SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Penulisan Insyaa Allah


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
6 years ago


Dalam bahasa arab, kata “insyaa Allah”ditulis dengan إن شاء الله

Yang artinya, ‘jika Allah menghendaki’ Ada 3 kata dalam kalimat ini,



a. Kata [ﺇِﻥْ ], artinya jika.

Dalam bahasa Arab disebut harfu syartin jazim (huruf syarat yang menyebabkan kata kerja

syarat menjadi jazm)



b. Kata [ﺷَﺎﺀَ ], artinya menghendaki. Dia

fiil madhi (kata kerja bentuk lampau), sebagai fiil syarat (kata kerja syarat)

yang berkedudukan majzum.



c. Kata [ﺍﻟﻠَّﻪُ], sebagai subjek dari fiilsyart.



Memahami susunan di atas, berarti

kalimat [ ﺇِﻥْ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ] adalah kalimat syarat, yang di sana membutuhkan jawab syarat. Namun di sana, jawab

syaratnya tidak disebutkan, karena disesuaikan dengan konteks kalimat.

Sebagai contoh, jika konteks

pembicaraan anda adalah berangkat ke kota Jogja, maka kalimat lengkapnya

adalah: ’jika Allah menghendaki maka

saya akan berangkat ke jogja.’

Kalimat ’maka saya akan berangkat ke

jogja’ merupakan jawab syarat tersebut.



Bagaimana Cara Penulisan Yang Benar?



Kalimat insyaa Allah berasal dari bahasa Arab. Dan karena sering digunakan oleh masyarakat tanpa diterjemahkan, kalimat ini menjadi bagian dari bahasa kita.

Mengingat huruf bahasa Indonesia

dan huruf bahasa Arab berbeda, masyarakat akan sangat kerepotan jika

harus menuliskan kalimat ini dengan teks Arabnya. Sehingga kita perlu

melakukan transliterasi untuk

menuliskan kata ini dengan huruf latin. Karena itu, sebenarnya mengenai

bagaimana transliterasi tulisan [ ﺇِﻥْ ﺷَﺎﺀَ

ﺍﻟﻠَّﻪُ] yang tepat, ini kembali kepada aturan baku masalah infiltrasi kata dan bahasa.

Bagi sebagian orang, baku itu bukan suatu keharusan. Yang penting masyarakat bisa memahami.



Misalnya kata ‘Allah’, yang benar ditulis Allah, Alloh, ALLAH, atau bagaimana. Bagi sebagian orang, ini kembali kepada selera penulisnya.



Sebagai catatan, transliterasi kalimat bahasa asing, dibuat untuk membantu

pengucapan kalimat asing itu dengan benar. Anda bisa bandingkan,

transliterasi teks Arab untuk masyarakat berbahasa Inggris dengan transliterasi teks Arab untuk orang Indonesia. Karena semacam ini disesuaikan dengan fungsinya, yaitu untuk membantu pengucapan kalimat Arab tersebut dengan benar.



Dengan demikian, sebenarnya transliterari tidak bisa dijadikan acuan benar dan salahnya tulisan. Karena tidak ada aturan yang disepakati disana. Semua kembali kepada selera penulis. Yang lebih penting adalah bagaimana cara pengucapannya yang tepat, sehingga tidak mengubah makna.



Tulisan Arabnya

Anda bisa menuliskan latinnya dengan insyaaAllah atau insyaa Allah atau

inshaaAllah atau inshaa Allah atau insyaallah.



Tidak ada yang baku disini, karena ini semua transliterasi. Yang penting anda bisa mengucapkannya

dengan benar, sesuai teks Arabnya. Karena itu, sejatinya tidak ada yang

perlu dipermasalahkan dalam penulisan

transliterasi semacam ini. Selama cara pengucapan dan makna yang dimaksud sama.



Allahu a’lam..



Dijawab Oleh: Ustadz Ammi Nur Baits

@Konsultasisyariah.com
Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com