SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Zakat Perhiasan Emas


Feby ummu maryam
Feby ummu maryam
7 years ago

Pertanyaan:

Bagaimana penjelasan zakat emas, bedakah emas perhiasan dg emas yg bukan perhiasan? (Sebagai simpanan sj tdk dipakai).

شُكْرً



Jawaban:



Perhiasan yang biasa digunakan oleh para wanita itu beraneka ragam bentuk dan sifatnya. Jika perhiasan tersebut terbuat dari permata, zamrud dan mutiara, selain emas dan perak, maka tidak ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama’ bahwa itu semua tidak wajib dikeluarkan zakatnya, kecuali kalau digunakan sebagai barang perdagangan, maka wajib dizakati dengan zakat perdagangan. [

Lihat Al-Umm oleh Imam Syafi’i II/36, Jami’ ahkamin Nisa’ Syaikh Mushthofa Al-Adawi II/143-165, Shohih Fiqhis Sunnah oleh Syaikh Abu Malik II/26.]



Sedangkan perhiasan wanita yang terbuat dari emas dan perak, apakah wajib dikeluarkan zakatnya ataukah tidak?



Maka pendapat yang nampak rajih menurut kami adalah pendapat yang menyatakan bahwa hukum mengeluarkan zakat perhiasan emas dan perak adalah wajib jika telah mencapai nishob dan genap berlalu satu tahun. Karena lebih kuat dalilnya dan lebih selamat untuk diamalkan serta dapat membebaskan seseorang dari perselisihan. Wallahu a’lam bish-showab.

Alasan lain yang menjadikan pendapat ini lebih rajih ialah karena beberapa hal berikut:



Keumuman dalil-dalil yang mewajibkan zakat emas dan perak, sedangkan perhiasan juga terbuat dari emas dan perak. Dan di dalam ilmu ushul Fiqih ditetapkan bahwa sebuah lafadz umum harus dibawa pada makna umum sampai ada dalil yang mengkhususkan. .



Adanya dalil-dalil khusus yang shohih dari Nabi tentang wajibnya mengeluarkan zakat perhiasan emas dan perak.

 

Mengeluarkan zakat perhiasan emas dan perak merupakan sikap yang lebih hati-hati dan lebih selamat dalam menjalankan perintah syariat.



NISHOB DAN KADAR ZAKAT PERHIASAN



Nishob Perhiasan emas adalah sama seperti nishob emas, yaitu 20 dinar/mitsqal atau seberat 85 gram emas murni (24 karat). Sedangkan nishob perhiasan perak adalah sama seperti nishob perak, yaitu 200 dirham atau seberat 595 gram perak murni.



Adapun rincian nishob emas dan perak berdasarkan ukuran modern hasil penelitian sebagian ulama seperti syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah dalam kitabnya Asy-Syarhul Mumti’ VI/103 adalah sebagai berikut:



1 Dinar = 4,25 gr, 1 Dirham = 2,975 gr.



Dari data ini, maka nishob emas adalah: 4,25 gr x 20 = 85 gram. Dan nishob perak adalah: 2,975 gr x 200 = 595 gram.



Adapun kadar atau persentase zakat yang wajib dikeluarkan dari perhiasan emas dan perak adalah 2,5% (dua setengah persen). Ketentuan-ketentuan tersebut di atas telah dijelaskan di dalam hadits-hadits berikut ini:



عَنْ عَلِىٍّ – رضى الله عنه – عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ : « فَإِذَا كَانَتْ لَكَ مِائَتَا دِرْهَمٍ وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ فَفِيهَا خَمْسَةُ دَرَاهِمَ وَلَيْسَ عَلَيْكَ شَىْءٌ – يَعْنِى فِى الذَّهَبِ – حَتَّى يَكُونَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا فَإِذَا كَانَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ فَفِيهَا نِصْفُ دِينَارٍ فَمَا زَادَ فَبِحِسَابِ ذَلِكَ »



Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Jika engkau memiliki 200 dirham dan telah melewati 1 tahun (haul), maka zakatnya adalah 5 dirham dan engkau setelah itu tidak ada kewajiban apapun atas 200 dirham tersebut; Sampai engkau memiliki 20 dinar dan telah melewati masa 1 tahun, maka zakatnya adalah ½ dinar. Adapun kelebihan dirham atau dinar, maka patokannya adalah seperti tersebut di atas.” (HR. Abu Daud I/493 no.1573. dan hadits ini di-shahih-kan oleh syaikh Al-Albani).



Dan diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:



وَلَيْسَ فِيمَا دُونَ خَمْسِ أَوَاقٍ مِنَ الْوَرِقِ صَدَقَةٌ ،



“Tidak ada kewajiban zakat pada wariq/perak yang kurang dari 5 uqiyah (1 uqiyah berjumlah 40 dirham)”. (HR. Bukhari II/529 no. 1390, dan Muslim II/675 no. 980)



Dan di dalam sebuah surat Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhu yang ditulisnya kepada Anas bin malik Radhiyallahu ‘Anhu dinyatakan:



وَفِى الرِّقَةِ رُبْعُ الْعُشْرِ



“Dan pada perak, ada kewajiban zakat sebesar 2,5% (dua setengah persen).” (HR. Bukhari II/527 no. 1386).



 CARA MENGHITUNG DAN MENGELUARKAN ZAKAT PERHIASAN



Untuk membayar zakat perhiasan emas dan perak ada dua cara.



Cara pertama: Membeli perhiasan emas atau perak sebesar/seberat zakat yang harus ia bayarkan, lalu memberikannya langsung kepada siapa saja yang berhak menerimanya. Cara ini berlaku jika pemilik perhiasan tersebut tidak mempersiapkannya untuk perniagaan, tetapi hanya untuk dipakai saja.



Cara kedua: Ia membayar zakat perhiasan emas atau perak dengan uang yang berlaku di negerinya sejumlah harga zakat (perhiasan emas atau perak) yang harus ia bayarkan pada saat itu. Sehingga yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah menanyakan harga beli emas atau perak per gram saat dikeluarkannya zakat. Jika ternyata telah mencapai nishob dan haul, maka dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5% (1/40) dari berat perhiasan emas atau perak yang dimiliki dan disetarakan dalam mata uang di negeri tersebut. Cara ini berlaku jika pemilik perhiasan telah mempersiapkannya untuk perniagaan.



Sebagai contoh; bila harga perhiasan emas murni Rp.550.000,-/gram, dan perhiasan perak murni 8.000,-/gram. Maka cara mengetahui nishob dan kadar zakatnya dalam bentuk emas atau uang (nilainya) adalah sebagai berikut:



Nishob emas = 85 gram x Rp.550.000,-/gram = Rp.46.750.000,-



Nishob perak = 595 gram x Rp.8.000,-/gram = Rp.4.760.000,-



Contoh 1: Perhiasan yang dimiliki adalah 100 gram emas murni (24 karat) dan telah berputar selama setahun. Berarti dikenai wajib zakat karena telah melebihi nishob.



Zakat yang dikeluarkan (dengan emas) = 1/40 x 100 gram emas = 2,5 gram emas



Zakat yang dikeluarkan (dengan uang) = 2,5 gram emas x Rp.550.000,-/gram = Rp.1.375.000,-



Contoh 2: Perhiasan yang dimiliki adalah 700 gram perak murni dan telah berputar selama setahun. Berarti dikenai wajib zakat karena telah melebihi nishob.



Zakat yang dikeluarkan (dengan perak) = 1/40 x 700 gram perak = 17,5 gram perak



Zakat yang dikeluarkan (dengan uang) = 17,5 gram perak x Rp.8.000,-/gram perak = Rp.140.000,-



Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan tentang cara menghitung dan mengeluarkan zakat perhiasan. Semoga menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. Wallahu ta’ala a’lam bish-showab.



Sumber: http://abufawaz.wordpress.com/2012/04/14/panduan-praktis-menghitung-dan-mengeluarkan-zakat-perhiasan/
Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com