SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Khan Cuma Sunnah, Itu Makruh Saja Kok


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
6 years ago

Ketika kita menganjurkan seseorang melaksanakan suatu amalan, terkadang dijawab:

"Khan cuma sunnah, ditinggalkan tidak apa-apa..."

A. Sebagai Penyempurna

Seringkali amalan wajib yang kita laksanakan tidaklah sempurna. Banyak lubang kekurangan di sana-sini.

Dalam hadits Qudsi Allah Ta'ala berfirman,

انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِى مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِى فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ

"Lihatlah, apakah hambaKu mempunyai ibadah sunnah.

Apabila ia memiliki amalan sunnah,

"Sempurnakanlah kekurangan yang terdapat pada amalan wajibnya dengan amalan sunnahnya...” (Shahih, HR. Abu Daud: 864, Ibnu Majah: 1426, Ahmad: 2/425)

Maka selayaknya kita memperbanyak amalan sunnah sebagai penyempurna/penambal ibadah wajib.

Belum lagi keutamaan lain yang sangat banyak dari amalan sunnah.

B. Makruh

Kita menyatakan definisi mudah Makruh dengan:

Bila dilakukan tidak mengapa (tidak berdosa) bila ditinggalkan berpahala.

Sehingga kerap dijawab kala kita menasihati seseorang,

"Itu makruh saja kok...?!"

Namun sadarilah...

Bahwa makruh itu karahah (dibenci) Allah.

Sunnah itu disebut juga mustahab (dicintai) Allah.

Mengapa kita malah melalaikan yang sunnah (mustahab) dan menyenangi yang makruh....?

Semoga tiada lagi ucapan:

"Khan cuma sunnah ga apa-apa ditinggalkan..."

Atau...

"Aah.. itu makruh saja kok, ora opo-opo dilakoni..."

Wah, salah kaprah donk...

Jangan tinggalkan yang utama, namun malah mengambil yang tak guna...

@sahabatilmu
28 Rajab 1435H / 28 Mei 2014

Silakan Login untuk menulis komentar.

FORUM TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com