SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

10 Adab Adab Ziarah Kota Madinah


ummu ibrohim
ummu ibrohim
8 years ago

10 Adab2 Ziarah Kota Madinah

Dari Úsƭαϑz Irfan Helmi

Sejak bbrp tahun belakangan ini, ada kecenderungan meningkatnya jumlah WNI yg menunaikan ibadah umroh ke tanah suci ýαπğ dirangkai dg ziarah ke kota Madinah an-Nabawiyah.

Rasulullah صلى اللّه عليه وسلم bersabda:

لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِي هَذَا وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَى

“Janganlah kalian bersusah payah melakukan perjalanan jauh kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, masjidku ini (Masjid Nabawi) dan Masjid Al Aqsha.” [HR al-Bukhari 1115 & Muslim 1397]

Hadits ini menjadi dalil ttg tidak dibolehkan melakukan perjalanan jauh ke tempat mana saja dalam rangka taqarrub (mendekatkn diri) kpd Allah di tempat ýαπğ ia kunjungi.

Sehubungan dg itu ada adab-adab ýαπğ mesti diperhatikan oleh orang2 ýαπğ datang ke kota Madinah, a.l:

1. Hendaknya niat utamanya adalah utk berziarah ke masjid ar-Rasul (masjid Nabawi), bukan ziarah ke makam Nabi صلى اللّه عليه وسلم! Berdasarkan hadits diatas.

2. Disyariatkan utk berziarah ke masjid Nabawi dan masjid Quba. Karena shalat di masjid Nabawi pahalanya sama dg shalat 1000x di selainnya, kec Masjidil Haram (Muttafaqun 'alaih). Adapun masjid Quba, Nabi bersabda: "Brngsiapa ýαπğ berwudlu di tempat tinggalnya lalu datang ke masjid Quba dan shalat di dalamnya (shalat fardlu maupun sunat) maka baginya pahala umroh". [HR at-Tirmidzi & berkata: hasan shahih]

3. Tidak ada dalil shahih ttg keutamaan shalat di Madinah, selain kedua masjid tsb.

4. Disyariatkan utk berziarah ke 3 kuburan, yaitu :

- kuburan Nabi صلى اللّه عليه وسلم dan kedua shahabatnya ýαπğ utama, yaitu Abu Bakar ϑαπ Umar radhiyallahu anhuma.

- kuburan Baqi' (sebelah timur masjid Nabawi)
- kuburan syuhada' Uhud.
5. Ketika melewati kuburan Rasulullah صلى اللّه عليه وسلم dan kedua shahabat beliau dr sisi depan, hendaknya menghadap ke arah kuburan sambil mengucapkan salam kpd Nabi dan mendoakannya dgn memperhatikan adab dan suara yg lembut. Bunyinya:
السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللّهِ وَرَحْمْةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ, صَلَّى اللّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ, وَجَزَاكَ أَفْضَلَ مَا جَزَى نَبِيًّا عَنْ أُمَّتِهِ
"Smg keselamatan, rahmat & barokah Allah dicurahkan kpdmu ya Rasulullah. Smg shalawat, salam dan barokah senantiasa dilimpahkan atasmu. Dan smg Allah memberi balasan/pahala yg lbh utama kpdmu dibanding yg pernah diberikan kpd nabi dr umat pengikutnya."

6. Kemudian saat di dpn kuburan Abu Bakar & Umar radhiyallahu anhuma, ucapkan salam dan doakan keduanya.
7. Menjauhi praktek2 ziarah yg dilarang dlm syariat Islam, yaitu:
a. Berdoa kpd Rasulullah, istighotsah (mhn pertolongan di saat susah), minta dimudahkan segala urusan/kesulitan dll. Sebab doa adl ibadah yg tdk boleh ditujukan kec kpd Allah سبحانه وتعالى [HR at-Tirmidzi: hasan shahih]
b. Meletakkan tangan di dada spt dlm posisi shalat. Krn ini mrp bentuk ketundukan kpd Allah azza wajalla yg hanya disyariatkan dlm shalat. Para shahabat tdk pernah melakukan yg spt ini. Andaikata itu baik, pasti mrk tlh mendahului kita dlm amalan tsb.
c. Meng-usap2 dinding kubur atau bag apapun yg ada di masjid krn tdk ada sunnahnya dan tdk pernah dilakukan Salafus Shalih. Dan ini bs menjurus kpd kesyirikan. Na'udzubillah min dzalik.
d. Thawaf (mengelilingi) kuburan Nabi. Ini hkmnya haram! Krn thawaf hanya disyariatkan di Ka'bah al-musyarrafah [QS al-Hajj: 29]
e. Meninggikan suara disisi kuburan Nabi. Krn ini perbuatan yg tdk pantas. Lihat QS al-Hujuraat: 2-3.
f. Menghadap ke kuburan Nabi dr jarak jauh, baik dr dlm atau luar masjid, dan mengucapkan salam kpd beliau. Bahkan ada sebag dr keluarga mrk yg titip salam utk Nabi صلى اللّه عليه وسلم!!

Pdhal ini tdk ada sunnahnya sama sekali. Justru yg disunnahkan adl memperbnyk shalawat & salam kpd Nabi صلى اللّه عليه وسلم krn hal itu akan dismpkan o/ para malaikat kpd beliau. Dalilnya HR an-Nasaa'i no.1282, dishahihkan syaikh al-Albani : "Sesghnya Allah memiliki para malaikat yg berkeliling (di muka bumi) utk menyampaikan salam dari umatku".

8. Tdk ada keharusan antara syariat haji/umroh dgn ziarah (kubur Nabi). Bisa sj sesorg berhaji/umroh lalu lngsng pulang ke negerinya. Atau ada org dtg ke kota Madinah lalu kembali, tanpa melakukan haji/umroh. Sbgmn bisa sj org melaksanakan haji/umroh dan ziarah sekaligus dlm satu perjalanan.
Adapun hadits :
- brngsiapa berhaji tp tdk berziarah (kubur)ku mk ia tlh menyia2kan aku;
- brngsiapa berziarah ke kuburku sepeninggalku mk se-olah2 tlh berziarah kpdku saat aku hidup;
- brsngsiapa berziarah kuburku bg ia berhak mendpt syafa'atku.
Mk hadits2 tsb adl maudhu' (palsu) atau dha'if jiddan (lemah sekali) sbgmn ditegaskan imam ad-Daruquthni, al-Baihaqi, Ibnu Taimiyah, Ibnu Hajar dll rahimahumullah.

9. Ziarah kubur Nabi memang disyariatkan berdsrkn keumuman hadits: "Silakan kalian berziarah kubur, krn hal itu dpt mengingatkan kalian akan (kehidupan) akherat" [HR Ibnu Majah no.1569, dishahihkan syaikh al-Albani]
Akan tetapi tdk diperkenankan utk ber-lama2 berdiri di sisi kuburan Nabi atau sering2 ziarah ke kubur beliau. Krn yg dmkn itu bs membw kpd sikap ghuluw (berlebihan). Justru yg dianjurkan adl memperbnyk shalawat & salam kpd Nabi صلى اللّه عليه وسلم. (HR Abu Dawud; dishahihkan dlm Shahih al-Jami' no.13182).

10. Adapun ziarah kuburan Baqi' dan syuhada Uhud mk itu hkmnya mustahab (dianjurkan) sepanjang dilakukan sesuai syar'i. Dan mjd haram jk dilakukan dgn cara2 bid'ah, wal 'iyadzu billah.
-----------------------
Dirangkum dari kitab Fadhlu al-Madinah an-Nabawiyah, Syaikh Abdurrozzaq ibn Abdul Muhsin al-Badr حَفِظَه اللّهُ, dgn tambahan dari penulis.

Silakan Login untuk menulis komentar.

FORUM TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com