SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Brunai Dasrussalam Berlakukan Hukum Syariat Islam Sejak 1 Mei 2014


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
6 years ago

Brunei Darussalam Umumkan Penerapan Hukum Islam Tahap Pertama

- 30 Apr 2014 15:22



KIBLAT.NET, Bandar Sri Begawan – Sultan Brunei Darussalam mengumumkan berlakunya penerapan hukum pidana Islam secara resmi dimulai pada hari Kamis (1/5), pengumuman itu mendorong maju rencana penerapan tersebut.



“Dengan iman dan rasa syukur kepada Allah SWT, saya menyatakan bahwa besok, Kamis 1 Mei 2014, akan diterapkan penegakan syariah tahap pertama, yang akan diikuti dengan tahap lainnya,” kata Sultan Hasanal Bolkiah dalam sebuah dekrit kerajaan pada hari Rabu (30/5) seperti dilansir AFP.



Hukuman syariah memicu kecaman di situs media sosial di kesultanan pada awal tahun ini.



Kebingungan terjadi terkait pelaksanaan syariah, menyusul penundaan pelaksaanaa yang dijelaskan pada 22 April lalu, yang menimbulkan pertanyaan apakah apakah Sultan Brunei menjadi ragu-ragu untuk menerapkannya.



Namun sultan berusia 67 tahun itu mengatakan penerapan syariah Islam harus dilakukan, ia juga membantah tuduhan bahwa hukuman syariah merupakan hukum yang kejam, dalam komentarnya yang ditujukan kepada para pencela.



“Teori menyatakan bahwa hukum Allah itu kejam dan tidak adil, tetapi Allah sendiri telah mengatakan bahwa hukumnya itu memang adil,” katanya.



Sultan telah bertahun-tahun membahas penerapan hukum pidana syariah, ketika ia memperingatkan meningkatnya kejahatan di dunia nyata dan dunia maya seperti Internet. Dia mengumumkan rencana pelaksanaan pada bulan Oktober lalu.



Brunei terletak di Pulau Kalimantan, yang berbagi perbatasan dengan Malaysia dan Indonesia. Negara ini, sebelumnya sudah mempraktekkan sebagian hukum syariah Islam dibandingkan dengan negara tetangganya yang mayoritas Muslim, dengan melarang penjualan alkohol.



Etnis Melayu Muslim merupakan sekitar 70 persen populasi di Brunei, secara umum mereka mendukung langkah tokoh dihormati oleh mereka.



Sementara itu, sekitar 15 persen orang Brunei adalah etnis Tionghoa non-Muslim.



Seperti biasa, penerapan hukum syariah Islam di Brunei juga diserang oleh orang tidak faham dengan Islam. Awal tahun ini, banyak pengguna media sosial yang aktif Brunei mencela hukum Islam dengan tuduhan sebagai barbar dan keluar dari karakter lembut nasional Brunei.



Muncul berbagai teori yang menganalisa mengapa sultan menerapkan syariah Islam, mulai dari seorang raja yang menjadi lebih religius saat ia berusia lanjut, hingga isu keinginan untuk meningkatkan kontrol sosial dalam menghadapi dunia yang berubah.



Dia menyebut Islam sebagai “Benteng Pelindung” terhadap globalisasi.



Tahap awal penerapan syariah Islam yang dimulai pada Kamis, akan memperkenalkan hukuman seperti denda atau hukuman penjara atas berbagai pelanggaran. Mulai dari perilaku tidak senonoh, tidak menghadiri shalat Jumat, dan kehamilan di luar nikah.



Para pejabat mengatakan tahap kedua penerapan syariah Islam, meliputi kejahatan seperti pencurian dan perampokan akan dimulai akhir tahun ini, dan akan mencakup hukuman yang lebih ketat seperti memutuskan anggota badan dan cambuk.



Akhir tahun depan, hukuman seperti hukuman rajam untuk pelanggaran seperti sodomi dan perzinahan akan diperkenalkan.



Brunei saat ini memiliki sistem hukum dual-track, yaitu pengadilan sipil bersama dan pengadilan syariah (agama) untuk menangani isu-isu non-kriminal seperti kasus perkawinan dan warisan .



Menjawab tudingan dan kegelisahan pihak-pihak bahwa hukum rajam merupakan kejam terhadap wanita, para pejabat Brunei menjelaskan kekhawatiran itu tidak beralasan, karena kasus tersebut memerlukan beban pembuktian yang sangat tinggi bukti, dan hakim memiliki diskresi (kebebasan memutuskan) yang luas apakah akan menerapkan hukuman itu. (qathrunnada)



•••



Brunei Darussalam Jawab Tudingan Barat

- 11 Mei 2014 13:48



KIBLAT.NET, Bandar Seri Begawan – Sultan Brunai Darussalam, Hasanal Bolkiah menjawab sejumlah tudingan dan kecaman masyarakat Barat atas diberlakukannya syariah Islam di negara tersebut. Berikut petikan pernyataan Sultan Brunai dalam merespon tudingan tersebut:



“Di negara-negara kalian, Kalian memberlakukan prinsip kebebasan berbicara, kebebasan pers, kebebasan beragama, dan lain lain. Itu ada dalam konstitusi dan sistem politik kalian, identitas nasional kalian, hak kalian, serta cara hidup kalian,” kata Sultan seperti dilansir MyNewsHub pada kamis (8/5) di Bandar Seri Begawan.



Sedangkan di negara saya, kami menjalankan adat Melayu, ajaran Islam, sistem Monarki dan kami akan mulai menjalankan hukum-hukum Islam, hukum Syariah. Islam dalam konstitusi kami, identitas nasional kami, hak-hak kami, dan cara hidup kami.



Kami mungkin menemukan celah dalam hukum dan sistem peradilan kalian, dan kalian mungkin juga menemukan celah pada hukum dan sistem peradilan kami, tapi ini adalah negara kami. Sama seperti kalian yang memberlakukan hak kalian untuk menjadi gay, dll di dunia yang kalian tinggali saat ini, kita menjalankan hak kami untuk menjadi Muslim untuk di dunia dan di akhirat.



Brunai adalah sebuah negara Islam yang mempraktekkan hukum Islam. Mengapa Kalian tidak khawatir tentang anak-anak kalian yang ditembak mati di sekolah-sekolah, khawatir tentang penjara kalian yang sudah tidak mampu menampung narapidana, khawatir tentang tingginya tingkat kejahatan kalian, khawatir tentang kasus bunuh diri yang tinggi dan meningkatnya aborsi, khawatir tentang apa pun yang  seharusnya kalian khawatirkan. Banyak agama yang menentang homoseksualitas, itu bukan hal yang baru.



Saat kalian mendengar bahwa Islam dan umat Islam bersikap dan berusaha untuk menegaskan kembali iman mereka, kalian malah menghakimi, kalian memboikot, kalian mengatakan bahwa itu salah, itu bodoh, dan itu biadab.



Sekali lagi, kembalilah memikirkan kekhawatiran yang ada pada kalian, dan seharusnya kalian fokus dengan hal-hal yang telah saya sebutkan sebelumnya . Apakah melegalkan senjata mematikan itu tidak salah, apakah membolehkan bayi yang belum lahir untuk dibunuh itu tidak salah, apakah membolehkan gaya hidup yang menimbulkan AIDS dan memotong satu generasi itu tidak salah?



Mengapa kalian begitu peduli dengan apa yang terjadi di sini (Brunai.red), di sebuah negara Islam. Namun, kalian tidak peduli dengan apa yang terjadi di Suriah, Bosnia, Rohingya, Palestina, dan lain-lain



Ribuan orang dibunuh di sana dan kalian tidak peduli, tidak ada seorangpun yang tewas di sini di bawah hukum Syariah ini, tapi kalian malah meributkannya dengan besar. Bahkan, warga di sini yang merasakan penerapan syariah Islam saja menerimanya dengan damai.



Hukuman Syariah mungkin keras, tetapi tidak berarti begitu saja mudah untuk dilakukan. Ada proses yang harus dilalui sebelum suatu persoalan telah diyakini fakta yang sebenarnya. Kami baik-baik saja dengan hukum Islam, dan kami bahagia. (qathrunnada)



@Kiblat.net
Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com