SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Benarkah Wanita Haidh Pada 10 Malam Terakhir Tidak Mendapatkan Keutamaan Malam Lailatul Qodar? (Oleh Ustadz Muhammad Wasitho, MA)


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
5 years ago

Pertanyaan:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Ustadz jika seorang wanita قَدَرَ اللّهُ malam 10 trakhirnya dari bulan Ramadhan haidh, apakah juga bisa mendapatkan keutamaan 10 malam terakhir dan malam lailatul qodar?
Karena katanya amalan (puasa) tergantung penutupnya, sedangkan wanita tersebut haidh جَزَاكَ اللّهُ خَيْرًا

Dijawab Oleh Ustadz Muhammad Wasitho, MA:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah. Ibu I.. yang semoga dirahmati Allah,
Iya benar, wanita yang sedang haidh juga bisa mendapatkan keutamaan 10 malam terakhir dari bulan Ramadhan dan malam Lailatul Qodar jika pada waktu-waktu tersebut ia beribadah kepada Allah dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam serta mengharapkan pahala dari Allah atas ibadah-ibadah yang dilakukannya, seperti membaca Al-Qur'an baik dengan hafalan ataupun memegang mushaf (namun tidak bersentuhan langsung dengan mushaf, misal dengan memakai sarung tangan. -pent), berdzikir dan berdoa kpd Allah, beristighfar dan bersholawat kepada Nabi, bersedekah, dan sebagainya. Keutamaan tersebut akan ia peroleh..

Diantara keutamaan-keutamaan yang akan diperolehnya ialah:

1) Ia akan meraih keagungan beribadah pada malam Lailatul Qodar yang mana lebih baik daripada 1000 (seribu) bulan.

2) Dosa-dosanya yang telah lalu diampuni Allah. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam:
(man qooma lailatal qodri imanan wahtisaban ghufiro lahu ma taqoddama min dzanbihi)
Artinya: "Barangsiapa melaksanakan ibadah pada malam lailatul qodar karena keimanan (kepada Allah) dan berharap pahala maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni Allah."

Adapun ibadah-ibadah yang dilarang bagi wanita haidh hanyalah sholat, puasa dan thowaf di sekeliling ka'bah. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam:
(alaisa idza hadhot lam tusholli walam tashum?)
Artinya: "Bukankah wanita itu apabila haidh ia tidak sholat dan tidak puasa."
Dan juga berdasarkan sabda beliau kepada Aisyah radhiyallahu anha ketika mengalami haidh dalam perjalanan haji:
(if'ali ma yaf'aluhu al-haaju ghoiro alla tathuufi bil bait)
Artinya: "Lakukanlah apa saja yang dilakukan oleh orang yang sedang menunaikan manasik haji, hanya saja engkau dilarang thowaf di sekeliling ka'bah."

Kesimpulannya, wanita haidh pun bisa mendapatkan keutamaan dan pahala yang besar pada 10 malam terakhir dari bulan Ramadhan dan malam Lailatul Qodar.

Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. Wallahu a'lam bish-showab. Wabillahi at-taufiq.

Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com