SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Fungsi Pemeriksaan Laboratorium Saat Hamil


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
4 years ago

Tanya :

Assalammualaikum.. Kandungan istri saya sudah memasuki 30 minggu,rutin periksa kehamilan dan USG setiap bulan. Saat pemeriksaan terakhir dokter mengatakan semuanya dalam kondisi bagus dan normal,tetapi pada saat itu dokter meminta istri saya periksa ke lab,periksa darah,urine hanya untuk mengetahui kondisi istri saya,apakah punya penyakit hepatitis atau penyakit-penyakit lain. Dan dokter minta hasilnya pada pemeriksaan 2 minggu kemudian. Pertanyaannya, jika istri saya tidak melakukan bagaimana ? Dan apa fungsi dari cek lab tersebut ? Terima kasih

Jawab :

Wa’alaikumus salam wa rahmatullahi wabarakatuh. Ada beberapa pemeriksaan laboratorium yang disarankan menjelang persalinan. Di antaranya sebagaimana yang bapak sebutkan yaitu tes darah, tes urin dan hbsag ( hepatitis).tes darah rutin meliputi pemeriksaan kadar hemoglobin, sel darah putih( leukosit), trombosit. Dari kadar Hemoglobin untuk mengetahui apakah seorang ibu anemia atau tidak. Hal ini diperlukan untuk memperkirakan kecukupan suplai darah ke janin dan risiko jika terjadi perdarahan saat persalinan. Sel darah putih menunjukkan apakah terjadi infeksi di tubuh ibu. Trombosit untuk melihat apakah ada kelainan faktor pembekuan darah, ini berhubungan dengan resiko perdarahan. Pemeriksaan urin dimaksudkan untuk mengetahui adanya infeksi saluran kencing, adanya darah, protein, dan gula pada urin yang menunjukkan adanya penyakit tertentu yang bisa mempengaruhi kehamilan. Pemeriksaan HBsAg untuk mengetahui adanya infeksi hepatitis B pada ibu. Infeksi hepatitis bisa ditularkan lewat darah dan hubungan seksual. Pemeriksaan pemeriksaan tersebut di atas tidak harus dilakukan seorang ibu hamil, dan jika tidak dilakukan pun tidak mengapa, akan tetapi pemeriksaan tersebut dianjurkan sebagai skrining untuk mengetahui kondisi kehamilan dan resiko saat persalinan terhadap ibu dan janin. Jika dari hasil pemeriksaan diketahui ada hal-hal yang tidak normal maka diharapkan masih bisa diterapi sebelum persalinan sehingga ibu menjalani persalinan dalam kondisi yang benar-benar optimal, sehingga diharapkan ibu dan bayi selamat dan sehat.

Dijawab oleh : dr. Yuni Sri Hastuti (Alumni FK UGM)

*****

Artikel Kesehatanmuslim.com
28 Dzulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014

Dishare oleh Ustadz dr. Raehanul Bahraen hafidzahullah

___________________________
Twitter: @UmmuAdamZak

Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com