SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Ringkasan Kajian Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc di Masjid At-Taqwa Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Kamis 30 Juli 2015: Musuh Dalam Selimut


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
4 years ago


📝 Ringkasan Kajian Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc di Masjid At-Taqwa Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Kamis 14 Syawal 1436 / 30 Juli 2015.

Tema : 
MUSUH DALAM SELIMUT

Nabi pernah menyampaikan, siapa musuh yang paling menakutkan, hingga seorang muslim bisa lupa statusnya sebagai hamba ALLAH.

"Demi ALLAH, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian. Akan tetapi, aku khawatir jika dunia ini dihamparkan untuk kalian sebagaimana ia dihamparkan untuk orang-orang sebelum kalian sehingga kalian berlomba-lomba sebagaimana mereka berlomba-lomba, dan akhirnya kalian hancur sebagaimana mereka hancur.”
(Hadits Riwayat Bukhari & Muslim)

Musuh dalam selimut itu ternyata perhiasan dunia, harta dunia, jabatan dunia...

Yang perlu kita renungkan dari hadits tersebut adalah :

1). Hadits ini menunjukkan mukjizat Rasulullaah Shalallaahu 'Alaihi wa Sallam. Ilmu yang ALLAH berikan kepada Beliau 15 abad yang lalu, bahwa akan datang suatu masa ketika dunia dibuka selebar-lebarnya untuk umat Beliau ternyata sekarang terbukti. Kita sekarang hidup di masa Dubai dengan hotel bintang 7-nya, morning coffeenya ditaburi serbuk emas. Brunei dengan segala kemewahannya, Malaysia dengan Twin Towernya.

Belum lagi negara-negara Islam lainnya yang berlomba-lomba dalam kemewahan.
Maha benar ALLAH dan RasulNYA. Semua yang dikatakan Rasul pasti terbukti. Semua hadits yang shohih pasti terbukti. Nabi tidak pernah bicara dengan hawa nafsunya. Ingat sabda Nabi tentang tanda-tanda kiamat, orang berlomba-lomba meninggikan gedung.
Semua terbukti.

Ketika Nabi mengatakan kondisi kita dibangkitkan di hari kiamat tergantung kepada kondisi ketika kita mati, dan kondisi kita mati tergantung kondisi hidup kita sehari-hari, maka itupun pasti terbukti. Maka bukti-bukti ini seharusnya menambah keimanan dan kecintaan kita kepada Nabi Shalallaahu 'Alaihi wa Sallam.

Untuk mempertebal iman kepada ALLAH dan Rasulullaah Shalallaahu 'Alaihi wa Sallam, harus mau mengaji dan mengkaji. Dengan mengaji & mengkaji, semakin banyak data yang akan kita peroleh. Dengan semakin banyaknya data valid yang kita peroleh, tentu akan membuat kita semakin percaya, semakin yakin.

Agama kita ini agama data. Bukan agama sugesti, bukan agama ikut-ikutan.
Semua berdasarkan data yang shohih. Gimana bisa dapat data kalau nggak mau ngaji dan mengkaji. Jangan datangi majelis-majelis yang cuma menawarkan gelak tawa tanpa menyampaikan data yang shohih. Keimanan tidak akan bertambah hanya dengan gelak tawa.

Di dalam Al Qur'an surat Al Anfal ayat 2, ALLAH menjelaskan keadaan orang-orang beriman. Ketika ayat-ayat ALLAH dibacakan kepada mereka, maka bertambahlah keimanan di hati mereka.

2). Yang harus kita takutkan ternyata bukan hanya kemiskinan, namun ketika dunia dihamparkan di hadapan kita itu yang lebih menakutkan.

ALLAH akan menguji anda dengan kemiskinan dan kekayaan. Status kekayaan dengan kemiskinan adalah sama. Sama-sama ujian. Kekayaan itu bukan reward. Ketika seseorang merasa dimuliakan ALLAH karena dia kaya, dan merasa dihinakan ALLAH karena dia miskin, salah besar ! Baca Al Qur'an surat Al Fajr.

Di dalam Al Qur'an surat At Taubah ayat 55 dijelaskan bahwa ALLAH kasih kekayaan kepada orang-orang yang ingkar, agar mereka tersiksa dengan harta benda mereka. Jangan kagum kepada mereka. Jangan terpukau dengan harta mereka. Malah seharusnya anda kasihan kepada mereka, karena ALLAH menghendaki mereka mati dalam keadaan ingkar.

Kondisi ekonomi di negara kita sekarang ini sedang menurun. Ini membuat banyak orang galau. Orang yang terkena PHK seharusnya nggak perlu galau. Jika galau itu diperbolehkan, maka seseorang seharusnya lebih galau ketika dipromosikan dibanding ketika dia di PHK.

Orang yang mendapatkan proyek besar juga seharusnya lebih galau dibandingkan yang tidak dapat proyek. Karena promosi jabatan dan proyek yang besar akan memperlama hisab di hari kiamat. Ingat sabda Nabi tentang seteguk air yg diminum, kelak akan ditanya oleh ALLAH.

Jika seteguk air saja akan diminta pertanggung jawaban di akhirat, bagaimana orang yang memiliki harta milyaran, yang memiliki banyak perusahaan? Setiap sen nya kelak akan dihisab oleh ALLAH.
Ujian kekayaan lebih berat dan lebih menakutkan daripada ujian kemiskinan.

3. Penyebab dunia menjadi musuh dalam selimut adalah dunia membuat kita melupakan ALLAH dan jatuh kepada kesyirikan. Celaka hamba dinar. Celaka hamba dirham. Celaka hamba fashion. Syirik bukan hanya menyembah berhala. Menyembah harta, menyembah perusahaan, menyembah fashion, menyembah dunia juga syirik. Baca Al Qur'an surat At Takaatsur. Bermegah-megahanlah, Anda baru sadar nanti ketika sudah berada di dalam kubur.

Bukan kita menafikan bahaya kemiskinan, tapi kekayaan itu berpotensi lebih besar memalingkan kita dari ALLAH. Firman ALLAH di dalam surat Al 'Alaq ayat 6-7 :
Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup.

Merasa diri lebih, cukup/kaya, berprestasi, membuat seseorang jadi susah untuk menyerah kepada ALLAH. Ketika anda bicara dengan orang yang sangat miskin, mudah menjelaskan kepada dia bahwa ALLAH Yang Maha Kaya. Karena memang orang miskin nggak punya apa-apa.

Tapi ketika anda bicara kepada orang yang sangat kaya, akan lebih sulit membuat dia menerima konsep nggak punya apa-apa. Karena dia merasa punya banyak. Padahal semua milik ALLAH.

Bagi orang yang diberikan perhiasan dunia, maka hendaklah ia selalu waspada dengan duri-duri yang dimiliki dunia, dan ending yang buruk dari dunia serta fitnah-fitnahnya. Dia tidak boleh tenang dengan kekayaannya, tidak boleh berlomba-lomba untuk mendapatkannya dan tidak boleh menjadikan dunia sebagai tujuan.

Hilangkan perasaan bahwa kekayaan akan menjamin hidup kita. Dunia ini kalau kita tidak bisa memanfaatkannya, neraka. Dan kalaupun kita bisa memanfaatkannya untuk hal yang mubah, akan memperlama hisab di akhirat.

Bertaqwalah ketika anda kaya, dan bertaqwalah ketika anda miskin.

_________________

Sesi Tanya Jawab

Kita tidak boleh tenang ketika diberi perhiasan dunia, sebagaimana ketika miskin juga kita tidak tenang. Jadi kapan kita bisa hidup tenang?
Jawab: Dengan berdzikir kepada ALLAH hati menjadi tenang

Bagaimana dengan pernyataan orang Islam harus kaya?
Jawab : Statement seorang Muslim harus kaya, itu adalah statement seorang motivator. Bukan statement Nabi. Mustahil. Bahkan sejarah membuktikan Andalusia jatuh karena kehidupan pejabat Muslim ketika itu sangat hedonis.

Ustadz, ajarkan kami untuk tidak bergantung kpd diri kami. Utk bergantung kepada ALLAH.
Jawab : Perbanyak baca : Laa hawla walaa quwwata illaa billaah.
Baca dzikir pagi petang : Yaa hayyu yaa qayyum, birohmatika astaghitsu ashlihlii sya'nii kullahu walaa taqilnii ilaa nafsii thorfata'ain (Wahai TUHAN Yang Maha Hidup, wahai TUHAN Yang Berdiri Sendiri, dengan rahmat-MU aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku, dan jangan KAU serahkan kepadaku meskipun sekejap mata).

Bila ada kesempatan beli mobil bagus dengan harga mahal apakah boleh? 
Jawab : Sesuai kebutuhan. Seperti Nabi mempunyai unta yang sangat bagus karena mobilitas Beliau sangat tinggi. Akan sulit kalau untanya jelek sakit-sakitan. Tapi jangan lupa gunakan untuk ketaatan. Gunakan untuk membantu orang.

Kita semakin belajar agama semakin banyak dimusuhi orang. Bagaimana menyikapinya?
Jawab: Difitnah dan dimusuhi itu biasa. Cacian itu ujian, pujian juga ujian. Jadi biasa aja. Jangan dipikirin.

Penutup.

Sama sekali tidak ada pesan dari majelis ini untuk membenci orang kaya. Bagaimana kita bisa membenci orang kaya, sementara Abu Bakar kaya, Utsman kaya, dan banyak lagi Sahabat-sahabat Nabi yang kaya. Bukan nggak boleh kaya.

Yang dilarang adalah merasa lebih, merasa kaya, sampai lupa menghambakan diri kepada ALLAH. Jangan jadikan dunia sebagai pemimpin. Jadikan diri kita sebagai pemimpin, dan dunia sebagai follower kita.

Subhaanakallaahumma wabihamdika, asyhadu alaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

___
♻ Dishare oleh Al-Hikmah Jakarta sbg penyelenggara kajian Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc (MUSUH DALAM SELIMUT)
16 Syawal 1436 / 1 Agustus 2015

Silakan Login untuk menulis komentar.

FORUM TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com