuk diucapkan. Pendapat ini tidak ada perselisihan di antara para ulama"
(lihat Raudhatuth Thaalibin I/268).

Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com