SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hak Anak Yang Sudah Mencapai Usia Tamyiz Untuk Memilih Tinggal Dengan Ibu Atau Bapaknya Jika Terjadi Perceraian (Ustadz Mukhsin Suaidi, Lc)


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
6 years ago

Pertanyaan :

عَفْوًا
Ada pertanyaan dari anggota Al ilmu 362 via PM :

Assalamu'alaykum

Ustadz mau tanya ada seorang fulanah yang kedua orangtuanya sudah berpisah ibunya nasrani bapaknya muslim,,,

Fulanah ini ingin tinggal bersama bapaknya tetapi ibunya melarang dengan alasan jika kamu tinggal bersama bapakmu maka durhaka sama ibu....

Apakah fulanah ini durhaka apabila bersikeras tinggal bersama bapaknya?

Jawaban Oleh Ustadz Mukhsin Suaidi, Lc:
(Disusun Di BBG Al Ilmu)

Dia tdk durhaka krn dia memang berhak memilih
Dalam salah satu riwayat disebutkan:
.
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، وَأَبُوعَاصِمٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي زِيَادٌ، عَنْ هِلَالِ بْنِ أُسَامَةَ، أَنَّ أَبَا مَيْمُونَةَ سَلْمَى مَوْلًى مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ رَجُلَ صِدْقٍ، قَالَ: بَيْنَمَا أَنَا جَالِسٌ مَعَ أَبِي هُرَيْرَةَ، جَاءَتْهُ امْرَأَةٌ فَارِسِيَّةٌ [ص:284] مَعَهَا ابْنٌ لَهَا فَادَّعَيَاهُ، وَقَدْ طَلَّقَهَا زَوْجُهَا، فَقَالَتْ: يَا أَبَا هُرَيْرَةَ، وَرَطَنَتْ لَهُ بِالْفَارِسِيَّةِ، زَوْجِي يُرِيدُ أَنْ يَذْهَبَ بِابْنِي، فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ: اسْتَهِمَا عَلَيْهِ وَرَطَنَ لَهَا بِذَلِكَ، فَجَاءَ زَوْجُهَا، فَقَالَ: مَنْ يُحَاقُّنِي فِي وَلَدِي، فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ: اللَّهُمَّ إِنِّي لَا أَقُولُ هَذَا إِلَّا أَنِّي سَمِعْتُ امْرَأَةً جَاءَتْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأَنَا قَاعِدٌ عِنْدَهُ، فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ زَوْجِي يُرِيدُ أَنْ يَذْهَبَ بِابْنِي، وَقَدْ سَقَانِي مِنْ بِئْرِ أَبِي عِنَبَةَ، وَقَدْ نَفَعَنِي، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَهِمَا عَلَيْهِ، فَقَالَ زَوْجُهَا: مَنْ يُحَاقُّنِي فِي وَلَدِي؟ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هَذَا أَبُوكَ، وَهَذِهِ أُمُّكَ فَخُذْ بِيَدِ أَيِّهِمَا شِئْتَ» ، فَأَخَذَ بِيَدِ أُمِّهِ، فَانْطَلَقَتْ بِهِ

Bahwa Abu Maimunah mantan budak penduduk Madinah adalah orang yang jujur, ia berkata;
Tatkala aku sedang duduk bersama Abu Hurairah, datang kepadanya seorang wanita Persia yang membawa anaknya -keduanya mengklaim lebih berhak terhadap anak tersebut-, dan suaminya telah menceraikannya. Wanita tersebut berkata menggunakan bahasa Persia; Wahai Abu Hurairah, suamiku ingin pergi membawa anakku.
Kemudian Abu Hurairah berkata kepadanya menggunakan bahasa asing;
Undilah anak tersebut.
Kemudian suaminya datang dan berkata;
Siapakah yang menyelisihiku mengenai anakku?
Kemudian Abu Hurairah berkata;
Ya Allah, aku tidak mengatakan hal ini kecuali karena aku telah mendengar seorang wanita datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sementara aku duduk di sisinya, kemudian ia berkata;
Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sesungguhnya suamiku hendak pergi membawa anakku, sementara ia telah membantuku mengambil air dari sumur Abu 'Inabah, dan ia telah memberiku manfaat. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Undilah anak tersebut!"
Kemudian suaminya berkata;
Siapakah yang akan menyelisihiku mengenai anakku?
Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata:
"Ini adalah ayahmu dan ini adalah ibumu, gandenglah tangan salah seorang diantara mereka yang engkau kehendaki!"
Kemudian ia menggandengang tangan ibunya, lalu wanita tersebut pergi membawanya. HR. Abu Daud no.2277 dan an-Nasai no.3496 Dishahihkan oleh al-Albani

Terkait hadits ini asy-Syaukani berkomentar:
Yang dhohir dari hadits-hadits dalam bab ini: Pemberian opsi (bagi anak, pent-) wajib dilakukan bagi anak yang telah mencapai usia tamyiz, tanpa ada dikotomi antara anak laki-laki dan perempuan. Nailul author 6/392

Dari sini bisa difahami bahwa anak korban perceraian yang telah berusia dewasa berhak memilih siapa yang ia ingin ikuti.

Wallahu ta'ala a'lam
________________
* (Tambahan, pent-)
Batas Usia Tamyiz

Anak yang telah mencapai usia tamyiz disebut mumayiz. Diantara ciri anak yang mumayyiz: Dia bisa membedakan antara yang baik dan yang tidak baik, dia sudah merasa malu ketika tidak menutup aurat, dia mengerti shalat harus serius, dstnya, yang menunjukkan fungsi akalnya normal.

Umumnya, seorang anak menjadi mumayiz ketika berusia 7 tahun.

Sumber:
Konsultasisyariah.com

Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com