SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Mengenal MERS CoV


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
6 years ago

Mengenal MERS CoV (HCoV EMC/2012)

May 9th, 2014



Middle East Respiratory Syndrome [MERS, Sindrom Pernapasan Timur Tengah] adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan. Penyakit ini pertama kali dilaporkan di Arab Saudi pada tahun 2012. MERS disebabkan oleh virus coronavirus (CoV), sehingga disebut MERS-CoV. Virus ini disebut juga dengan HCoV EMC/2012 (Human CoronaVirus Erasmus Medical Center/2012), berdasarkan nama institusi atau laboratorium virologi di Erasmus Medical Center (EMC), Rotterdam, Belanda, yang pertama kali berhasil mengisolasi dan mempublikasikan penemuan virus tersebut dari dahak (sputum) penderita radang paru (pneumonia) di Arab Saudi pada tahun 2012.



Sebagian besar pasien yang dilaporkan terinfeksi MERS-CoV mengalami penyakit pernapasan akut yang berat (severe acute respiratory illness). Pasien mengalami gejala demam, batuk, dan kesulitan bernapas. Meskipun demikian, ada juga yang hanya mengalami gejala ringan (mild illness) atau bahkan tidak bergejala (asimptomatik). Kurang lebih 30% pasien yang terinfeksi MERS-CoV meninggal dunia. Sampai saat ini, belum ada vaksin yang dapat mencegah infeksi virus MERS-CoV dan tidak ada terapi khusus yang direkomendasikan untuk mengobati infeksi virus MERS-CoV.



Dari April 2012 sampai tanggal 24 April 2014, WHO telah menerima laporan 254 kasus pasien yang dinyatakan positif terinfeksi MERS-CoV, dengan kematian sejumlah 93 orang (angka kematian ±37%). Sejak pertengahan Maret 2014, terdapat peningkatan kasus yang dilaporkan di Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab (UEA). Terdapat enam negara di semenanjung Arab yang melaporkan kejadian MERS-CoV, yaitu Jordania, Kuwait, Oman, Qatar, Kerajaan Saudi Arabia (KSA), dan Uni Emirat Arab (UEA). Negara-negara yang melaporkan kasus MERS-CoV yang berkaitan dengan riwayat perjalanan atau bepergian ke negara-negara Arab tersebut antara lain Perancis, Jerman, Yunani, Italia, Inggris (untuk negara di kawasan Eropa); Tunisia (negara di Afrika utara); Malaysia dan Filipina (negara di Asia). Baru-baru ini, tanggal 2 Mei 2014, seorang warga Amerika Serikat yang tinggal di Indiana terbukti positif terinfeksi virus MERS-CoV setelah pulang dari Arab Saudi.



Infeksi MERS-CoV sangat mungkin untuk terus menyebar ke negara-negara lainnya melalui turis, pelancong, pekerja, atau jamaah haji dan umrah. Ketika virus MERS-CoV masuk ke suatu negara tertentu, maka apakah virus MERS-CoV tersebut akan menjadi semakin menyebar di negara tersebut ataukah tidak, sangat bergantung pada kecepatan negara tersebut untuk mendeteksi, mendiagnosis, dan menerapkan kebijakan yang tepat untuk mengontrol penularan dan penyebaran virus tersebut. Meskipun demikian, pengalaman penanganan infeksi virus MERS-CoV beberapa tahun yang lalu menunjukkan