SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

(Tidak) Poligami Sebagai Syarat Penikahan (Oleh Ustadz Firanda, MA)


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
7 years ago

:: POLIGAMI Sebagai Syarat Pernikahan ::

Muncul pertanyaan dari sebagian muslimah ttg "Bolehkah seorg wanita memberikan syarat kpd laki2 yg hendak menikahinya agar tdk ber-POLIGAMI atau justru sebaliknya seorg laki2 yg memberikan persyaratan dgn tdk akan ber-POLIGAMI jika pinangannya diterima oleh pihak wanita.."?

Jawaban:

Pada asalnya syarat dlm pernikahan ada dua macam,

Pertama: Syarat yg dapat menyebabkan syah atau tdk akad nikah.
Kedua: Syarat yg dipersyaratkan dalam akad nikah yg diajukan oleh salah dari calon pasutri atau keduanya dan bukan termasuk syarat syah akad nikah.

Diantara contoh syarat yg tdk termasuk dalam kategori syarat syah nikah adalah boleh atau tdk pihak wanita mengajukan persyaratan kpd pihak laki2 yg meminang agar tdk berpoligami? Atau pihak laki2 sendiri yg mengajukan persyaratan tsb meskipun masih diperselisihkan.

Para Ulama' berbeda pendapat berkaitan boleh atau tdk persyaratan tsb. Adapun pendapat yg lebih kuat adalah pendapat Jumhur Ulama' yg menyatakan bolehnya, apalagi jika yg menyaratakan berasal dari pihak laki2. Bagi suami wajib utk memenuhi dan menunaikan persyaratan tsb dan jika pd akhirnya ia mengingkarinya maka pihak wanita (istri) berhak utk membatalkan akad nikah atau mengajukan gugatan cerai (khulu') kpd suaminya.

Diantara dasar pijakannya:

1. Keumuman dalil2 yg memerintahkan seseorg utk menunaikan janji atau kesepakatan, spt firman Allah Ta'ala, Artinya, "Hai org2 yg beriman, penuhilah kesepakatan2 itu." (QS. Al-Maidah: 1)

2. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Syarat yg paling berhak utk ditunaikan adalah persyaratan yg dgnnya kalian menghalalkan kemaluan (para wanita)." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Sementara persyaratan "tdk berpoligami" adalah persyaratan yg diajukan oleh pihak wanita dalam akad nikahnya, sehingga wajib bagi pihak laki2 utk menunaikannya. Apalagi jika persyaratan tsb diberikan oleh pihak laki2 sendiri.

3. Rasulullah bersabda, "Kaum Muslimin akan selalu tetap di atas persyaratan mereka, kecuali persyaratan yg mengharamkan perkara yg halal atau menghalalkan yg haram." (HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud)

4. Hukum asal dalam akad dan transaksi jika telah diridhai oleh kedua belah pihak adalah MUBAH kecuali ada dalil yg mengharamkan.

Maka seluruh persyaratan yg hukum asalnya mubah (boleh), maka boleh dijadikan persyaratan jika diridhai (disepakati) oleh kedua belah pihak.

Oleh karena itu, hendaklah setiap calon pasutri memperhatikan hal2 berikut:

1. Para lelaki yg hendak menikah, hendaklah tdk mengajukan atau memberikan persyaratan yg demikian tanpa dipersyaratkan oleh pihak wanita, krn ini termasuk menjerumuskan diri dalam kesulitan.

2. Jika pihak wanita mempersyaratkan "tdk poligami", maka hendaknya pihak laki2 tdk langsung menerima kecuali setelah pertimbangan yg matang.

3. Bagi wanita jika memberikan persyaratan tsb, hendaknya bukan karena benci atau mengingkari syari'at poligami namun karena kondisi yg mendesak dan karena alasan2 yg kuat.

4. Jika akhirnya setelah persyaratan tsb diridhai oleh kedua belah pihak, dan suami tetap berpoligami, maka pihak istri memiliki hak pilihan, yaitu menggugurkan persyaratan tsb dan menerima suaminya yg telah menyelisihi janjinya sehingga berpoligami, atau dgn memutuskan akad pernikahan tersebut.

Demikian smg bermanfaat. Wallaahu a'lam.

Sumber:
Disarikan dari jawaban Ustadz Firanda, MA di Firanda.com

Via, Abu Farwa al-Hakim
20 Al-Muharram 1436 / 13 Nov 2014

___________________
@UmmuAdamZak

Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2022 - Www.SalamDakwah.Com