SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

WALI WALI ALLAH SIAPAKAH MEREKA



8 years ago

Pertanyaan :



Siapakah Wali-Wali Allah ?



Oleh Prof. Dr. Abdurrozzaq Bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr hafizhahullah :

(Disusun Di BBG Al Ilmu Oleh Ukhti Ari Mardiah Joban)



Sudah sepatutnya seorang muslim mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut.



Jawaban tersebut telah  اللّه عَزَّ وَ جَلَّ jelaskan dalam firmannya surat Yunus: 62-63.



ألا إن أولياء الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون. الذين آمنوا وكانوا يتقون.



    “Ingatlah, sesungguhnya wali wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati (yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. (QS.Yunus: 62–63).



   Beliau -hafidzahullah- menjelaskan makna ayat diatas, bahwasanya ciri-ciri wali Allah adalah:



(الذين آمنوا )



“Yaitu orang-orang yang beriman,”.

Beriman kepada Allah Ta`ala, beribadah semata-mata karenaNya (ikhlas karena Allah),



وكانوا يتقون



“Dan mereka selalu bertaqwa”



Mereka membuktikan keimanan mereka tadi dengan melakukan ketaqwaan kepada Allah Jalla wa `Alaa dengan cara melaksanakan segala perintah Nya serta mejauhi segala bentuk larangan-Nya. Serta mengikuti perintah Rasul-Nya

صلى الله عليه و سلم

dan menjauhi segala larangannya.



Asal kata “al-Wilayah” adalah al-Qurb yang artinya dekat. Adapun lawan dari kata “al-Wilayah” adalah “al-’Adawah” artinya permusuhan.



Ahlu wilayah (para wali) yakni orang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah dengan keimanan dan ketakwaan. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Qudsi, hadits ini dikenal dengan “hadits wali”:



عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا، فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ، وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ عَبْدِي الْمُؤْمِنِ، يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ” رواه البخاري



Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, telah bersabda Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam , sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla berfirman,



“Siapa yang memusuhi seorang kekasihku, maka Aku menyatakan perang kepadanya, dan tiada mendekat kepadaku seorang hambaku, dengan sesuatu yang lebih kusukai daripada melaksanakan kewajibannya, dan selalu hambaku mendekat kepadaku dengan melakukan sunah – sunah sehingga Aku sukai, maka apabila Aku telah kasih kepadanya, Akulah yang menjadi pendengarannya, dan penglihatannya, dan sebagai tangan yang digunakannya dan kaki yang dijalankannya, dan apabila ia memohon kepadaku pasti kukabulkan dan jika berlindung kepadaku pasti kulindungi” (HR. al-Bukhari).



Sumber :

http://ibnumubarakallaitsi.wordpress.com/2012/02/17/ringkasan-materi-dari-kajian/
Silakan Login untuk menulis komentar.

FORUM TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com