SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hadist Larangan Memberi Makan Orang Sakit


Feby ummu maryam
Feby ummu maryam
8 years ago

Pertanyaan:
Saya membaca artikel yang melarang memberi makan orang sakit. Isi hadist tsb "Dari Uqbah bin Amir radliyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Jangan paksakan orang sakit untuk makan, karena Allah sedang memberinya makan dan minum." (HR Tirmidzi dan ibnu Majah, Hadits ini hasan.
Kenapa dilarang memberi makan? Apa maksud allah sedang memberinya makan dan minum?

Jawaban:

Penjelasan di atas tdk 'melarang' untuk memberi makan minum. Tapi tdk memaksa... dn memberi yg sesuai dg kondisi pasien.

Sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم :”la tukrihu mardhakuma ‘
'alath tha’am wasy syarab”(janganlah kalian memaksa orang yang sedang sakit diantara kalian untuk makan dan minum)bukan bermakna jangan memberi makan kepada orang sakit melainkan jangan memaksa orang yang sakit untuk makan,tetapi biarlah orang yang sakit memakan makanan yang dia sukai.

Kadang orang menyangka bahwa orang yang sakit harus makan dan kemudian memaksanya makan untuk menguatkan kesehatan tetapi tidak seperti itu kenyataannya.memaksa orang sakit untuk makan untuk makan membuatnya tidak bisa mengambil manfaat dari makan tersebut, selain itu menyebabkan si sakit sulit mencerna makanan.

Hal ini justru yang menbuat kondisinya semakin bertambah buruk dan kritis.
Cara penanganan yang tepat adalah memberinya proporsi yang bisa di cerna. Proporsi makanan di sini berkaitan erat dengan kadar efektivitas alat pencernaan untuk bekerja.

Proporsi ini juga hendaknya sesuai selera si sakit. Jenis makanannya harus yang mudah dicerna dan diserap.

Diantara petunjuk Nabi صلى الله عليه وسلم ialah dengan memberikan makanan yang lembek dan matang bukan yang keras dan mentah, sebab lebih gampang ditelan dan mudah dicerna. Contohnya masakan talbinah, yakni bubur hisaa' yang terbuat dari campuran susu dan kebanyakan dibuat dari campuran tepung gandum kasar atau dari tepung gandum halus dan terkadang diberi campuran madu. Untuk itu
Rasulullah صلى الله عليه وسلم . bersabda, "Talbinah berkhasiat mengembalikan semangat orang sakit dan menghilangkan sebagian kesedihan," (HR Bukhari Muslim [5417] dan Muslim [2216]).

Adapun sabda beliau صلى الله عليه وسلم ; ” fa innakaha yuth’imuhum waasqihim”(karena Allah lah yang memberi makan dan minum)tidak bermakna bahwa Allah menurunkan makanan dan minuman kepada orang yang sakit agar ia memakannya.

Ternyata hal itu merupakan rahasia ilahi yang baru terungkap oleh ilmu pengetahuan modern, orang yang sakit memperoleh energi dari sumber –sumber dalam tubuh.

Sumber-sumber dalam tubuh yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Tubuh memanfaatkan glikogen yang tersimpan di dalam hati dan otot. Maka dari itu,bila sakit terus berlanjut kebutuhn tubuh akan berpindah kepada sumber yang lainnya.
2. Memproduksi glukosa dari sumber-sumber lemak dan protein. Protein akan terurai menjadi asam amino,dan lemak terurai menjadi asam lemak
 
Ibnu Qayyim berkata dalam Zaadul Ma'aad (IV/90), "Beberapa dokter ahli berkata, 'Sungguh banyak sekali faedah dalam sabda Nabi صلى الله عليه وسلم . ini yang mengandung hikmah-hikmah. Hal ini dapat dirasakan terutama oleh para ahli medis dan orang yang mengobati para pasien.

Silakan Login untuk menulis komentar.

FORUM TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com