SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Keutamaan Tauhid dan Bahaya Syirik, Bag. 1 (Ust. M. Wasitho Abu Fawaz, Lc)


Defi Ummu Abdirrahman
Defi Ummu Abdirrahman
8 years ago

A. MAKNA TAUHID

Tauhid, yaitu seorang hamba meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam rububiyah (ketuhanan), uluhiyah (ibadah), Asma` (nama-nama) dan Sifat-Nya.

Urgensi Tauhid: Seorang hamba meyakini dan mengakui bahwa Allah Ta’ala Maha Esa, Rabb (Tuhan) segala sesuatu dan rajanya. Sesungguhnya hanya Dia yang menciptakan, mengatur alam semesta. Hanya Dia lah yang berhak disembah, tiada sekutu bagiNya. Dan setiap yang disembah selain-Nya adalah batil. Sesungguhnya Dia tersifati dengan segala sifat kesempurnaan, Maha Suci dari segala aib dan kekurangan. Dia mempunyai nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang tinggi.

B. BEBERAPA KEUTAMAAN TAUHID

1. Tauhid merupakan kewajiban pertama yang Allah wajibkan kepada umat manusia, dan sebaliknya larangan pertama yang Allah larang kepada mereka adalah syirik.

Hal ini sebagaimana firman Allah (artinya): “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu Mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, Padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 21-22)

2. Tauhid adalah Hak Allah Ta'ala Yang Wajib Ditunaikan oleh Setiap Hamba.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya pada Mu'adz bin Jabal, "Wahai Mu'adz apakah hak Allah atas hambaNya?" Jawab Mu'adz, "Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui", lalu Rasulullah menyatakan bahwa "Hak Allah atas hamba adalah seorang hamba beribadah hanya kepadaNya dan tidak menyekutukan-Nya (dalam beribadah) dengan sesuatu apapun." (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Tauhid adalah Tujuan dan Hikmah Teragung Diciptakannya Jin dan Manusia.

Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala (yg artinya): “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (menyembah) kepada-Ku”. (QS. Adz-Dzaariyaat: 56)

4. Tauhid adalah Tingkat Keimanan Yang Tertinggi.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Iman itu memiliki enam puluh sekian cabang, paling tingginya adalah perkataan / ucapan Laa Ilaaha Illallah dan cabang paling rendahnya adalah menyingkirkan gangguan dari jalan.” (H.R. Muslim)

Perlu diketahui bahwa Laa Ilaaha Illallah tidak cukup hanya diucapkan di lisan saja. Akan tetapi harus bersumber dari hati yang ikhlas dan kemudian dibuktikan dengan pengamalan terhadap apa yang dikandung oleh Laa Ilaaha Illallah yaitu memurnikan ibadah hanya untuk Allah semata dan menjauhi segala bentuk kesyirikan. Sebagaimana sabda Nabi:

فَإِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لاَإِلهَ إِلاّ الله
يَبْتَغِي بِذَ لِكَ وَجْهَ اللهِ ( متفق عليه )

“Sesungguhnya Allah mengharamkan bagi neraka orang yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dengan mengharap wajah Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Tauhid Merupakan Syarat Utama Diterimanya semua amal ibadah.

Allah berfirman (yang artinya): “Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-An’aam: 88)

6. Tauhid Merupakan Sebab Utama Dihapuskannya Dosa-dosa.

Hal ini berdasarkan firman Allah (yang artinya): “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya”. (QS. An. Nisaa’: 48, 116)

7. Orang Yang Tauhidnya Benar dan Bersih dari Syirik Pasti Akan Masuk Surga

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah :

مَنْ لَقِيَ اللهَ لاَ يُشْرِكُ بِه شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ ( رواه مسلم )

Bersambung, Insya Allah...

Silakan Login untuk menulis komentar.

FORUM TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com