SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

JIKA MENGHADIRI PERINGATAN MAULID NABI UNTUK MENGENANG SEMANGAT PERJUANGAN ROSULULLAH


Ummu Adam Zakariya
Ummu Adam Zakariya
8 years ago

Pertanyaan :

Assalamualaikum, ustadz, saya diundang untuk ikut majlis maulid rasul. Lalu saya tanya apa isinya dan mengingatkan kalau maulid tersebut tidak, jawabannya adalah ini ttg mahabbatur rasul, esensi maulid utk mengingat bagaimana perjuangan Rasulullah.. sgh ghirah dan semangatnya bisa kita adopsi, aplikasikan, serta tularkan ps saudara2 seiman. Kalo paradigma selama ini hyn utk memperingati memang hukumnya haram, menurut fatwa ulama. Wallahu alam semoga Allah selalu melindungi langkah2 kita, krn segala amal tergantung dari niat.

Bagaimana sebaiknya menasehatinya ustadz ?

Jazakalloh

Jawaban Oleh Ustadz Wasitha :

Bismillah. Sebenarnya dengan mengetahui sejarah maulid Nabi, siapa yg pertama kali mengadakan dan memperingatinya, serta bagaimana akidah dan pemikiran mereka, dan sikap mereka yg mengkafirkan dan menghalalkan darah istri-istri Nabi dan para Sahabat sudah cukup bagi kita untuk tidak mengikuti (menghadiri) dan meniru peringatan maulid Nabi yg mereka ada-adakan dan mereka klaim sebagai bentuk kecintaan kpd Nabi. Sebab pada hakikatnya acara dan perayaan tsb diadakan utk menghancurkan ajaran Islam dari dalam, tetapi dibungkus dengan slogan mahabbatur rosul (cinta rosul). Sehingga terkesan bagi orang2 awam yg blm tertanam aqidah dan manhaj yg benar di dalam hati mereka bhw mereka (yg melakukan peringatan maulid Nabi) itu lebih utama dan lebih semangat dlm mencintai Rosulullah dibanding para Sahabat dan istri-istri Nabi sendiri yg telah berkorban dengan jiwa, raga dan harta mereka dlm membela Nabi dan memegang teguh ajarannya.

Kemudian yg perlu kita sadari pula, bahwa mengenang semangat perjuangan Rasulullah dlm menyebarkan agama Islam tidaklah dalam bentuk membacakan dan mendengarkan syair dan sejarah perjuangan Nabi yg hanya setahun sekali ketika tiba hari yg diduga sebagai hari kelahirannya, tetapi kita berkewajiban mengingat semangat perjuangan beliau sepanjang masa hidup kita di dunia.

Demikian pula, yg wajib kita ketahui dan pahami bahwa mencintai Rosulullah itu bukan dengan mengadakan maulid Nabi sebagaimana yg dilakukan oleh pemerintahan bani Ubaid yg beraqidah dan bermadzhab syi'ah rofidhoh dan ditiru-tiru serta disebar-luaskan oleh orang-orang sufi dengan beraneka ragam tarekatnya, tetapi utk membuktikan kecintaan sejati kpd Rosulullah adalah dengan senantiasa membenarkan apa saja yg beliau beritakan, mengikuti dan mengamalkan syariatnya, menjauhi larangannya, meninggalkan apa saja yg tidak diajarkan oleh beliau dlm urusan agama. Allah berfirman di dlm Al-Quran:
(artinya) "apa saja yg diajarkan oleh Rosul maka ikutilah (laksanakanlah), dan apa saja yg dilarang oleh Rosul kpd kalian maka tinggalkanlah." (QS. Al-Hasyr: 7)

Dan dalam hadits yg shohih, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
(artinya) "apabila aku perintahkan kalian dengan sesuatu maka laksanakanlah sesuai kemampuan kalian, dan apabila aku melarang kalian dari sesuatu maka tinggalkanlah."
Dan perayaan maulid Nabi termasuk perkara yg dilarang oleh beliau sendiri, krn beliau sendiri yg punya hari kelahiran tdk pernah memperingatinya, tdk pernah pula berwasiat kpd para istri dan Sahabat utk mengadakannya.

Diantara dalil yg menunjukkan bhw peringatan maulid Nabi wajib ditinggalkan karena dilarang keras oleh Nabi adalah sabda Rosulullah shallallahu alaihi wasallam (artinya): "...dan waspadalah kalian terhadap perkara-perkara baru (dlm urusan agama Islam), karena setiap perkara baru itu adalah bid'ah, dan bid'ah itu sesat."
Dan peringatan maulid Nabi tidak dikenal dizaman Nabi, dan Allah juga tdk mensyariatkannya hingga Nabi wafat. Makanya yg pertama kali menganggap peringatan maulid Nabi itu bid'ah yg sesat adalah Nabi sendiri yg punya hari kelahiran tsb, bukan selainnya.

Adapun perkataan sebagian orang yg gemar melakukan peringatan maulid Nabi dan acara-acara bid'ah lainnya,
'YANG PENTING NIATNYA BAIK',
maka kita jawab, bahwa niat yg baik saja tidak cukup utk menjadikan suatu amalan diterima dan diberi pahala oleh Allah, tetapi amalan tsb disamping niatnya baik dan ikhlas krn Allah, juga harus dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Rosulullah. Betapa banyak orang yg menginginkan kebaikan tapi tidak pernah mendapatkannya. Hal ini sebagamana firman Allah dlm surat Al-Kahfi (artinya):
"maukah Kami beritahukan kpd kalian ttg orang2 yg merugi amalan-amalannya?" Yaitu mereka adalah orang2 yg amalan2nya tersesat sewaktu di dunia sedangkan mereka mengiranya sebagai amal kebaikan."
Jadi, apapun niat dan alasan dari peringatan maulid Nabi, dan diisi dengan acara dan amalan apapun, tetap saja ia termasuk dalam kategori amalan bid'ah yg telah dianggap sesat oleh Nabi dlm hadits yg telah saya sebutkan di atas. Dan sebagai penutup jawaban pertanyaan ini, saya sampaikan sabda Rasulullah yg berbunyi:
"setiap umatku pasti akan masuk surga kecuali orang yang enggan memasukinya."
Maka para sahabat bertanya; siapakah orang yg enggan masuk surga itu? Dijawab oleh Nabi: "siapa saja yg mentaati ajaranku maka ia pasti masuk surga, dan siapa saja yg menentang ajaranku berarti dia telah menolak masuk surga."

Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai hamba-hamba-Nya yg selalu istiqomah dan komitmen dlm mencintai dan membela Nabi-Nya dengan mengikuti petunjuknya dan menjauhi larangan2nya hingga akhir hayat, dan semoga kita dikumpulkan bersama beliau di dlm surga Firdaus yg tertinggi.
آمين يا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Silakan Login untuk menulis komentar.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com