SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Murtad Karena Cinta (Belajar Dari Sejarah)


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
6 years ago

#Ustadz Aan Chandra Thalib حفظه الله
Penulis @Muslim.or.id

Murtad karena cinta, ku dengar kisah itu terulang lagi di negeriku, kali ini menimpa seorang pulic figur -semoga Allah mengembalikannya pada fitrah Islam-. Namun itu bukan sesuatu yang mengherankan, karena dulu ada insan yang jauh lebih sholeh darinya juga murtad karena cinta. Wa iyaadzu billah.

Dalam kitab “At-Tadzkirah”, Imam Qurthubi menceritakan kisah tentang seorang muadzin yang murtad karena cinta.

Beliau mengatakan: Dulu di Mesir ada seorang hamba yang mengabdikan dirinya untuk mengumandangkan adzan sholat. Raut wajahnya selalu memancarkan cahaya ketaatan. Suatu hari seperti biasanya ia menaiki menara untuk mengumandangkan adzan. Kebetulan tepat di bawah menara tersebut terdapat sebuah rumah milik seorang Nashrani dzimmi. Ia lantas menengok ke rumah tersebut, tanpa sengaja ia melihat puteri pemilik rumah tersebut. Sang muadzin langsung terpesona pada wanita, akhirnya ia mengurunkan niatnya untuk mengumandangkan adzan. Tanpa pikir panjang la turun dari menara dan menemui wanita tersebut di dalam rumahnya.

Wanita itu bertanya kepadanya: “Ada urusan apa engkau ke sini, apa yang kau inginkan.?”.

Ia menjawab: “Aku menginginkanmu”. Wanita itu bertanya lagi: “Untuk apa?”.

Ia menjawab: “Engkau telah merampas hati dan segenap jiwaku”.

Wanita itu berkata: “Aku tidak ingin memenuhi keinginginanmu ditas sebuah keraguan (tanpa status)”.

Ia menjawab: “Aku akan menikahimu”.

Wanita itu menjawab: “Bagaimana mungkin, kamu seorang muslim sedangkan aku seorang Nashrani. Ayahku pasti tidak akan mau menikahkanku denganmu”.

Karena dibutakan cinta pemuda itu berkata: “Aku akan masuk agama Nashrani”.

Wanita itu berkata: “Jika engkau melakukan hal itu, maka aku siap menikah denganmu”.

Akhirnya sang muadzin itu memeluk agama Nashrani dan menikah dengan wanita itu dan tinggal serumah bersama mereka.

Di pertengahan hari, untuk suatu keperluan ia naik ke atap rumah, namun ia terjatuh dan mati. Akhirnya ia kehilangan dua hal, mati tidak dalam keadaan muslim, tidak juga dapat tinggal bersama wanita tersebut untuk selamanya."

Kisah diatas menegesakan pada kita untuk tidak mudah tertipu dengan pemaknaan semu soal cinta, kecantikan, atau pemaknaan lain tentang ikatan kasih yang keliru hingga melampaui batas-batas yang telah di atur didalam agama kita yang mulia.

Kisah itu juga mengajari kita agar tidak mudah tertipu atau bangga dengan amal sholeh yang sudah kita lakukan. Sebab kita tidak tau pasti dengan apa Allah akan menutup cerita tentang kita. Rasulullah -shallahu alaihi wasallam pernah bersabda: "Hati manusia berada diantara dua jemari Allah, Dia membolak-balikannya menurut kehendak-Nya". Tak heran bila dalam sujudnya Rasulullah shallahu alaihi wasallam selalu berdo'a "

"يا مقلِّب القلوب ثَبِّت قلبي على دينك"

"Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, Tetapkanlah hatiku diatas agama-Mu"

Hal itu sebagai bentuk pengajaran pada ummat supaya menjadikan do'a tersebut bagian dari munajat mereka pada Allah. Apalagi dizaman fitnah seperti saat ini, dimana semua berubah dengan cepat. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:, “Bersegeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan pagi menjadi kafir, ia menjual agamanya dengan kesenangan dunia.” (HR. Ahmad No. 8493)

Sungguh benar apa yang diberitakan Rasulullah -shallahu alaihi wasallam-. Hari ini dengan mudah kita melihat orang-orang yang di pagi harinya masih beriman, namun karena kepentingan duniawi dan kenikmatan sesaat, tiba-tiba di waktu sore ia telah menjadi kafir. Demikian pula ada diantara mereka yang di sore harinya masih beriman, namun entah apa yang terjadi di malam hari, hingga tiba-tiba kita mendapatinya telah menjadi kafir dipagi hari. Semoga Allah mengarunikan pada kita Khusnul Khotimah.

Ya Allah.. Tetapkan hati kami dalam Iman.

Madinah, Jum'at 4-Jumadats Tsani-1435 H / 4 April 2014

Silakan Login untuk menulis komentar.

FORUM TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com