SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hukum Memanjangkan Kuku


Ummu Hanif
Ummu Hanif
8 years ago

Hukum Memanjangkan Kuku



Islam melarang wanita dan pria untuk memanjangkan kuku. Sebagian kaum wanita

sengaja memanjangkan kuku-kuku mereka atau membuat kuku-kuku palsu yang

jelas menyalahi fitrah. Sementara, bagi seorang Muslimah diharapkan darinya

untuk mengerjakan segala sesuatu yang berkenaan dengan perangai fitrah.

Salah satu perangai fitrah tersebut adalah memotong kuku. Mereka yang

memanjangkan kukunya mungkin mengatakan : " Saya memelihara kuku-kuku saya

dan saya mencucinya setiap hari". Maka jawabannya adalah :



Pertama : Syari'at Islam telah melarang memanjang kuku. Syaikh Abdul Aziz

bin Baaz rahimahullah menyatakan: "Memanjangkan kuku adalah menyelisihi

ajaran As-Sunnah. Diriwayatkan dengan shahih dari Nabi ‎​صلى الله عليه وسلم , bahwa Beliau bersabda :



"Fitrah itu ada lima: berkhitan, mencukur bulu kemaluan, memendekkan kumis,

mencabut bulu ketiak dan memotong kuku".



Kuku dan yang lainnya tersebut tidak boleh dibiarkan panjang lebih dari 40 hari, berdasarkan riwayat dari Anas ‎​رضي الله عنه , bahwa ia bercerita :



"Rasulullah ‎​صلى الله عليه وسلم memberi batasan kepada kami dalam

memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu

kemaluan dengan tidak membiarkannya lebih dari empat puluh malam.".



Karena memanjangkan semua bagian tersebut menyerupai binatang dan sebagian

orang-orang kafir. (Fatawal Mar'ah 167).

Syaikh Muhammad Al-Utsaimin rahimahullah menyatakan: "Termasuk aneh, apabila

orang-orang yang mengaku modern dan berperadaban membiarkan kuku-kuku mereka

panjang, padahal jelas mengandung kotoran dan najis, serta menyebabkan

manusia menyerupai binatang".



Kedua : Dari segi kesehatan, sesungguhnya mencuci kuku itu tidak membuat

kuku itu bersih dari kuman dan kotoran, karena air tidak dapat mencapai

bagian bawah kuku. Itu hal yang jelas dan dapat dimaklumi.



Diringkas dari buku : Indahnya Berhias oleh Muhammad bin Abdul Aziz Al

Musnid, terbitan Darul Haq tahun 2000, Bab : Cutek dan Kuku Buatan pp46-49.
Silakan Login untuk menulis komentar.

FORUM TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com