SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

20 Sebab Kenapa Harus Memaafkan (bagian 1)


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
5 years ago

๐ŸŒ via, grup BiAS (Bimbingan Islam)
Senin, 25 Syawwal 1436 H / 10 Agustus 2015 M
๐Ÿ‘ค Ustadz Firanda Andirja, MA
๐Ÿ“– 20 Sebab Kenapa Harus Mema'afkan (Bagian 1)

โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–

20 SEBAB KENAPA HARUS MEMAAFKAN (BAG. 1)


ุจูุณู’ู…ูย ูฑู„ู„ู‘ูฐู‡ู ูฑู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูฐู†ู ูฑู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ู
ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

ุฅู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏูŽ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ู†ูŽุญู’ู…ูŽุฏูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุนููŠู†ูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุชููˆู’ุจู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽู†ูŽุนููˆุฐู ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูุฑููˆุฑู ุฃูŽู†ู’ููุณูู†ูŽุง ูˆูŽู…ูู†ู’ ุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุงุชู ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูู†ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู‡ู’ุฏูู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽู„ุง ู…ูุถูู„ูŽู‘ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุถู’ู„ูู„ู’ ููŽู„ุง ู‡ูŽุงุฏููŠูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุง ุดูŽุฑููŠูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ู„ุงูŽ ู†ูŽุจููŠูŽู‘ุง ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ู

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุญูŽู‚ูŽู‘ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ุง ุชูŽู…ููˆุชูู†ูŽู‘ ุฅูู„ุง ูˆ ุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ

ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ูŽ ุงู„ูƒูŽู„ุงูŽู…ู ูƒูŽู„ุงูŽู…ู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ูˆูŽุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ู‡ูุฏูŽู‰ ู‡ูุฏูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูˆูŽุดูŽุฑูู‘ย ุงู„ู’ุฃูู…ููˆุฑูย ู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุงุชูู‡ูŽุง ูˆูŽูƒูู„ูู‘ย ู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุฉู ุจูุฏู’ุนูŽุฉูŒย ูˆูŽูƒูู„ูู‘ย ุจูุฏู’ุนูŽุฉู ุถูŽู„ูŽุงู„ูŽุฉูŒย ูˆูŽูƒูู„ูู‘ย ุถูŽู„ูŽุงู„ูŽุฉู ูููŠ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู

Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allฤh Subhฤnahu wa Ta'ฤla.

Alhamdulillฤh, kita akan membacakan risalah yang ditulis oleh Syaikhul Islฤm Ibnu Taimiyyah rahimahullฤh yang topiknya adalah

"20 SEBAB KENAPA KITA HARUS MEMAAFKAN ORANG YANG MENZHALIMI KITA".

Pembahasan kita kali ini tentang sifat memaafkan.

Dia adalah sifat yang agung, yang Allฤh Subhฤnahu wa Ta'ฤla sebutkan bahwasanya perangai tersebut adalah salah satu dari ciri-ciri penghuni surga.

Allฤh Subhฤnahu wa Ta'ฤla abadikan dalam Al-Qurฤn dengan firmanNya:

.. ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุงูููŠู†ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูย 

"Dan orang-orang yang memaafkan (orang-orang yang bersalah kepada mereka)."
(ฤ€li 'Imrฤn 134)

Dan Allฤh Subhฤnahu wa Ta'ฤla sebelumnya menyebutkan dalam ayat tersebut:

ูˆูŽุณูŽุงุฑูุนููˆุงย ุฅูู„ูŽู‰ูฐ ู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉู ู…ูู‘ู†ย ุฑูŽู‘ุจูู‘ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุนูŽุฑู’ุถูู‡ูŽุงย ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุฃูุนูุฏูŽู‘ุชู’ ู„ูู„ู’ู…ูุชูŽู‘ู‚ููŠู†ูŽ

"Bersegeralah kalian menuju kepada ampunan Allฤh dan bersegeralah kalian menuju kepada surga Allฤh yang luasnya seluas langit dan bumi yang Allฤh siapkan bagi orang-orang yang bertaqwa."
(ฤ€li 'Imrฤn 133)

Kemudian Allฤh menyebutkan ciri-ciri orang yang bertaqwa tersebut, diantaranya kata Allฤh yaitu:

ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุงูููŠู†ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูย 

"Yaitu orang-orang yang memaafkan (orang lain)."

Oleh karenanya kita jangan menyepelekan sifat memaafkan ini.

Sebagian ulama mengatakan bahwasanya:

"Perkara yang paling memudahkan seseorang masuk ke dalam surga setelah Tauhฤซd adalah akhlaq yang mulia."

Terlalu banyak dalil-dalil yang menunjukkan bagaimana mulianya perangai yang mulia di sisi Allฤh Subhฤnahu wa Ta'ฤla.
Cukuplah sabda Nabi shallallฤhu 'alayhi wa sallam:

ุฃู‚ุฑุจูƒู… ู…ู†ูŠ ู…ุฌู„ุณุงู‹ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ุฃุญุงุณู†ูƒู… ุฃุฎู„ุงู‚ุงู‹.ย 

"Orang yang paling dekat denganku pada hari kiamat kelak yaitu orang yang paling mulia akhlaqnya."
(HR. Tirmidzi, dan dia berkata, โ€œHadis ini hasan.โ€ dari shahฤbat Jฤbir radhiyallฤhu 'anhu)

Sebaliknya, perkara yang paling memudahkan seseorang masuk neraka setelah kesyirikan adalah akhlaq yang buruk.

Dan kita membahas tentang satu akhlaq yang mulia, yang kata Syaikhul Islฤm Ibnu Taimiyyah rahimahullฤh:

"Tidak ada yang bisa mampu melakukannya kecuali para Nabi dan orang-orang shiddiqลซn yang imannya tinggi, yang yakin akan hari akhirat."

Oleh karenanya setelah Allฤh menyebutkan:

ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุงูููŠู†ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูย 

Kata Allฤh :

ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูŠูุญูุจูู‘ ุงู„ู’ู…ูุญู’ุณูู†ููŠู†ูŽย 

"Dan Allฤh mencintai orang-orang yang berbuat ihsan."
(ฤ€li 'Imrฤn 134)

Jadi, orang yang bisa memaafkan orang lain, dia adalah orang yang telah mencapai derajat ihsan, dalam makna:

โˆš Dia ihsan dalam beribadah
โˆš Dan ihsan terhadap orang lain

Ihsan kepada orang lain yaitu dia memaafkan orang lain, berarti dia berbuat baik kepada orang lain.

Dan ihsan dalam hal dia merasa seakan-akan dia melihat Allฤh dan kalau dia tidak mampu untuk melihat Allฤh berarti Allฤh telah melihat dia.

Kenapa?

Karena tatkala dia memaafkan orang lain butuh keyakinan yang tinggi.

Yakin bahwasanya Allฤh melihat dia memaafkan orang lain dan Allฤh akan memberikan ganjaran.

Kalau dia tidak punya keimanan yang kuat bahwasanya Allฤh akan memberikan ganjaran kepada dia, maka dia sulit untuk memaafkan.

Karena kapan kita baru memaafkan?

Yaitu tatkala kita dizhalimi.

Sifat ini (memaafkan orang lain), tidak bisa kita nampakkan kecuali tatkala kita dizhalimi, baru kita tertantang apakah anda memaafkan atau tidak.

Karena kalau sudah dizhalimi, biasanya orang akan menuntut balas.

Maka, Allฤh Subhฤnahu wa Ta'ฤla menyebutkan diantara sifat-sifat para penghuni surga yaitu orang-orang yang memaafkan orang lain.

Allฤh menyebutkan dalam ayat yang lain:

ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุชูŽุนู’ูููˆุง ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุจู ู„ูู„ุชูŽู‘ู‚ู’ูˆูŽู‰

"Dan engkau memaafkan maka itu lebih dekat kepada ketaqwaan."
(Al-Baqarah 237)

Kata Allฤh:

ูˆูŽ ู„ู’ูŠูŽุนู’ูููˆุง ูˆูŽ ู„ู’ูŠูŽุตู’ููŽุญููˆุงย ุฃูŽู„ุง ุชูุญูุจูู‘ูˆู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุบู’ููุฑูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุบูŽูููˆุฑูŒ ุฑูŽุญูŠู…ูŒ

"Maafkanlah dan berlapanglah dada.
Apakah kalian tidak ingin Allฤh mengampuni dosa-dosa kalian?"
(An-Nลซr: 22)

Sebelum kita membacakan risalah Syaikhul Islฤm Ibnu Taimiyyah rahimahullฤh yang termasuk di dalam Al-Jฤmi'u Al-Masฤil, saya akan memberikan muqaddimah tentang sifat memaafkan yang dimiliki oleh Nabi shallallฤhu 'alayhi wa sallam.

Dan Nabi shallallฤhu 'alayhi wa sallam adalah orang yang sangat pemaaf.

Tentunya kita masih ingat tentang kisah seorang 'Arab Badui yang tatkala ingin meminta harta dari Nabi shallallฤhu 'alayhi wa sallam kemudian dia menarik selendang Nabi shallallฤhu 'alayhi wa sallam dengan tarikan yang keras sehingga memberikan bekas di leher Nabi shallallฤhu 'alayhi wa sallam.

Setelah itu dia berteriak:

"Wahai Muhammad, berikanlah harta Allฤh yang ada pada dirimu."

Ia meminta dengan cara yang kasar, dengan menarik selendang Nabi dan dengan memanggil nama Nabi, 'Yฤ Muhammad.'

Tidak ada shahฤbat yang berani mengatakan Nabi dengan namanya langsung (Yฤ Muhammad).

Allฤh Subhฤnahu wa Ta'ฤla saja kalau memanggil, 'Yฤ Rasลซlullฤh,' atau, 'Yฤ Nabiyullฤh,' adapun dia mengatakan, 'Yฤ Muhammad."

Kemudian setelah menarik dengan keras/kasar dan memanggil dengan nama, 'Yฤ Muhammad,' lantas dia mengatakan, 'Berikan harta Allฤh yang ada padamu.'

Subhanallฤh, menakjubkan, ini diantara mu'jizat akhlaq Nabi shallallฤhu 'alayhi wa sallam yaitu Nabi langsung bisa tertawa dan mengatakan:

"Berikanlah harta kepada Badui ini."

Dan ini adalah suatu yang menakjubkan, bagaimana Rasลซlullฤh shallallฤhu 'alayhi wa sallam tidak bermuka masam terlebih dahulu, akan tetapi langsung bisa memaafkan.

Dan bukan hanya sekedar memaafkan tetapi langsung bisa tertawa terhadap orang 'Arab Badui tadi dan memenuhi permintaannya.

Ini menunjukkan sikap memaafkan Nabi shallallฤhu 'alayhi wa sallam yang luar biasa.

(bersambung ke bag. 2)
--------------------------------------

Silakan Login untuk menulis komentar.

FORUM TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com